Suami ternyata terlilit utang. Saya harus bagaimana?

Masalah uang dalam rumah tangga, banyak bentuknya. Salah satunya adalah; menemukan fakta bahwa ternyata suami banyak utang di luaran. Apa sih penyebabnya? Lalu apa yang harus dilakukan?

8,170 views   |   31 shares
  • Teman saya, seorang lelaki, pernah meminjam uang, lalu meminta saya agar tak bercerita pada istrinya. Usut punya usut, ternyata kawan-kawan yang lain pun kerap dipinjami uang olehnya. Seorang teman mengatakan bahwa, dia memang boros dan suka membeli barang-barang yang kurang penting demi hobinya tanpa sepengetahuan istri.

  • Kisah ini terasa membingungkan untuk saya. Hingga saya pun tak bisa membayangkan, jika hal ini terjadi pada saya, apa yang harus saya lakukan ya? Pasti akan terasa sungguh mengejutkan jika tahu ternyata suami banyak utang di luaran.

  • Menurut Psikolog Irma Makarim banyak pasangan enggan membicarakan masalah uang. Padahal, kita semua tahu, uang menyentuh segala segi kehidupan kita. Dalam rumah tangga, uang sangat penting. Jika dikelola dengan benar, uang akan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tetapi, bila dikelola tanpa tanggung jawab, ceroboh atau tidak jujur, uang bisa mengganggu hubungan suami-istri dan merusak rumah tangga.

  • Memiliki suami yang sering utang, seharusnya bisa diakali dengan komunikasi yang terbuka dan saling jujur. Tanyakan dulu alasannya berutang. Jangan-jangan ia memang sebetulnya mengalami kesulitan finansial. Namun ia berusaha menutupi dari istri. Jadi, uang belanja yang diberikan pada istrinya adalah hasil berutang. Jika demikian yang terjadi, peran kerja sama antar pasangan bisa lebih dikuatkan.

  • Anda harus membantu suami menyadari tanggung jawabnya terhadap rumah tangga dan semua utang-utangnya. Awali dengan membicarakan semua masalah keuangan ini secara tuntas dan terbuka. Bila suami punya kendala dalam berbisnis dan mengelola keuangannya, anjurkan untuk minta bantuan penasihat keuangan profesional. Penting bagi suami melihat kekurangan dan kelebihan dirinya sehingga bisa menggali potensi yang dimilikinya. Bila ia memang tak andal berbisnis, mungkin perlu dipikirkan kembali bekerja sesuai potensinya. Suami perlu dibantu untuk bangkit kembali dan perlahan-lahan melunasi utangnya. Anda sendiri perlu mengelola pesangon Anda dan mencari sumber penghasilan baru. Sikap Anda dalam mengelola rumah tangga, keuangan, dan pekerjaan bisa jadi contoh yang baik bagi suami dan anak-anak.

  • Jika ia berutang demi mewujudkan mimpi dan Anda penunjang mimpinya, Anda berdua dan anak Anda akan terjerumus bersama dalam kemelut utang. Bahkan, anak-anak yang tidak tahu-menahu harus turut mengemban tanggung jawabnya. Jangan biarkan kondisi itu terjadi. Mereka masih punya masa depan yang panjang dan tak layak menanggung beban yang ditimbulkan oleh orangtuanya.

  • Advertisement
  • Lain lagi jika ia memang berutang layaknya teman saya, demi hobi semata. Jika hal ini yang terjadi, ingatlah bahwa pada hampir semua hubungan suami-istri, selalu ada masalah keuangan yang harus dihadapi. Pasangan yang sukses merupakan pasangan yang mengerti dan berhasil mengatasi masalah keuangan secara bersama-sama.

  • Bantulah ia mengubah kebiasaan borosnya lalu bersama- sama mengatasi masalah utang-piutang yang harus dibayar dari jumlah yang besar menjadi nol. Intinya, jangan pernah menunda masalah utang-piutang. Utang yang dibiarkan justru akan semakin besar dan melilit Anda. Dan yang lebih penting lagi, buang jauh-jauh kebiasaan berutang.

  • Nah, biasanya dalam menegur suami, Anda menemui kendala pertengkaran. Sebab, pasangan yang pemboros pasti sudah siap membela diri. Dia mungkin tidak mengerti, bagaimana cara uang bekerja dan ketidaktahuan tersebut dapat membuat dia merasa terancam. Yang jelas, mengubah aturan memerlukan kompromi. Ini hal yang sangat penting bagi setiap hubungan.

  • Selanjutnya Anda perlu membuat anggaran belanja dan tujuan yang nyata. Untuk memastikan Anda mengeluarkan uang hanya untuk hal-hal yang diinginkan dan menghindari diri membeli barang-barang yang tidak penting dan diperlukan, diskusikan bersama apa yang Anda berdua inginkan dalam hidup ini. Namun sedapat mungkin hindari kata-kata yang membosankan seperti "pensiun", "rumah baru", "uang liburan". Bicarakan bagaimana Anda ingin merasakan uang Anda dalam 5, 10, dan 30 tahun mendatang. Pemboros yang bebas melakukan apa saja dengan kartu kreditnya mungkin akan memberikan respons yang santai. Tetapi dia harus menyadari, dia juga memerlukan hal-hal konkret seperti tujuan yang akan dicapai dalam waktu dekat dan jangka panjang.

  • Pastikan daftar tujuan Anda berdua merupakan daftar gabungan dari Anda berdua dan merupakan daftar yang masuk akal. Kalau perlu gambarkan dengan jelas di papan untuk menuliskan pesan. Anda dapat menempelkan tulisan dengan judul "Uang Papa" yang dapat membuat pasangan sadar, dengan membeli sebuah mainan, berarti dia telah mengeluarkan uang begitu banyak. Uang yang sebetulnya dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting bagi keluarganya.

  • Kebanyakan masalah keuangan keluarga dapat diatasi dengan kesabaran dan dengan berjalannya waktu. Anda berdua hanya memerlukan ruang gerak satu sama lain.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Suami ternyata terlilit utang. Saya harus bagaimana?

Masalah uang dalam rumah tangga, banyak bentuknya. Salah satunya adalah; menemukan fakta bahwa ternyata suami banyak utang di luaran. Apa sih penyebabnya? Lalu apa yang harus dilakukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr