Apakah anak selalu menjadi korban ketika orangtua bercerai?

Ketika Anda mampu berpikir positif dan tidak mudah menyerah, maka Anda pasti akan mampu menemukan solusi untuk mengatasi pernikahan yang tidak lagi harmonis.

1,444 views   |   10 shares
  • Banyak anak dari orangtua bercerai tumbuh dengan masalah emosi dan kepribadian, hal ini merupakan wujud nyata atas dampak perceraian yang harus bisa dihindari oleh setiap orangtua. Perceraian sendiri menurut sebagian orang menjadi satu-satunya jalan terbaik untuk mengatasi hubungan pernikahan yang tidak lagi harmonis. Namun mereka kadang tidak menyadari resikonya, di mana anak-anaklah yang justru menjadi korban utama.

  • Mungkin sebagian dari Anda kerap bertanya, "Apakah betul anak yang akan menjadi korban ketika orangtua bercerai?" Berbagai argumen mungkin akan Anda coba lontarkan seperti, "Tidak mengapa bercerai asalkan anak-anak tetap memperoleh perhatian dari kami berdua" atau "Perceraian ini demi anak-anak agar terhindar dari pengaruh buruk pasangan Anda." Alasan-alasan tersebut memang sekilas nampak logis, tetapi di balik setiap alasan untuk mengakhiri pernikahan "jika Anda mau jujur" pasti akan meninggalkan rasa sakit hati serta kekecewaan, tidak hanya bagi diri Anda, tetapi juga anak-anak dan mungkin juga anggota keluarga yang lain.

  • Apa yang harus Anda lakukan ketika merasa putus asa dengan pernikahan Anda?

  • Setiap orang memiliki permasalahan masing-masing, sehingga cara untuk mengatasinya pun pasti berbeda. Akan tetapi, ketika Anda telah sampai pada titik akhir kesabaran Anda dan Anda telah putus asa, coba renungkan hal-hal berikut:

    1. Apakah Anda sudah yakin dengan keputusan untuk bercerai, atau itu hanya karena emosi sesaat Anda?

    2. Apakah Anda yakin dengan bercerai Anda akan merasa lebih bahagia, tapi di sisi lain ada hal-hal lebih penting yang harus Anda korbankan?

    3. Apakah Anda sudah mempertimbangkan masak-masak dampak dari perceraian terhadap perkembangan emosi dan psiko sosial anak-anak Anda?

    4. Sudahkah Anda memikirkan sangsi sosial yang mungkin akan Anda terima karena menyandang predikat bercerai?

    5. Mungkin Anda berpikir bahwa dengan bercerai segala penderitaan yang saat ini sedang Anda alami akan segera berakhir. Namun, perlu Anda ketahui bahwa perceraian tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Anda boleh lari dari kenyataan, tetapi bagaiamana cara Anda menyelesaikan persoalan, jika hal tersebut belum tuntas, maka sepanjang hidup hal tersebut akan terus "menghantui" kehidupan Anda.

  • Ya, anak-anaklah yang akan menjadi korban dari setiap perceraian yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Anak-anak tidak perlu mengetahui alasan pasti mengapa Anda berdua memutuskan untuk bercerai, yang mereka tahu dengan perceraian tersebut sudah merampas hak-hak mereka untuk merasa bahagia, memperoleh perhatian serta kasih sayang dari kedua orangtuanya serta kesempatan untuk tumbuh dalam keluarga bahagia yang penting bagi keberhasilan mereka di masa yang akan datang.

  • Advertisement
  • Lalu apa yang harus saya lakukan?

  • Anda berdua perlu konsekuen dengan komitmen yang telah Anda buat sebelum menikah, sebab pernikahan merupakan tempat terbaik bagi Anda untuk mengembangkan potensi diri. Perceraian bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi segala persoalan. Ketika Anda mampu berpikir positif dan tidak mudah menyerah, maka Anda pasti akan mampu menemukan solusi untuk mengatasi pernikahan yang tidak lagi harmonis.

  • Sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris mengatakan, "Choose what you love and love what you choose", artinya Anda diharapkan mampu memilih pasangan yang betul-betul Anda cintai dan kemudian mencintainya dengan sepenuh hati sebagai bentuk tanggung jawab atas pilihan Anda.

  • Pernikahan bukanlah sebuah lembaga yang bisa dipermainkan dengan seenaknya. Dalam pernikahan Anda berdua telah berjanji baik di hadapan negara dan terlebih di hadapan Tuhan untuk terikat sehidup semati dalam suka maupun duka.

  • Menyadari tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti kondisi yang saat ini sedang Anda alami. Namun, percayalah bahwa perceraian tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Anda tidak boleh lepas tangan dari tanggung jawab yang sudah Anda miliki. Ketika beban hidup Anda terasa berat, berusahalah untuk bertahan hingga akhir dan semakin dekatkan diri kepada Tuhan. Ketahuilah, "Piala kemenangan hanya diberikan kepada mereka yang mampu mencapai garis akhir dalam setiap perlombaan."

Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Apakah anak selalu menjadi korban ketika orangtua bercerai?

Ketika Anda mampu berpikir positif dan tidak mudah menyerah, maka Anda pasti akan mampu menemukan solusi untuk mengatasi pernikahan yang tidak lagi harmonis.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr