3 kesalahan yang dapat menghancurkan rumah tangga Anda

Jangan melakukan kesalahan ini demi mempertahankan keutuhan rumah tangga dan keluarga Anda.

1,003 views   |   2 shares
  • Kesalahan adalah wajar dalam sebuah pernikahan. Tidak ada hal yang sempurna. Tetapi ada beberapa kesalahan yang tidak dapat dikembalikan ke situasi semula. Pilihan terbaiknya adalah mencari solusi untuk hasil yang lebih baik. Jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya upaya, pernikahan Anda berada dalam kondisi yang tidak baik.

  • Pernikahan pertama saya mengajarkan banyak hal. Di antara hal-hal tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari membuat kesalahan yang sama kedua kalinya adalah mengakui ketika saya membuat kesalahan, mengerti mengapa saya melakukannya, dan menyadari bahwa itu adalah sebuah kesalahan.

  • Banyak dari kita melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang, dan kita menyadarinya. Tetapi yang kita tidak sadari adalah saat kita melakukannya berulang kali, lagi dan lagi, di saat itulah kita telah menyakiti hati pasangan dan anak-anak kita.

  • Jika Anda menemukan diri Anda melakukan kesalahan yang sama, cobalah untuk introspeksi diri dan berpikir lebih dalam. Apakah kesalahan itu akan berdampak pada keutuhan rumah tangga dan kebahagiaan keluarga Anda kelak?

  • Apa saja kesalahan-kesalahan itu?

  • Kebohongan

  • "Saya hanya mengatakan kebohongan putih. Dia tidak pernah akan tahu." Pernyataan itu belum tentu benar. Ada situasi di mana Anda memberi tahu pasangan Anda "bohong putih" setelah Anda merasionalisasikan mengapa bohong itu diterima dan lolos begitu saja. Sering kali, kebenaran akan menang. Dan ketika itu terjadi, pasangan Anda akan merasa tertipu dan yakin bahwa Anda telah berbohong tentang hal-hal lain selama pernikahan.

  • Anda menciptakan ruang keraguan dan membuat pasangan tidak percaya kepada Anda. Begitu pula anak-anak Anda, mereka dapat merasakan dan menangkap sinyal-sinyal yang buruk tentang kondisi orangtuanya. Mereka dapat melihat, mendengar dan merasakan ketidakpastian dan kekhawatiran dari hubungan orangtuanya. Dan bisa saja mereka belajar sesuatu yang keliru dari perilaku Anda, bahwa berbohong adalah solusi untuk menyelesaikan masalah.

  • Asumsi

  • Jangan pernah menganggap bahwa yang bertanggung jawab hanyalah satu orang saja. Setelah Anda menikah (dan memiliki anak), maka semua hal yang terjadi dalam pernikahan adalah tanggung jawab kedua belah pihak. Ada beberapa pernikahan yang membagi tugas, suami bertanggung jawab akan hal ini, begitu pula istri. Dan terkadang porsinya tidak seimbang, tapi ini sesuai kebijaksanaan masing-masing keluarga. Namun sangat tidak masuk akal ketika salah satu menuntut yang lain untuk bertanggung jawab akan semua hal. Buat apa menikah jika tidak ada kerja sama antara suami dan istri?

  • Advertisement
  • Salah satu contoh, jika Anda sudah mempunyai anak, pasangan harus terlibat dalam proses tumbuh kembang anak, dalam setiap aktivitas anak. Bersama-sama mengerjakan pekerjaan anak dan memposisikan sebagai sahabat terbaik anak. Jika salah satu orangtua menganggap bahwa tugas dalam mendidik anak adalah tugas salah satu pihak, hubungan orangtua itu sendiri dengan anak akan renggang. Anak-anak tidak akan merasa nyaman jika sedang bersama orangtuanya karena merasa salah satu orangtuanya tidak punya waktu untuk dirinya. Ingat rumah tangga bukan terdiri dari orangtua tunggal, melainkan berdua yaitu Anda dengan pasangan Anda.

  • Sikap tidak hormat

  • Ini umum terjadi ketika kondisi dalam emosi tidak stabil karena masing-masing berinteraksi dengan orang berbeda, sehingga banyak hal yang mempengaruhi kondisi masing-masing. Jika kita merasa kondisi kita tidak stabil, alangkah baiknya kita menjauh dulu, jika memang tidak ingin diusik oleh pasangan. Atau alangkah baiknya jika apa yang kita rasakan, kita ceritakan pada pasangan. Daripada tanpa disadari saat sedang emosi, Anda akan melampiaskannya pada pasangan Anda dan menghina pasangan dengan kata-kata yang seolah-olah tidak menghormatinya sebagai pasangan hidup Anda. Karena ketika hal itu sampai terjadi, maka yang tersisa hanyalah sakit hati dari pasangan Anda.

  • Inilah beberapa kesalahan umum yang banyak terjadi dalam pernikahan. Sekali lagi kesalahan-kesalahan ini adalah normal. Tetapi jika kita sudah komitmen dalam sebuah pernikahan, kita berjanji sehidup semati dengan pasangan, berbagi suka dan duka, dan sama-sama bertumbuh menjadi lebih baik. Maka hal utama yang harus Anda pelajari dan lakukan adalah saat Anda membuat kesalahan. Anda tidak akan melakukannya lagi kemudian hari. Dalam pernikahan, tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan yang sama kedua kali.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Irni Fatma Satyawati dari artikel asli berjudul 3 mistakes that can ruin your marriage oleh Mayra Bitsko.

Baca, hidupkan, bagikan!

Mayra Bitsko is a freelance writer, the author of A Second Chance and The Past Beckons and holds a master's degree in business administration-accounting.

3 kesalahan yang dapat menghancurkan rumah tangga Anda

Jangan melakukan kesalahan ini demi mempertahankan keutuhan rumah tangga dan keluarga Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr