5 langkah melatih kecerdasan emosi anak

Apa sih pentingnya kecerdasan emosi? Apalagi jika dibandingkan kecerdasan intelektual yang hasilnya terlihat lebih menonjol. Namun ternyata, studi membuktikan, kecerdasan emosi adalah pangkal dari semua kesuksesan setiap orang.

1,981 views   |   15 shares
  • Seberapa pentingnya kecerdasan emosional dalam pengasuhan anak? Mengapa banyak yang mengatakan, harus lebih dipentingkan ketimbang kecerdasan intelektual? Menurut sebuah artikel di AHA! Parenting, kecerdasan emosi adalah kemampuan seorang untuk mengelola emosi dengan sehat. Hal ini lebih banyak menjadi penentu kualitas hidup, ketimbang kecerdasan intelektual.

  • Kasarnya, untuk apa seseorang bisa berhitung matematika, namun tidak mampu mengatasi kecemasan acapkali menghadapi pekerjaan besar, mengelola kemarahan saat menghadapi masalah dalam pernikahan, atau mengelola rasa takut saat melamar pekerjaan?

  • Ada sebuah penelitian dilakukan di Inggris pada 2011, yang mengikuti beberapa bayi melewati masa kecil hingga dewasa selama 50 tahun. Hasilnya, kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup mereka, berkorelasi erat dengan kecerdasan emosi masing-masing. Bahkan dikatakan juga bahwa kesehatan emosional amat berkaitan dengan kesehatan mental dan fisik, karenanya mendukung kesuksesan dalam bidang akademi dan pekerjaan, serta kebahagiaan pernikahan.

  • Untuk itu, berikut dipaparkan 5 langkah dalam mengasuh kecerdasan emosi anak:

  • 1. Memberi pengakuan pada apa pun persepektif anak dan berempati

  • Meski kita tak mampu "melakukan apa-apa" saat menghadapi kekecewaan anak, berempatilah. Sikap pengertian akan membantu seseorang terlepas dari masalah emosi. Berempati tak melulu berarti setuju pada setiap tindakannya, namun setidaknya menggambarkan bahwa kita mengerti benar apa yang dirasakannya. Nah, sementara mengakui perasaan biasanya dilakukan dengan kalimat "Mama tahu kok, pasti susah sekali berhenti bermain untuk makan malam. Namun kini sudah waktunya" atau "Kamu kelihatan sangat kecewa karena hujan."dan sebagainya. Tujuannya agar membantu anak mengenal perasaannya dan mampu mengatasinya.

  • 2. Izinkan ia mengekspresikan perasaannya

  • Anak kecil biasanya sulit membedakan antara emosi dengan dirinya sendiri. maka tugas orangtua untuk menerima ekspresi perasaannya, ketimbang menyangkal atau meminimalkan dengan rayuan. Tidak mengizinkan rasa takut atau marah, justru membuatnya menekan jauh perasaan itu. Hal ini justru mengakibatkan anak tidak bisa mengatasinya. Lebih baik menjelaskan bahwa mengalami berbagai perasaan adalah hal yang wajar bagi manusia, meski tak semua tindakan (terutama yang buruk) dapat diterima.

  • Jelaskan dengan kalimat seperti "Kamu sangat marah karena kakakmu menghancurkan mainanmu. Ibu mengerti. Tapi memukulnya, tidak baik. Katakan saja padanya bahwa kamu sangat marah"hal ini akan membuat anak menerima emosinya, lalu melewatinya dengan baik.

  • Advertisement
  • 3. Dengarkan perasaan anak

  • Anak Anda seringkali hanya butuh kesempatan untuk merasa didengar, saat ia mengekspresikan perasaannya. Dengan didengar, ia akan lebih mudah move on dan kembali menjalani hidupnya. Jadi tugas Anda hanyalah menarik nafas panjang, hadir dan mendengarkan dengan sepenuh hati, tak perlu terburu-buru meminta agar perasaan itu hilang seketika. Anak-anak akan belajar menyembuhkan dirinya sendiri, kemudian ia akan lebih mudah rileks juga kooperatif.

  • Ucapkanlah kalimat seperti "Kamu terlihat sedih ya sekarang. Semua orang pernah sedih kok, tapi Ibu di sini untuk kamu. Yuk ceritakan yang kamu rasakan.."inilah yang akan membantu agar perasaan negatif itu tidak terperangkap di dalam diri, namun keluar dengan perlahan, tidak meledak-ledak.

  • 4. Ajarkan cara memecahkan masalah

  • Emosi adalah pesan, bukan lumpur yang bisa dipakai berkubang. Ajarkan anak untuk mengatur nafas, merasakan emosinya, memberikan toleransi tanpa perlu melakukan hal buruk. Anak (dan bahkan orang dewasa) yang mengerti bahwa emosinya bisa dimengerti dan diterima, akan mudah mengatasi dan mengusir rasa negatif di dirinya.

  • Kadang mereka akan membutuhkan saran. Namun, orangtua tak perlu terburu-buru mengatasi persoalan mereka, sebelum diminta. Melakukan hal itu hanya akan membuat anak merasa dirinya tak mampu mengatasi emosi. Katakan saja "kamu kecewa karena Tita sakit dan tak bisa main ke sini. Padahal kamu ingin sekali main sama dia. Nanti kalau kamu sudah enakan, mungkin kita bisa memikirkan untuk melakukan hal menyenangkan lainnya ya.."

  • 5. Atasi dengan permainan

  • Saat Anda merasakan anak merasakan sesuatu yang negatif, dan ia terlihat tak tahu cara mengatasinya, atasi dengan obat paling manjur: bermain. Contohnya: saat si balita selalu nempel dan tak ingin lepas dari ibunya. Ketimbang merasa risih dan marah, mari ajak dirinya bermain bersama sang ayah. Mainkan permainan "rebutan". Saat ayah harus bisa merebut ibu dari anak, dengan berlari-lari dan menarik-narik ibu.

  • Biarkan ayah gagal dan anak tetap bersama ibu. Setelah permainan, anak akan tertawa riang dan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya SELALU memiliki ibu. Ia akan menghilangkan rasa khawatir berlebih yang membuatnya terlalu nempel tadi. Membantu anak melalui permainan, akan membantunya mengatasi perasaan negatif. Sebab tak semua anak dapat mengungkapkan rasa terdalam dengan kata-kata. Menyimbolkan nasihat lewat bermain akan membantu, tanpa banyak bicara. Lagi pula tertawa bersama, selalu menyenangkan, bukan?

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

5 langkah melatih kecerdasan emosi anak

Apa sih pentingnya kecerdasan emosi? Apalagi jika dibandingkan kecerdasan intelektual yang hasilnya terlihat lebih menonjol. Namun ternyata, studi membuktikan, kecerdasan emosi adalah pangkal dari semua kesuksesan setiap orang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr