Ketika mantan pacar mengajak berteman

Menurut Anda apakah kita bisa berteman dengan orang yang pernah kita cintai?. Apakah pertemanan tersebut bisa berjalan selayaknya pertemanan pada umumnya?. Bagaimana bila situasi tersebut menimpa kehidupan Anda?

19,844 views   |   196 shares
  • Semua orang pasti memiliki cerita yang berbeda mengenai mantan pacarnya. Ketika hubungan tersebut berakhir, Anda atau pasangan masa lalu Anda mungkin merasa terluka, tersakiti dan saling membenci. Dan akhirnya memutuskan untuk tidak akan berhubungan lagi apa pun keadaannya. Pada umumnya putusnya suatu hubungan disebabkan kerena pertengkaran yang terjadi yang tidak bisa diperbaiki lagi. Mungkin bagi sebagian orang, mantan pacar adalah orang yang paling menyebalkan. Tetapi ada juga yang menganggap mantan pacar sebagai kenangan terindah.

  • Beberapa mantan mungkin masih ingin menjalin hubungan yang baik dengan Anda. Mereka berusaha untuk memperbaiki keadaan dengan mencoba berteman dengan Anda. Saat ini Anda mungkin salah satu orang yang masih berteman dengan mantan pacar. Atau apakah Anda bagian dari orang yang menolak berteman dengan mantan pacar? Menurut Anda apakah bisa berteman dengan orang yang pernah kita cintai? Apakah pertemanan tersebut bisa berjalan selayaknya pertemanan pada umumnya? Bagaimana bila situasi tersebut menimpa kehidupan Anda?

  • "Ketika mantan pacar ngajak berteman, mungkin sebaiknya saya menolaknya secara halus. Menerima pertemanan mantan sama saja memberi kesempatan pada saya dan dia untuk kembali menumbuhkan perasaan dan membangkitkan memori yang dulu kami punya. Walaupun niatnya baik, ingin tetap menjalin silahturahmi dengan saya. Saya tetap tidak bisa berhubungan dengannya walaupun hanya sebagai teman. Lebih baik menghindar bukan? Daripada jatuh ke perasaan yang lama. Kenangan memang tidak bisa dihindari tetapi perasaan siapa yang tahu. Benar gak?" (Wika Ade, 28 tahun, Malang)

  • "Sebenarnya bila ditanya tentang mantan pacar yang ingin mengajak berteman, aku gak masalah kok dengan itu. Buktinya aku dan mantanku yang terakhir ini bisa berteman baik sampai sekarang. Kami dulu putusnya baik-baik, bukan karena orang ketiga atau masalah serius lainnya yang biasanya dialami pasangan kekasih sampai mereka harus mengakhiri hubungannya. Malahan kami sering bertemu dan mengobrol bersama karena memang kami satu kampus. Jadi tidak ada alasan untuk bermusuhan dengan teman sekampus dong. Perasaan kami juga tidak seperti dulu. Di antara kami juga tidak ada perasaan canggung atau salah tingkah gitu seperti kebanyakan orang yang berteman dengan mantan pacarnya. Pertemanan kami seperti pertemanan lainnya. Yang membedakan, dulu dia adalah teman yang spesial". ( Dewinta, 29 tahun, pegawai swasta, Malang)

  • "Mantan pacar ngajak berteman?. Lebih baik jangan mencari masalah deh. Bisa terjadi perang ketiga nih jika istri saya tahu saya mempunyai hubungan dengan mantan pacar walaupun itu hanya sebatas teman. Istri saya sangat anti dengan mantan-mantan saya. Dari awal menikah, kami berdua sudah berkomitmen untuk tidak berhubungan dengan mantan pacar masing-masing, apa pun itu bentuknya termasuk pertemanan di media sosial. Semua akun milik mantan dihapus dan diblokir sama istri. Mungkin dia cemburu tetapi saya mengerti mengapa ia bersikap begitu. Istri mana sih yang suka kalau suaminya masih berhubungan dengan masa lalunya. Sebagai pria, kita juga harus bisa menjaga perasaan pasangan kita. Bagi istri saya, pertemanan dengan mantan sama saja dengan awal terjadinya perselingkuhan. Jadi, lebih baik saya tidak mengambil risiko yang buruk bagi pernikahan saya". (Anam, 29 tahun,Malang).

  • Advertisement
  • "Saya pernah mendapat permintaan pertemanan dari mantan pacar di jejaring sosial milik saya. Pada saat itu saya kaget dan bertanya-tanya, mengapa setelah sekian lama setelah saya sudah berumah tangga dan memiliki anak dia masuk lagi dalam kehidupan saya. Tetapi karena penasaran saya terima saja pertemanan itu, dari situ kami mulai menanyakan kabar satu sama lain dan perkembangan kehidupan kami. Hanya itu. Saat adik saya mengetahui saya berteman dengan dia di salah satu media sosial dan bertanya, mengapa saya masih mau berteman dengan dia, padahal dulu putusnya tidak baik. Tetapi, saya menjawab toh dia hanya bagian masa lalu dan kejadian itu sudah lama sekali. Lagian tidak ada yang perlu dicemaskan, dia juga sudah berkeluarga dan kelihatannya sangat mencintai keluarganya". (Tabinya, 28 tahun, Irt).

  • Intinya berteman dengan mantan itu tidak dosa dan tidak ada salahnya. Yang salah adalah bila pertemanan itu hanya melukai perasaan orang lain, perasaan pasangan Anda atau pasangan mantan pacar Anda. Dan satu lagi, berteman dengan mantan pacar jangan sampai terbawa perasaan ya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Ketika mantan pacar mengajak berteman

Menurut Anda apakah kita bisa berteman dengan orang yang pernah kita cintai?. Apakah pertemanan tersebut bisa berjalan selayaknya pertemanan pada umumnya?. Bagaimana bila situasi tersebut menimpa kehidupan Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr