Mengajarkan pentingnya keluarga pada anak

Nilai-nilai yang menggambarkan pentingnya keluarga, belakangan ini, mulai terkikis. Banyak anak muda yang kerap cuek dan tak menganggap keluarganya penting. Tugas orangtualah untuk mengembalikan nilai-nilai ini ke anak.

702 views   |   1 shares
  • Kebutuhan dasar setiap anak, sejak lahir, pasti dipenuhi pertama kalinya oleh keluarga. Dalam bimbingan keluargalah anak belajar mengenai dunia, dan cara mereka bertahan hidup. Dari kata pertama juga langkah pertama. Karena itu, nilai-nilai, persepsi, insting dan pemahaman mengenai dunia pun didapatkan dari keluarga.

  • Maka dari itu, setiap anak harus memahami pentingnya keberadaan keluarga. Mereka harus tahu bahwa keluarganya akan selalu ada untuknya. Hal ini akan membuat anak merasa percaya diri dan merasa tenang saat menghadapi saat-saat sulit. Inilah bekal utamanya menghadapi dunia. Sayangnya, sekarang ini, nilai mengenai keluarga perlahan mulai terkikis. Orangtualah yang wajib menanamkan pentingnya nilai pada anak. Bagaimana caranya? Berikut beberapa tipsnya:

  • Berdiskusi mengenai pentingnya keluarga

  • 1. Sejarah Keluarga

  • Hal ini belakangan sudah jarang dilakukan, padahal fungsinya amat penting. Memang membosankan jika duduk bersama dan hanya membicarakan sejarah keluarga. Orangtua harus berpikir cara kreatif, misalnya mengaitkan sejarah keluarga dengan film atau buku yang digemari anak. Atau membahas soal sejarah ini dalam kejadian sehari-hari, sesuai dengan apa yang dilihat anak disekitarnya.

  • 2. kasih sayang dan perhatian

  • Membuat anak merasa dicintai, dilindungi dan disayangi adalah hal terpenting dalam pengasuhan anak. Mereka yang merasa dilindungi ini akan tumbuh dengan sikap yang penuh penghargaan dan lebih bijak. Menanamkan nilai seperti; setiap anggota keluarga harus saling menjaga, dan mencintai setiap waktu pun bisa dilakukan sehari-hari. Selipkan saja dalam setiap obrolan.

  • 3. Kesetiaan

  • Ingatkan setiap anak bahwa dirinya amat berarti bagi orangtua, kakak dan adiknya. Karena itu ia pun harus selalu menempatkan keluarga di posisi terpenting, setiap saat. Interaksi dalam bentuk mengobrol, bermain juga bisa digunakan untuk mengingatkan hal ini.

  • 4. Tanggung jawab

  • Anak juga harus diajarkan untuk bertanggung jawab, yang merupakan bagian dari nilai-nilai dalam keluarga. Ia harus memahami bahwa dirinya memegang peranan penting dalam keluarga, maka harus bertanggung jawab pada tugas-tugasnya.

  • Menunjukkan pentingnya keluarga dengan tindakan

  • Anak terlahir tanpa kemampuan apa pun, inilah sebabnya mereka mencontoh orang di sekitarnya. Anak akan mengikuti apa yang orangtua lakukan, ketimbang melakukan yang diperintah. Oleh sebab itu, orangtua harus ingat perannya sebagai teladan bagi anak-anak. Maka tindakan untuk menanamkan nilai, wajib dilakukan. Beberapa di antaranya:

  • Advertisement
  • 1. membuat pertemuan keluarga

  • Sebagai orangtua, kita harus mencontohkan antusiasme berkumpul bersama anggota keluarga. Saat anak melihat orangtuanya kerap mementingkan pertemuan keluarga, anak pun akan belajar untuk melakukan hal serupa. Momen ini juga akan menunjukkan cinta dan perhatian dari setiap anggota keluarga, saat kumpul bersama.

  • 2. melakukan hal-hal kecil

  • Hal-hal kecil acapkali dianggap sepele, meski sebetulnya memiliki dampak yang signifikan. Misalnya menandai kalender untuk tanggal ulang tahun setiap anggota keluarga, atau mengingat hari besar seperti ujian, tanggal pentas dan sebagainya. Kebiasaan kecil yang akan membuat anak merasa kehadiran setiap anggota keluarga diangggap penting.

  • 3. Membiasakan tradisi keluarga

  • Ritual sebetulnya cukup penting untuk mengajarkan pentingnya nilai. Misalnya; menganggap penting dan memberi perhatian pada prestasi setiap anggota keluarga. Dengan ini, anak akan belajar untuk menghargai dan bahkan terinspirasi pada prestasi dirinya sendiri.

  • 4. Ambil peran dalam tugas sehari-hari

  • Berpartisipasi dalam tugas sehari-hari di rumah akan membuat anak merasa dirinya adalah bagian dari keluarga. Saat memberikan tanggung jawab, orangtua bisa memulainya dari tugas yang paling mudah namun tekankan pentingnya tugas itu. Saat mereka berhasil melaksanakannya, berikan pujian.

  • 5. Tunjukkan cinta dengan tindakan

    • pesan cinta. Tinggalkan pesan di kertas kecil yang mudah dijangkau anak, dan terlihat dengan jelas. Isinya bisa apa saja, namun bermakna. Hal ini terlihat kecil, namun menyenangkan.

    • sentuhan. Anak selalu gemar bergelung di pangkuan orangtuanya. Sentuhan fisik adalah cara paling kuat untuk mengomunikasikan dan menunjukkan cinta, kehangatan dan aspirasi. Apa pun bentuknya; ciuman, pelukan, selalu efektif untuk meluluhkan hati.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mengajarkan pentingnya keluarga pada anak

Nilai-nilai yang menggambarkan pentingnya keluarga, belakangan ini, mulai terkikis. Banyak anak muda yang kerap cuek dan tak menganggap keluarganya penting. Tugas orangtualah untuk mengembalikan nilai-nilai ini ke anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr