Haruskah aku meminta maaf pada anakku?

Sikap meminta maaf diperlukan karena anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Ingatlah, mereka -anak-anak kita- akan tumbuh menjadi orangtua yang mungkin akan mengalami situasi yang sama dengan kita saat ini.

503 views   |   11 shares
  • Perlukah? Bagaimana pendapat Anda? Terlepas dari siapapun yang melakukan kesalahan, kita ataupun anak, meminta maaf merupakan hal yang perlu dilakukan. Hal ini sekaligus mengajarkan anak untuk mengerti dan berbesar hati untuk mengalah dan meminta maaf.

  • Tentu nantinya anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Ingatlah, mereka anak-anak kita akan tumbuh menjadi orangtua yang mungkin akan mengalami situasi yang sama dengan kita saat ini.

  • Beberapa orangtua mungkin berpikiran sebaliknya, enggan meminta maaf dengan alih ingin mengajarkan anak disiplin dan mengetahui (sendiri) letak kesalahan yang mereka lakukan. Sehingga setelah 1-2 kali diajarkan, mereka merasa sepatutnya anak sudah paham dan harus selalu meminta maaf terhadap kesalahan yang mereka lakukan.

  • Tahukah Anda dengan berinisiaitif untuk meminta maaf pada anak, Anda akan membantu kepercayaan diri mereka serta membentuk rasa aman pada anak tentang dunia luar. Selain itu Anda juga mengajarkan pada mereka bagaimana harus bersikap dalam lingkungan sosialnya.

  • Lalu kapan saat yang tepat kita meminta maaf pada anak?

    1. Ketika kita terus berbicara tanpa henti dan menghukumnya karena ia telah melakukan kesalahan atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita.

    2. Ketika kita membuatnya malu dan merasa tidak nyaman. Saat berada dalam lingkungan sosialnya ataupun saat berada di tempat umum. Kita melupakan hak-haknya sebagai anak yang harusnya dilindungi.

    3. Ketika kita menuduhnya melakukan sesuatu padahal mereka tidak melakukannya, atau kita tidak melihatnya secara langsung apa yang sedang dilakukannya.

    4. Ketika kita kehilangan kesadaran dan memperlakukannya dengan kasar. Seperti berbicara keras, membentak, berteriak, yang disebabkan karena emosi kita yang sedang tidak stabil karena mempunyai masalah lain. Sehingga menjadikan anak sebagai pelampiasan tanpa kita sadari.

    5. Ketika mereka melihat kita bersikap sesuatu yang keliru pada orang lain.

    6. Ketika tanpa sadar dan tidak sengaja kita mengucapan sesuatu yang negatif, saat sedang bersama-sama dengan mereka.

  • Lalu bagaimana caranya meminta maaf pada anak?

    1. Lakukan hal itu ketika Anda dan anak Anda sudah sama-sama tenang. Jangan meminta maaf ketika Anda ataupun anak Anda masih berada pada emosi yang meledak-ledak dan suasana hati yang buruk dan dipenuhi amarah.

    2. Buatlah menjadi sederhana. Tidak perlu menjelaskan secara detail apa dan kenapa Anda melakukan kesalahan. Cukup beritahu mereka bahwaAnda menyesal telah melakukannya dan Anda meminta maaf karena telah melakukan atau mengucapkan sesuatu yang keliru.

    3. Berhentilah mencari alasan atau pembenaran untuk membela diri dari kesalahan yang Anda lakukan. Tidak ada yang patut dijadikan kambing hitam dari perbuatan Anda. Karena Anda yang melakukan, maka Anda pula yang harus bertanggung jawab.

    4. Ciptakan situasi yang dapat membuat anak percaya kembali kepada Anda, bahwa Anda tidak akan melakukan hal serupa di kemudian hari. Berikan ia sesuatu yang dapat mengembalikan emosinya seperti semula, yang sempat terluka karena sikap dan perbuatan Anda.

  • Advertisement
  • Tidak ada salahnya kita sebagai orang dewasa untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada anak-anak kita. Karena dengan proses inilah, kita melatih mereka untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya kelak kemudian hari.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Haruskah aku meminta maaf pada anakku?

Sikap meminta maaf diperlukan karena anak akan mencontoh apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Ingatlah, mereka -anak-anak kita- akan tumbuh menjadi orangtua yang mungkin akan mengalami situasi yang sama dengan kita saat ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr