Risiko anak bersekolah sebelum waktunya

Saat ini menyekolahkan anak di usia dini telah menjadi gaya hidup. Padahal jika anak dipaksakan bersekolah sebelum waktunya bisa berakibat seperti di bawah ini.

11,744 views   |   128 shares
  • Saat ini, menyekolahkan anak pada usia yang sangat dini telah menjadi gaya hidup. Fenomena ini sering terlihat saat tahun ajaran baru di TK atau SD telah tiba. Banyak orangtua berbondong-bondong mendaftarkan anak mereka untuk memulai sekolah sekalipun usia anak mereka belum cukup umur.

  • Meskipun beberapa sekolah memiliki kebijakan tersendiri mengenai batasan umur siswa baru, dikarenakan usia memengaruhi tingkat kematangan emosional anak-, tetapi banyak juga orangtua yang memaksakan untuk tetap memasukan anak mereka bersekolah dengan alasan untuk sosialisasi atau sekedar memberikan anak kegiatan. Padahal, anak yang masih belum cukup umur jika dipaksakan bersekolah sebelum waktunya, dapat mengalami risiko-risiko seperti di bawah ini.

  • Sulit menyerap pelajaran sekolah

  • Salah satu resiko terlalu cepat menyekolahkan anak adalah kesulitan menyerap pelajaran. Mengapa? Karena untuk belajar di sekolah, tidak hanya dibutuhkan kematangan akademik saja, melainkan juga dibutuhkan kematangan secara emosional. Meskipun di rumah Anda sudah dapat mengajarkan anak cara menulis, membaca dan pelajaran dasar lainnya, cara anak menyerap pelajaran yang diberikan guru di kelas di depan banyak anak lainnya tentu akan berbeda. Jika dipaksakan, anak tentu akan menghadapi banyak kendala nantinya.

  • Sulit bersosialisasi

  • Karena secara emosional anak belum matang. Ada banyak faktor yang dapat membuat anak menjadi sulit beradaptasi. Misalnya, karena anak sulit belajar dia akan merasa tertinggal dengan teman-teman lainnya. Hal ini akan membuatnya merasa minder dari teman-temannya. Atau karena dianggap lebih kecil dari yang lainnya, mereka bisa mendapatkan perlakuan 'bullying' dari teman-temannya yang lebih tua darinya. Jika sejak dini anak merasa sulit sosialisasi dengan baik, dimasa depan, hal ini akan terus melekat dalam hidupnya.

  • Rentan terkena ADHD

  • Anak yang terlalu cepat sekolah juga beresiko mengalami gangguan psikologis attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) alias sindrom hiperaktif. Sebuah penelitian yang dilakukan Taipei Veterans Hospital di Taiwan mengungkapkan bahwa anak-anak memasuki kelas (sekolah) di bawah usia, rentan menderita ADHD. Ini disebabkan karena kemampuan anak untuk dapat mengontrol perilakunya hanya dapat berkembang seiring pekembangan usianya. Sehingga, di usianya yang dini anak akan sulit mengotrol perilakunya dan jika dipaksakan maka rentan terkena ADHD.

  • Memiliki masalah perilaku di masa depan

  • Advertisement
  • Anak yang terlalu cepat sekolah nantinya akan memiliki gangguan atau masalah perilaku. Mereka dituntut untuk cepat belajar, cepat berkembang dan dewasa sebelum waktunya, maka akan tiba masa di mana anak nantinya dapat memberontak. Hal ini terjadi karena sebagian anak merasa masa kecil mereka telah direnggut dan kurang bahagia.

  • Meskipun sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik bagi anak-anak kita, bukan berarti kita selalu harus memaksakan mereka untuk menjadi terdepan. Walau Anda merasa kasihan saat anak hanya berada di rumah dan bermain saja, ingatlah bahwa hampir seluruh hidup kanak-kanak memang dihabiskan untuk bermain puas. Sebaiknya dampingi mereka. Jangan hanya mengutamakan pendidikan secara akademik saja, tetapi utamakan juga pendidikan bagi emosional mereka. Untuk itu, jangan pernah memaksakan anak masuk sekolah terlalu cepat sebelum waktunya.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Risiko anak bersekolah sebelum waktunya

Saat ini menyekolahkan anak di usia dini telah menjadi gaya hidup. Padahal jika anak dipaksakan bersekolah sebelum waktunya bisa berakibat seperti di bawah ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr