Memilih bercerai ketika anak-anak masih remaja? Pertimbangkan hal-hal ini

Remaja dengan orangtua bercerai kerap mengalami krisis keteladanan, mereka seringkali tidak memiliki panutan ketika dihadapkan pada sebuah persoalan. Anak-anak demikian umumnya mudah merasa minder dan kurang percaya diri, mudah marah dan tersinggung.

453 views   |   shares
  • Perceraian orangtua dapat memengaruhi perkembangan emosional dan psikososial seorang remaja secara signifikan. Di mana kemungkinan remaja mengalami kecemasan, perasaan tidak aman, kesepian bahkan hingga depresi juga sangat besar. Anna Green, seorang penulis dan juga psikolog dari Demand Media mencoba menjelaskan kepada kita apa saja dampak yang akan dihadapi oleh seorang remaja ketika orangtua memutuskan untuk bercerai.

  • Kesehatan fisik remaja terganggu

  • Seorang remaja dengan orangtua bercerai cenderung memiliki fisik yang lemah, hal ini disebabkan orangtua tidak lagi memedulikan kesehatan dan juga makanan bergizi yang seharusnya mereka konsumsi.

  • Hubungan antara remaja dan orangtua semakin renggang

  • Perceraian dapat memengaruhi keharmonisan hubungan antara orangtua dan anak. Seorang psikolog, Carl Pickhardt, menjelaskan bahwa seorang remaja kemungkinan akan kehilangan rasa percayanya pada orangtua selama proses perceraian. Seorang remaja juga cenderung akan semakin menaruh rasa curiga jika kemudian orangtua memutuskan untuk menikah lagi. Lebih lanjut dia menjelaskan, seorang remaja kemungkinan besar akan merasa sangat tertekan karena terpaksa harus memilih salah satu pihak. Dinamika semacam ini akan lebih terasa jika kemudian perceraian justru menyebabkan permusuhan di antara kedua orangtuanya.

  • Remaja akan mengalami ketidakstabilan pola hidup

  • Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh University of Queensland - Australia, menjelaskan bahwa perceraian orangtua dapat memengaruhi bagaimana pola hidup seorang remaja. Penelitian tersebut melibatkan sekitar 200an remaja dengan latar belakang keluarga yang berbeda dan menemukan fakta bahwa para remaja dengan orangtua bercerai cenderung memiliki pola hidup yang tidak teratur seperti tidur larut malam, pola makan tidak sehat, sering tidak pulang ke rumah, dan kerap bergaul dengan kelompok-kelompok anarkis.

  • Remaja mengalami ketidakmampuan dalam mengendalikan persoalan

  • Remaja dengan orangtua bercerai kerap mengalami krisis keteladanan, mereka seringkali tidak memiliki panutan ketika dihadapkan pada sebuah persoalan. Anak-anak demikian umumnya mudah merasa minder dan kurang percaya diri, mudah marah dan tersinggung, hal ini merupakan dampak langsung yang bisa dikenali akibat dari perceraian orangtua.

  • Remaja menghadapi ketidakmampuan dalam interaksi sosial

  • Dalam sebuah kasus perceraian seorang remaja cenderung mengalami disorientasi kepribadian dan kemampuan bergaul dalam masyarakat, mereka juga cenderung antipati terhadap kondisi sosial di sekitaranya. Dalam kasus yang lebih berat, seorang remaja cenderung akan terlibat dalam perbuatan kriminal, hal ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi dan pelampiasan rasa kecewa akibat telah dirampasnya kebahagiaan.

  • Advertisement
  • Mengingat begitu besarnya dampak perceraian, maka setiap orangtua diharapkan mampu membuat keputusan-keputusan penting yang berpihak kepada anak sebelum memutuskan untuk mengakhiri pernikahan, sebab masa depan anak tergantung dari bagaimana pola asuh orangtua kepada mereka saat ini. Orangtua juga diharapkan tidak membuat keputusan yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Selain itu, pertimbangkan pula mengenai sangsi sosial yang mungkin harus dihadapi oleh anak jika memiliki orangtua yang bercerai.

  • Semoga perceraian tidak dijadikan sebagai langkah akhir untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dalam rumah tangga. Orangtua perlu berpikir secara dewasa dan mempertimbangkan dengan sebaik mungkin berbagai konsekuensi dari rencana perceraian yang mereka buat. Jangan korbankan masa depan putra-putri Anda, jangan libatkan mereka dalam situasi yang membingungkan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Memilih bercerai ketika anak-anak masih remaja? Pertimbangkan hal-hal ini

Remaja dengan orangtua bercerai kerap mengalami krisis keteladanan, mereka seringkali tidak memiliki panutan ketika dihadapkan pada sebuah persoalan. Anak-anak demikian umumnya mudah merasa minder dan kurang percaya diri, mudah marah dan tersinggung.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr