Bagaimana Bertengkar secara Adil dan Menang: Memecahkan Konflik Pernikahan

Kalau dulu 'bertengkar' dianggap sama sekali negatif sehingga sama sekali tidak boleh terjadi. Tetapi, perbedaan pendapat dan ketidaksepakatan selalu terjadi. Jadi kita harus belajar 'bertengkar' secara cerdas.

5,075 views   |   2 shares
  • Suami saya dan saya telah menikah lebih dari 20 tahun, tetapi saya masih ingat pertengkaran pertama kami.

  • Sesuatu sedang mengganggu saya. Saya tidak dapat mengingat apa itu. Mungkin dia memencet pasta gigi dari tengah-tengah tubenya, atau mungkin dia meninggalkan kaus kakinya di lantai. Apa pun itu, saya harus berbicara kepadanya.

  • Dia pulang kerja dan menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

  • “Ada apa?” tanyanya. Saya langsung menangis.

  • Dia membimbing saya ke sofa, memeluknya, dan memberitahu saya bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja. Dia mendorong saya untuk mengatakannya. Lewat air mata saya, saya jelaskan apa yang mengganggu saya. Dia merenung sebentar dan kemudian berkata, “Kamu benar, saya akan memperbaikinya.”

  • Selesailah sudah. Tidak menjadi masalah besar dalam pikiran saya, tidak ada yang mengganggu dasar pernikahan saya. Sekadar komunikasi yang jujur dengan suami yang mengasihi dan rendah hati.

  • Saya belajar banyak dari pengalaman itu, dan bertahun-tahun kemudian, kami terus membina pola komunikasi yang sama. Berikut adalah beberapa aturan yang kami gunakan.

  • Tidak memasang label

  • Ya, itu termasuk label yang jelas seperti “brengsek” dan “goblok”, tetapi juga termasuk label yang lebih tersembunyi. Jangan mengatakan bahwa dia tidak masuk akal atau dia memiliki gagasan yang bodoh. Saya selamanya sangat berterima kasih kepada suami saya yang tidak pernah mengatakan bahwa saya sedang “histeris” atau “emosi”, tetapi dia selalu mendengarkan keluhan saya dan mengatasinya langsung.

  • Gunakan kalimat yang dimulai dengan kata “saya”

  • Ketika sedang menyampaikan opini Anda atau suatu masalah, mulailah kalimatnya dengan kata “saya”. (saya kira, saya rasa, saya percaya …) Misalnya, mungkin Anda mengatakan, “Saya jadi khawatir kalau kamu pulang terlambat tanpa menelepon duluan.” Kalimat ini lebih tidak menuduh daripada memulai kalimatnya dengan “kamu.” Jangan katakan, “Kamu selalu tidak pernah menelpon kalau akan terlambat.” Kalimat yang dimulai dengan kata “kamu” akan membuat pasangan hidup Anda tersinggung dan sulit membicarakan masalahnya.

  • Seberapa penting masalah itu buat Anda?

  • Pada skala satu hingga sepuluh, seberapa penting masalah yang sedang dibahas itu bagi Anda? Seberapa penting bagi pasangan hidup Anda? Jika Anda mengira masalahnya di angka tiga sedang dia mengira di angka tujuh, maka lebih baik Anda mengakui saja. Jika Anda yang merasa masalah itu di angka sembilan dan dia di angka lima, maka jelaskan mengapa penting bagi Anda dan memintanya mengakui masalahnya kepada Anda. Jika keduanya merasa sangat kuat tentang masalah itu, maka Anda berdua butuh berkorban dan berkompromi untuk mencapai kesepakatan yang masuk akal.

  • Advertisement
  • Apakah pasangan hidup Anda yang benar?

  • Keajaiban suatu pernikahan adalah bahwa pernikahan tersebut mengangkat semua cacat kami, besar kecil, ke permukaan. Ini adalah kesempatan baik untuk tumbuh dan menjadi orang yang lebih baik. Suami tersayang saya tidak tersinggung ketika saya mengutarakan suatu masalah. Sebaliknya, dia mempertimbangkannya dengan hati-hati dan mengakuinya, dalam hal saya yang benar. Dia cukup rendah hati untuk berubah.

  • Namun demikian, cacat kecil bukan alasan untuk dipermasalahkan. Menyalahkan suami Anda terus menerus, atau membiarkannya melakukan hal yang serupa kepada Anda, akan mengikis harga diri dan menyakiti pernikahan Anda. Memilih masalah yang perlu diutarakan selalu merupakan ide yang baik.

  • Kadang-kadang tidak ada benar atau salah – hanya ketidaksepakatan

  • Anda dibesarkan dalam budaya keluarga tertentu yang melakukan sesuatu secara tertentu. Pasangan hidup Anda dibesarkan dalam keluarga yang berbeda budaya yang cara melakukannya berbeda. Itu tidak berarti salah satu cara adalah yang terbaik. Misalnya, mungkin keluarga Anda sangat mementingkan perayaan ulang tahun. Ibu Anda selalu membuat pesta besar dan membeli banyak hadiah buat Anda. Pasangan hidup Anda, dibesarkan dalam keluarga di mana ulang tahun bukan sesuatu yang besar. Mungkin ibunya hanya memberinya satu hadiah, dan kemudian mereka melanjutkan hidup mereka. Jika suami Anda gagal mengadakan pesta atau membeli banyak hadiah buat Anda, itu tidak berarti dia tidak perhatian. Itu hanya berarti bahwa dia terbiasa dengan cara lain untuk merayakan ulang tahun.

  • Mintalah orang lain jadi wasit

  • Mungkin Anda memiliki kebiasaan komunikasi yang buruk yang susah dirubah, atau Anda susah untuk menyetujui sesuatu dalam urusan besar. Sepasang telinga yang tidak berpihak adalah sesuatu yang Anda butuhkan. Bersama-sama, berbicaralah kepada penasihat pernikahan atau penasihat spiritual. Mereka memiliki perangkat yang dibutuhkan untuk membantu Anda melewati kesulitan Anda.

  • Jangan sekali-kali membahas masalah pernikahan Anda dengan keluarga dan teman, terutama tanpa kehadiran pasangan hidup Anda. Itu namanya tidak setia kepada pasangan Anda dan tidak adil untuk para pendengarnya. Anda hanya akan merusak hubungan yang paling penting bagi Anda.

  • Mungkin saja berselisih secara adil dan menang – jika Anda mengartikan “kemenangan” tersebut merupakan kembalinya kebahagiaan dan kasih ke dalam pernikahan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “How to fight fair and win: Resolving conflict in marriage” karya Shelli Proffitt Howells.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Shelli Proffitt Howells is a BYU graduate, a creative writer, a happy wife and a mother of six.

Situs: http://shelliproffitthowells.comWebsite

Bagaimana Bertengkar secara Adil dan Menang: Memecahkan Konflik Pernikahan

Kalau dulu 'bertengkar' dianggap sama sekali negatif sehingga sama sekali tidak boleh terjadi. Tetapi, perbedaan pendapat dan ketidaksepakatan selalu terjadi. Jadi kita harus belajar 'bertengkar' secara cerdas.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr