Beberapa pertimbangan ketika ingin melanjutkan atau memutuskan hubungan

Haruskah Anda bercerai? Atau mungkin memutuskan suatu hubungan? Berikut adalah beberapa lampu merah yang bisa menjadi pengingat ketika Anda ingin mengambil keputusan.

1,825 views   |   24 shares
  • Mengendalikan hubungan tidak selalu mudah. Anda memulainya dengan orang asing, belajar saling mengenal dan kemudian memutuskan untuk hidup bersama. "Dengan siapa Anda memilih untuk melewati kehidupan dapat menentukan apa yang ingin Anda capai dalam kehidupan. Pasangan yang tepat membuat banyak perbedaan. Memutuskan untuk meninggalkan atau tetap bertahan dan berusaha memperbaiki adalah sesuatu yang sangat sulit —- emosi Anda membuatnya sulit untuk tetap objektif." Kata seorang akhli perjodohan profesional.

  • Apa sajakah pertimbangan yang bisa menjadi bahan pemikiran Anda ketika ingin memutuskan suatu hubungan? Berikut menurut mindbodygreen:

  • 1. Si dia tidak berminat membuat komitmen

  • Mengapa mempertahankan seseorang yang tidak mau membuat komitmen kepada Anda? Mungkin mereka akan berubah, tetapi Anda tidak dapat mengubah mereka (lihat nomor 2). Jika Anda berminat menuju ke biduk pernikahan sedangkan mereka tidak, maka kemungkinan hal itu tidak akan terjadi. Hendaknya Anda mencari seseorang yang mau berkomitmen terhadap Anda dan hubungan Anda berdua.

  • 2. Jika Anda berpikir bahwa Anda dapat mengubah si dia

  • Kenyataan: Orang satu-satunya yang dapat Anda ubah adalah diri Anda. Jadi jika Anda mengira Anda dapat mempertahankan sebuah hubungan dengan mengubah pasangan Anda, pikirkan lagi. Kecuali pasangan Anda ingin berubah, maka mereka akan sungguh-sungguh mencoba untuk berubah. Jika sesuatu yang serius butuh perbaikan, Anda akan lebih baik tanpa memiliki hubungan semacam itu.

  • 3. Sebuah cacat watak yang serius

  • Jika pasangan Anda kecanduan narkoba, bermasalah dengan alkohol, memiliki kebiasaan selingkuh di masa lampau atau sedang selingkuh, atau jika mereka memiliki kebiasaan buruk untuk selalu berbohong, mungkin Anda sebaiknya menjauhinya. Jika mereka bersedia memperbaiki masalah mereka dengan bantuan seorang profesional, pertimbangkan kembali hubungan tersebut hanya setelah mereka benar-benar telah berubah.

  • 4. Cemburu yang berlebihan dan kurang memercayai tanpa alasan

  • Jika pasangan Anda mudah cemburu bila Anda sedang berbicara kepada orang lain, menjauhkan Anda dari teman-teman, waktu yang digunakan di luar rumah dipantau atau jika Anda tidak memiliki privasi (pikirkan tentang telepon, buku harian, komputer dan lain-lain), ini mungkin sebuah tanda serius bahwa Anda tidak memiliki hubungan yang baik. Hubungan membutuhkan rasa saling percaya. Anda tidak dapat membangun hubungan di atas rasa cemburu dan tidak saling mempercayai.

  • Advertisement
  • 5. Bila bentuk perlakuan kasar muncul baik verbal maupun fisik

  • Kekasaran terhadap Anda atau seorang anak adalah tidak OK —- tidak pernah OK. Tak seorang pun pantas diperlakukan dengan kasar, bahkan seandainya pelaku kekasaran itu berkata bahwa semua itu terjadi karena kesalahan Anda. Melecehkan, memberi julukan, memukul, mengendalikan, memanipulasi dan segala sesuatu yang lain yang membuat Anda merasa 'kurang' daripada diri Anda, adalah kekasaran. Bahkan dalam sebuah pernikahan, jika Anda tidak mengizinkan untuk melakukan hubungan seks dan Anda dipaksa untuk melakukannya, itu disebut kekasaran seksual. Minta keluarga atau teman untuk membantu Anda keluar dari keadaan semacam itu —- SEKARANG. Bila dibutuhkan, carilah pemondokan korban kekerasan. Kekasaran dalam bentuk apa pun tidak pernah OK.

  • Sementara itu, berikut adalah bahan pertimbangan Anda untuk meneruskan atau mempertahankan sebuah hubungan:

  • 1. Ketika sedang mengalami kesulitan

  • Bahkan sebuah hubungan yang kokoh akan melewati saat-saat sulit. Bekerjasamalah dan buatlah hubungan Anda lebih baik ketika Anda mengatasi kesulitan.

  • 2. Ketidaksetiaan

  • Yang satu ini sedikit sulit sebab terdapat terlalu banyak penghianatan dan hilangnnya rasa saling mempercayai. Lingkungan individu hendaknya dipertimbangkan, tetapi tidak harus mengakhiri suatu hubungan (ketidaksetiaan yang menjadi kebiasaan adalah sesuatu yang lain, lihat nomor 3 di atas, cacat watak).

  • 3. Cek cok besar

  • Jika bukan untuk sesuatu yang serius, selesaikanlah, mengampuni dan memaafkan dan melangkah maju bersama. Sebuah pertengkaran tidak berarti sesuatu itu sudah berakhir.

  • 4. Ketika romantika telah pudar

  • Jika Anda merasa lebih sebagai teman daripada sepasang kekasih, sudah waktunya untuk saling berpacaran lagi seperti sebelumnya ketika Anda jatuh cinta untuk pertama kali. Pergi berkencan. Melakukan perjalanan bersama —- tanpa anak-anak. Saling menulis surat cinta. Membelikan pasangan sebuah hadiah khusus. Bergandengan tangan, berciuman atau gunakan waktu untuk menemukan kembali hubungan intim Anda.

  • Kebanyakan hubungan dapat mengatasi kesulitan dengan kerja keras, kasih, pengampunan dan memaafkan —- sejauh kedua pasangan bekerja sama.

  • Diterjemahkan dan disadur oleh Effian Kadarusman dari judul 5 signs you should leave a relationship and 4 times you should wait karya Wendy Jessen.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Wendy Jessen is a regular contributor for familyshare.com and frequently does media reviews.

Beberapa pertimbangan ketika ingin melanjutkan atau memutuskan hubungan

Haruskah Anda bercerai? Atau mungkin memutuskan suatu hubungan? Berikut adalah beberapa lampu merah yang bisa menjadi pengingat ketika Anda ingin mengambil keputusan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr