5 trik sukses menyusui di kala Bunda sakit

Banyak ibu menyusui panik saat dirinya jatuh sakit, termasuk tiba-tiba berhenti menyusui si Kecil. Padahal, kekebalan tubuh Bunda akan turut melindungi bayi yang disusui. Ikuti 5 trik berikut untuk tetap sukses menyusui ketika Bunda sakit.

508 views   |   6 shares
  • Cuaca pancaroba, kelalaian menjaga gaya hidup sehat, atau kesibukan yang tidak disertai istirahat seimbang, rentan membuat ibu menyusui jatuh sakit. Entah itu batuk pilek ringan atau serangan demam berdarah yang membuat Bunda tergolek lemah di ranjang rumah sakit.

  • Banyak ibu menyusui yang panik saat dirinya jatuh sakit. Dibuatlah keputusan terburu-buru untuk berhenti menyusui si Kecil sementara hingga sembuh dan badan fit kembali. Padahal, tahukah Anda, sepanjang penyakit Anda bukanlah penyakit virus berbahaya seperti mengidap virus HIV dan HTLV-1, Anda masih dapat terus menyusui bayi Anda?

  • Pada prinsipnya, ketika seorang ibu menyusui jatuh sakit, tubuhnya akan membentuk kekebalan terhadap bakteri atau virus dari penyakit yang diidapnya. Saat inilah, Anda tetap harus menyusui bayi Anda karena zat kekebalan tubuh tersebut akan turut mengalir melalui Air Susu Ibu (ASI). Jikalau ia tertular, biasanya efek penyakit akan lebih ringan karena adanya proteksi dari kekebalan tubuh Anda.

  • Ada beberapa trik yang dapat Anda coba untuk membuat rutinitas menyusui Anda tetap berjalan lancar meskipun Anda sedang jatuh sakit. Inilah lima di antaranya.

  • 1. Kosongkan payudara secara teratur

  • Menghentikan menyusui secara tiba-tiba justru akan membawa masalah baru terhadap payudara Anda. Pembengkakan karena mastitis, akibat tidak dikeluarkannya ASI secara optimal. Oleh karena itu, pengosongan payudara secara rutin wajib Anda lakukan. Bisa dengan menyusui langsung kepada bayi Anda atau memompanya setiap 2-3 jam. Seringkali produksi ASI menurun akibat kondisi tidak fit atau efek samping obat yang dikonsumsi. Anda dapat menerapkan power pumping untuk meningkatkan produksi ASI secara kilat. Lakukan selama satu jam pada waktu yang sama dengan prosedur sebagai berikut. Perah selama 20 menit, lalu istirahat dahulu selama 10 menit. Lanjutkan dengan memerah ASI selama 10 menit, istitahat 10 menit, dan perah kembali selama 10 menit.

  • 2. Jaga kebersihan dan higienitas

  • Tertularnya penyakit yang Anda derita kepada si Kecil adalah hal terakhir yang Anda inginkan terjadi. Jagalah selalu kebersihan diri dan lingkungan sekitar Anda dengan rajin mencuci tangan, mengganti pakaian saat terasa kotor, menyemprotkan disinfektan jika perlu, dan memakai masker atau tidak bersin di hadapan si Kecil. Apabila Anda memutuskan untuk menyusui langsung si Kecil, sebaiknya mintalah bantuan kepada suami, keluarga, atau tenaga pengasuh untuk hanya mendatangkan si Kecil ke sisi Anda pada jam-jam menyusui. Pilihan lain adalah memberinya ASI perah dengan media yang sesuai. Membatasi kontak langsung dalam waktu lama bisa jadi adalah salah satu cara ampuh meminimalkan penularan penyakit Anda kepada si Kecil.

  • Advertisement
  • 3. Tingkatkan asupan cairan

  • Air putih membawa sederet manfaat, baik bagi ibu menyusui sehat maupun sakit. Produksi ASI akan terjaga dengan asupan cairan yang cukup. Air pun akan membantu metabolisme tubuh dengan membersihkan tubuh dari zat-zat tidak berguna dan menurunkan demam. Sepahit apa pun rasa mulut Anda, usahakan untuk memasukkan 2-3 liter air ke dalam tubuh. Selain air putih, Anda dapat mengonsumsi buah-buahan dan sup hangat untuk cepat memulihkan kesehatan Anda. Makanan, minuman, dan suplemen boosterASI pun dapat Anda coba untuk meningkatkan produksi ASI. Khusus suplemen, pastikan konsumsinya aman dan tidak bertabrakan dengan obat yang Anda minum.

  • 4. Cermat meminum obat

  • Terapi dengan obat-obatan tak dapat dihindari pada kebanyakan kasus penyakit. Konsultasikan kondisi menyusui Anda kepada dokter atau tenaga kesehatan lain. Mintalah informasi mengenai efek samping obat yang diberikan terhadap air susu, apakah ikut terdistribusi di dalamnya atau perlu jeda waktu antara waktu minum obat dengan waktu menyusui. Jika obat yang diberikan terdistribusi ke dalam ASI, terapkan sistem perah-buang terhadap ASI Anda. Berikan si Kecil stok ASI yang tidak mengandung obat di dalamnya. Pertimbangkan pula perlu-tidaknya mencari donor ASI sementara jika stok ASI perah Anda tidak memenuhi kebutuhan si Kecil.

  • 5. Kekuatan berpikir positif

  • Segala ikhtiar Anda tentu tak ada artinya apabila tidak didukung dengan semangat untuk segera pulih. Pasrahkan segala usaha Anda kepada Yang Kuasa dan yakinlah bahwa segala usaha Anda akan membuahkan hasil. Jika perlu, mintalah dukungan dari keluarga, support group, atau konselor laktasi untuk selalu menyemangati Anda menyusui. Semesta pun akan berkonspirasi menuju hal-hal baik nantinya. Ketenangan Bunda juga akan menular kepada si Kecil, berkat kekuatan ikatan batin yang terbangun karena menyusui.

  • Memberikan hak si Kecil berupa ASI, khususnya hingga usianya 2 tahun, adalah sesuatu hal yang layak Anda perjuangkan. Melihat besarnya manfaat ASI bagi kesehatan raga dan jiwa, teruslah berusaha memberikannya demi kebahagiaan Anda bersama.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

5 trik sukses menyusui di kala Bunda sakit

Banyak ibu menyusui panik saat dirinya jatuh sakit, termasuk tiba-tiba berhenti menyusui si Kecil. Padahal, kekebalan tubuh Bunda akan turut melindungi bayi yang disusui. Ikuti 5 trik berikut untuk tetap sukses menyusui ketika Bunda sakit.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr