Ini bahayanya mengenakan baju ketat saat hamil. Berhati-hatilah!

Tak ada salahnya ibu hamil berpenampilan modis mengikuti tren fashion. Namun mengenakan pakaian yang ketat ternyata dapat menyebabkan banyak resiko penyakit yang membahayakan janin dan ibu,

7,977 views   |   28 shares
  • Melihat penampilan modis Ibu hamil membuat saya kagum, karena di masa kehamilan mereka masih sempat mengikuti tren fashion yang sedang berkembang. Berbeda sekali dengan saya yang saat hamil memilih baju atas dasar 'yang penting' agak longgar, nyaman, dan bebas bergerak.

  • Semakin bertambahnya usia kandungan, pasti ibu hamil menngalami perubahan bentuk tubuh. Beberapa pakaian seperti baju atau celana mulai sempit. Jangan memaksakan diri untuk tetap memakainya hanya karena alasan masih terlalu bagus untuk disimpan di lemari atau jika Anda akan mengalami berberapa resiko berbahaya berikut ini.

  • 1. PARESTHESIA

  • Ibu hamil yang mengenakan pakaian ketat berpotensi mengalami paresthesia yaitu kondisi abnormal di mana seseorang mengalami sensasi terbakar, baal, geli, gatal, dan seperti ada yang menjalar di kulit. Kondisi ini lebih dikenal dengan sebutan kesemutan.

  • Pada awal kehamilan, saluran darah akan mengalami pembesaran sebagai salah satu persiapan ketika volume darah meningkat, membawa serta oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin melalui plasenta di masa kehamilan trisemester kedua dan ketiga.

  • Pakaian ketat dapat menyebabkan sirkulasi darah tersebut terhambat hingga otomatis asupan oksigen dan nutrisi pun juga akan terhambat. Hal ini dapat menyebabkan Janin kekurangan oksigen dan membuat denyut jantung tidak teratur atau lemah. Kondisi ini tentunya akan membahayakan kondisi janin dan Anda sendiri.

  • 2. HEARTBURN

  • Memasuki usai kehamilam trismester ketiga, sebagian ibu hamil akan mengalami heartburn yang menimbulkan rasa sesak dan panas pada area dada. Janin akan semakin besar membuat rahim semakin memenuhi rongga perut dan akan menekan lambung serta usus sehingga asam lambung lebih mudah naik dan tak jarang membuat ibu hamil merasa mual. Pakaian terlalu ketat akan membuat ibu hamil lebih mudah mengalami heartburn.

  • 3. TIGHT PANTS SYNDROME (TPS) DAN DEEP VEIN THROMBOSIS (DVT)

  • Tight Pants Syndrome memiiliki gejala yang sama dengan heartburn, namun gejala TPS ditandai dengan kesemutan, kram hingga mati rasa pada kaki. Jika hal ini dibiarkan dan ibu hamil tetap menggunakan pakaian ketat, maka akan menimbulkan terhambatnya aliran darah ke kaki atau Deep Vein Thrombosis (DVT) yang menyebabkan terjadinya penggumpalan darah pada kaki dan membuat ibu hamil sulit berjalan atau mati rasa pada kaki.

  • 4. KANKER GANAS MELANOMA

  • Kanker melanomaadalah kanker kulit yang disebabkan sinar ultraviolet dari sengatan matahari. Wanita dan ibu hamil yang mengenakan pakaian ketat atau pakaian yang terlalu terbuka, seperti pakaian pantai, berpotensi mengalami kanker ini di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka.

  • Advertisement
  • Munculnya kanker ini ditandai dengan munculnya bulatan hitam pada kulit, atau tahi lalat. Kanker ini biasanya muncul di sekitar mata, kaki, betis dan akan menyebar ke seluruh tubuh. Akan bertambah parah saat kanker ini sudah menyerang darah, menetap di tulang, hati, bagian dalam dada, perut, dan merusak ginjal yang menyebabkan air seni berwarna hitam. Hal ini tentu akan mengancam nyawa ibu dan janin.

  • 4. KEPUTIHAN

  • Penggunaan celana ketat, membuat kulit sulit bernapas, berkeringat dan menjadi area subur jamur berkembang pada vagina dan dapat menimbulkan infeksi atau keputihan. Bila tidak langsung ditangani, infeksi tersebut dapat naik ke rahim dan menyebabkan penipisan selaput ketuban yang berujung pecahnya ketuban. Kondisi ini tentu tidak diinginkan di saat usia kehamilan Anda masih jauh dari waktu melahirkan.

  • PILIHLAH PAKAIAN AMAN DAN NYAMAN

  • Tentu Ibu hamil ingin selalu tampil modis dan sehat hingga saat melahirkan nanti. Lakukan beberapa langkah sederhana berikut agar terhindar dari resiko - resiko di atas dengan di antaranya:

    • Selain modis, pastikan pakaian tersebut berbahan yang mudah menyerap keringat sehingga mencegah pertumbuhan jamur pada kulit yang lembap. Pilihlah bahan katun yang nyaman.

    • Pilih ukuran pakaian yang longgar agar tidak menekan perut dan bagian tubuh lainnya seperti dada dan kaki.

    • Kenakan celana hamil yang menutupi perut hingga setinggi pusar (maternity brief), saat memasuki usia kehamilan 16 minggu.

    • Untuk pakaian dalam, kenakan bra yang berukuran 1 nomor lebih besar agar sirkulasi udara sekitar dada lancar dan tidak membuat ibu hamil sesak. Kenakan celana dalam yang agak longgar di bawah pusar atau garis perut bawah.

    • Saat hamil pasti Anda mudah berkeringat. Kenakan pakaian yang berlengan longgar agar udara lebih mudah untuk masuk. Bagi Anda yang berhijab, hindari pakaian yang berlapis. Kenakan tiga potong pakaian saja, yaitu jilbab, atasan dan bawahan.

  • Bijak dalam memilih pakaian yang tepat dan nyaman dapat menjaga kesehatan dan keselamatan Anda dan buah hati hingga saat ia lahir.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Ini bahayanya mengenakan baju ketat saat hamil. Berhati-hatilah!

Tak ada salahnya ibu hamil berpenampilan modis mengikuti tren fashion. Namun mengenakan pakaian yang ketat ternyata dapat menyebabkan banyak resiko penyakit yang membahayakan janin dan ibu,
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr