Menyesal karena selingkuh. Haruskah mengaku?

Perselingkuhan adalah kesalahan besar, dan amat wajar jika tidak termaafkan. Namun, apa yang akan Anda lakukan jika Andalah pelakunya, karena khilaf sesaat? Saat sesal terbit, haruskah Anda mengaku pada pasangan?

7,970 views   |   70 shares
  • Perselingkuhan adalah kesalahan, sebab setelah melakukannya pasti ada pihak lain yang tersakiti. Namun berselingkuh bukan tak mungkin terjadi pada setiap orang, karena godaan dari lingkungan luar bisa saja membuat diri khilaf. Lalu bagaimana jika Anda adalah salah seorang pelakunya? Kemudian kini merasa bersalah, dan merasa kebingungan. Haruskah mengaku pada pasangan, bahwa Anda telah mengkhianatinya, meski kini Anda telah mengakhiri hubungan ilegal tersebut?

  • Sebuah artikel dari laman lovepanky.com pernah membahasnya. Pertimbangkan masak-masak, bagaimana kira-kira reaksi pasangan Anda jika mendengar pengakuan itu? Pertama, ia pasti merasa amat patah hati. Kedua, ia pasti sulit untuk move on dan melanjutkan hubungan lagi dengan Anda, sementara batinnya terus membayangkan Anda dengan orang lain. Jadi apa kira-kira reaksinya? Marah, jijik, sedih, dan tidak ingin lagi melihat Anda. Padahal, Anda sudah bertobat.

  • Jika sudah begini, apa yang harus dilakukan? Menurut ahli pernikahan dan terapis seks Jane Greer, Ph.D., terbuka dan jujur mungkin tampak seperti hal yang tepat untuk dilakukan. Akan tetapi sebelum memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya, Anda harus benar-benar siap menanggung segala risiko yang diakibatkan.

  • "Situasi yang ideal adalah bahwa Anda berkata jujur tentang kesalahan Anda dengan pasangan, kemudian bekerja sama untuk mencari solusi," kata penulis buku 'What About Me' ini. Tapi sayangnya, rekonsiliasi semacam ini sangat jarang terjadi.

  • Jika kemungkinan besar kekasih Anda tidak akan memaafkan, Anda sebaiknya menyimpan rapat-rapat kesalahan Anda. Anda tidak harus berbagi rahasia ini jika tidak ingin hubungan Anda hancur. Meskipun demikian, Anda harus belajar dari kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi.

  • "Mengatakan kejujuran atau memilih untuk tetap berbohong adalah pilihan Anda. Namun Anda harus siap menerima segala kemungkinan dari kejujuran Anda itu," lanjut Jane. Ahli lain berpendapat, menyembunyikan kesalahan malah akan memperparah hubungan. Hal ini disampaikan oleh Jenni Skyler, Ph.D., direktur dari The Intimacy Institute di Colorado.

  • Sebuah hubungan yang baik adalah ikatan yang dilandasi oleh kejujuran. Semakin lama Anda menyimpan rahasia, semakin lama pula pasangan Anda akan terluka. "Fakta jika Anda merahasiakan perselingkuhan akan lebih melukai pasangan Anda daripada fakta perselingkuhan itu sendiri," ungkap Jenni. Menurut Jenni, mengungkapkan kejujuran lalu berusaha mendapatkan kepercayaannya kembali merupakan hal yang jauh lebih baik daripada ketika kekasih memergoki Anda berselingkuh.

  • Advertisement
  • Baiklah, mungkin pertama-tama, Anda harus memahami dulu keadaannya. Saat menyesal, yang pertama terpikirkan pasti memeluk dan berlutut di hadapan pasangan untuk meminta maaf. Anda mungkin mengalami kegamangan karena rasa menyesal tersebut. Namun, bukankah lebih baik menyimpan saja penyesalan itu dalam hati, dan lupakan, lalu jalani lagi hubungan dengan pasangan?

  • Lagi pula, Apakah Anda siap dengan risiko berakhirnya pernikahan Anda, jika mengaku? Apakah hubungan Anda dengannya cukup kuat untuk menghadapi hal itu? Apakah pasangan akan memaafkan Anda? Apa yang akan Anda lakukan jika berada dalam posisinya? Maka, mengakulah, namun kenali dulu keadaannya. Ketahui dulu dengan baik, apakah pernikahan Anda sekuat itu?

  • Setelah itu, pahami juga keadaan dengan keluarga besar dan teman-teman. Sebab, Anda tidak menikahi satu orang saja, namun satu paket dengan keluarga dan kerabat. Bagaimana jika pasangan Anda menceritakan kejadian ini pada mereka semua? Apakah mereka bisa mengerti? Mengakulah jika Anda sudah yakin akan kuat untuk menghadapi serangan besar dari pihak luar.

  • Terakhir, mampukah Anda menjalani hidup dengan rasa bersalah? Jika Anda sesungguhnya mencintai pasangan, Anda akan merasa bersalah padanya seumur hidup. Sanggupkah Anda memeluknya, namun merasa diri telah menyakitinya? Jika bisa, ya sudah, simpan rapat-rapat rahasia itu dan jangan bicara pada siapa pun.

  • Karena itu, sebelum mengkhianati orang yang sebetulnya Anda cintai, ingatlah bahwa hal itu hanya akan indah sementara saja. Setelahnya Anda akan merasa muak dan bersalah. Maka, mengaku atau tidak, berjanjilah pada diri sendiri Anda tak akan melakukannya lagi. Semua manusia melakukan kesalahan, dan semua kesalahan harusnya dapat diperbaiki, kok.

  • Fokuslah pada pasangan Anda dan cintai dirinya seperti ia mencintai Anda. Tak lama, hidup Anda pun akan kembali normal. Tapi ingat, jangan diulang lagi. Sebab, lain kali mungkin ia akan memergoki Anda lebih dulu. Jadi, mengaku atau tidak? Mengakulah dan hadapi apa pun yang akan terjadi dengan besar hati karena ini memang salah Anda. Atau sembunyikan rapat-rapat, lalu perbaiki segalanya. Ya, ini juga kalau tidak keburu ketahuan ya.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menyesal karena selingkuh. Haruskah mengaku?

Perselingkuhan adalah kesalahan besar, dan amat wajar jika tidak termaafkan. Namun, apa yang akan Anda lakukan jika Andalah pelakunya, karena khilaf sesaat? Saat sesal terbit, haruskah Anda mengaku pada pasangan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr