Anak berperilaku menyebalkan di depan umum? Anda patut malu, lho!

"Ngadat" adalah istilah yang kerap digunakan untuk si kecil yang ngambek, atau tantrum. Perilaku yang paling tidak diinginkan oleh setiap orangtua di mana pun. Lalu apa saja yang harus dilakukan agar ngadatnya bisa diredakan?

258 views   |   3 shares
  • Apa yang harus Anda lakukan jika tiba-tiba anak Anda ngambek gara-gara ingin mendapatkan suatu barang yang diinginkannya tidak terpenuhi. Mungkin perasaan Anda tidak enak karena pasti orang akan mengira Anda tidak becus mengurus anak. Daripada ribut, akhirnya Anda pun mengalah, meluluskan permintaan si kecil.

  • Menurut psikolog anak, Dr. Seto Mulyadi, orangtua tak perlu malu bila anaknya tiba-tiba bertingkah tak menyenangkan di depan umum. Toh, orang lain pun tahu kalau ini bukan masalah orangtua, tapi masalah anak-anak. "Justru yang perlu diupayakan adalah menenangkan si anak agar tak lebih lama mengganggu ketenangan umum." Kata Seto, lebih baik tatap mata si anak dengan penuh kasih. Ia akan mengerti, ibu atau ayahnya tetap menyayanginya dan permintaannya bisa dibicarakan di rumah.

  • Itu adalah tindakan jangka pendek. Namun, untuk mengatasi anak yang "hobi" ngadat, ada beberapa hal yang penting diingat terlebih dahulu. Hal ini pernah dibahas oleh Devi Sani M.Psi, Psikolog Anak di klinik psikologi Rainbow Castle. Menurutnya, pertama-tama kita harus melakukan pengenalan. Apa sih sebetulnya alasan anak kerap tak kooperatif? Mengapa mereka terkadang sudah tahu mana yang benar, namun memilih untuk tidak melakukannya?

  • Jawabannya satu, karena kebanyakan dari mereka belum bisa sepenuhnya meregulasi diri sendiri, dan hal ini disebabkan oleh 4 hal:

  • 1. Mereka sedang berada di usia dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Mengapa begini, mengapa begitu. Banyak hal tentang dunia ini yang baru mereka ketahui dan mereka ingin tahu lebih banyak lagi.

  • 2. Mereka sedang sibuk sendiri dan tidak paham orangtuanya memiliki prioritas kegiatan lain yang berbeda. Bagi anak menemukan bonekanya jauh lebih penting dibandingkan sikat gigi. Untuk mengatasinya, orangtua bisa membuat suruhan dalam bentuk yang lebih kreatif. Misalnya: siapa yang duluan ke kamar mandi, berarti dia ksatria naga seperti Po.

  • 3. Mereka merasa secara emosional tidak terkoneksi dengan orangtua. Saat banyak emosi negatif yang anak rasakan dari kita maupun dari sekolah pada hari itu, anak akan merasa tak terkoneksi dengan Anda. Jika anak merasa didengarkan, ia akan kembali merasa terkkoneksi. Oleh karena itu, waktu spesial selama beberapa menit setiap harinya (tanpa handphone, atau televisi) sangat baik untuk menjaga rasa terkoneksi. Kebiasaan ini akan sangat mempermudah untuk anak kooperatif.

  • 4. Otaknya masih berkembang untuk bisa menenangkan dirinya sendiri saat perasaan "besar" melandanya. Saat ia tantrum, ia belum bisa tenang dengan cepat. Mereka sebetulnya sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

  • Advertisement
  • Jadi, apa pun kejadiannya, koneksi adalah jawaban jangka panjang untuk mengatasi hobi ngambek si kecil. Lalu bagaimana sih caranya membangun koneksi? Buku "Peaceful Parent, Happy Kids" tulisan Dr. Laura Markham menjelaskan dengan terperinci. Teknik parenting apa pun bentuknya tak akan bisa dilakukan jika tidak ada koneksi yang berjalan dengan baik, antara orangtua dan anak, katanya.

  • Mengapa koneksi ini begitu penting? Karena setiap manusia, termasuk anak kita, secara naluriah memiliki insting untuk mengikuti arahan atau menurut kepada sosok yang disayangi oleh hatinya tanpa perlu diajari. Dan semua manusia secara manusiawi, akan melawan jika dikontrol. Karenanya, koneksi adalah fondasi terpenting dari parenting.

  • Lalu bagaimana membangun koneksi yang lebih dalam? Mudah kok. Saat kita lebih memilih mendengarkan imajinasinya dibanding mengecek media sosial, misalnya. Saat Anda menemaninya tantrum tanpa memarahinya dan tanpa menyuruhnya untuk diam. Atau sesederhana menatap matanya dan mendengarkan tanpa buru-buru ingin memberi nasihat ketika ia sedang menceritakan harinya. Saat-saat itulah Anda sedang membangun koneksi.

  • Dr Markham menjelaskan juga bahwa anak tidak akan pernah menerima arahan dari kita tanpa didahului oleh koneksi yang dekat dan dalam. Kehangatan dari koneksi inilah yang membuat "pekerjaan" sebagai orangtua terasa lebih ringan dan anak mengikuti perintah kita, meski saat itu kita tidak ada atau tidak di sampingnya. Jadi "ngadat" apa pun alasannya, harus diatasi sejak awal, dengan membangun kedekatan tersebut.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Anak berperilaku menyebalkan di depan umum? Anda patut malu, lho!

"Ngadat" adalah istilah yang kerap digunakan untuk si kecil yang ngambek, atau tantrum. Perilaku yang paling tidak diinginkan oleh setiap orangtua di mana pun. Lalu apa saja yang harus dilakukan agar ngadatnya bisa diredakan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr