Risiko yang timbul jika Anda tidak memberi anak imunisasi

Tidak sedikit orangtua yang memilih untuk tidak memvaksinasi buah hatinya. Masa depan generasi penerus bangsa sedang dipertaruhkan. Apa saja risikonya jika anak tidak divaksinasi? Cermati penjelasannya berikut ini.

1,428 views   |   32 shares
  • Setiap orangtua ingin anak-anak tercinta tumbuh sehat dan jauh dari segala penyakit berbahaya. Bersyukurlah kita karena sebuah penemuan terbesar dan paling bermanfaat dalam sejarah ilmu kesehatan, sudah tersedia dengan baik di berbagai belahan dunia. Vaksin, sebuah terobosan penting untuk membangun kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa. Program vaksinasi terhadap bayi, balita, dan anak pun gencar digalakkan di banyak negara, demi membangun generasi penerus bangsa yang sehat berdaya.

  • Tak terkecuali di Indonesia, pemerintah pun mencanangkan Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dengan mewajibkan pemberian imunisasi dasar, khususnya terhadap bayi dan balita. Imunisasi dasar ini terdiri atas lima vaksin, yaitu polio, BCG (untuk penyakit TBC), hepatitis B, DTP (Difteri Tetanus Polio), dan campak. Kelima vaksin ini disediakan pemerintah dengan biaya murah, bahkan cuma-cuma. Lima vaksin ini diwajibkan mengingat tingkat kematian tinggi yang disebabkan oleh ketujuh penyakit tersebut di Indonesia.

  • Di luar itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menetapkan rekomendasi vaksin dan jadwal pemberiannya, dengan cakupan vaksin yang lebih banyak dari program PPI. Penyakit-penyakit yang belum termasuk ke dalam PPI ini, di masa mendatang, diproyeksikan akan masuk menjadi imunisasi dasar cakupan program pemerintah karena juga tinggi prevalensinya di Indonesia.

  • Sayang, tidak sedikit orangtua yang memilih untuk tidak mengikuti program imunisasi dengan baik, bahkan memutuskan tidak memvaksinasi buah hatinya sama sekali! Alasan mereka pun beragam, mulai dari kekhawatiran akan keamanan vaksin, risiko yang ditimbulkan setelah pemberian vaksin, mahalnya biaya vaksinasi rutin jika memilih semua vaksin, hingga berdalih atas nama dalil pemuka agama tertentu atau prasangka bahwa vaksinasi adalah upaya konspirasi kalangan tertentu untuk menaklukkan dunia. Padahal, vaksin yang beredar saat ini telah dijamin keamanan dan kehalalannya oleh badan tersertifikasi. Pemberiannya pun telah diatur sedemikian rupa melalui jadwal terpercaya disertai pengawasan berkala oleh badan kesehatan nasional dan dunia.

  • Jika Anda masih ragu untuk memvaksinasi anak, cermati dulu risiko-risiko berikut yang dapat terjadi di kemudian hari.

  • Rentan terkena penyakit berbahaya yang mengancam jiwa

  • Anda tentu berusaha keras untuk menciptakan hidup dan lingkungan yang sehat bagi keluarga tercinta. Namun, sanitasi dan higienitas tinggi tidaklah mutlak menjamin anak-anak untuk otomatis aman dan terlindungi dari penyakit. Vaksin akan memberikan kekebalan tubuh spesifik terhadap penyakit-penyakit tertentu, khususnya yang berbahaya, berpotensi menimbulkan kecacatan, dan mematikan. Jikalau nantinya anak Anda terserang penyakit tersebut, kekebalan yang diberikan melalui vaksin akan menekan berkembangnya penyakit tersebut sehingga anak lebih cepat sembuh dan mengalami efek sekecil mungkin, serta jauh dari ancaman kehilangan nyawa.

  • Advertisement
  • Penularan penyakit kepada orang lain

  • Vaksinolog Indonesia, Dirga Rambe, menegaskan bahwa vaksinasi bukan hanya kewajiban individu, tetapi juga kewajiban sosial. Anak yang sakit dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain, terutama sesama anak yang kekebalan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Akibat lebih luas, jika banyak anak yang melewatkan vaksinasi dalam sebuah daerah, penyakit akan tersebar luas sehingga terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau bahkan wabah. Ini adalah ancaman besar bagi negara. Generasi penerus akan kehilangan kebahagiaan dan masa depan karena cacat bahkan meninggal dunia akibat serangan penyakit-penyakit berbahaya. Ego besar dan salah kaprah Anda dapat berujung bagi kerugian besar bangsa ini, pertimbangkanlah baik-baik!

  • Segera carilah info selengkap mungkin mengenai vaksinasi dari sumber terpercaya. Konsultasikan kepada dokter anak atau tenaga kesehatan lain di daerah Anda mengenai jadwal pemberiannya. Lengkapi dan kejar imunisasi si Kecil, jika ada yang terlewat atau belum diberikan. Sedia payung sebelum hujan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kesehatan dan nyawa anak jauh lebih berharga untuk diperjuangkan, bukan?

  • Sumber artikel
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Risiko yang timbul jika Anda tidak memberi anak imunisasi

Tidak sedikit orangtua yang memilih untuk tidak memvaksinasi buah hatinya. Masa depan generasi penerus bangsa sedang dipertaruhkan. Apa saja risikonya jika anak tidak divaksinasi? Cermati penjelasannya berikut ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr