Kisah ajaib tentang pelukan seorang ibu yang mampu menyelamatkan nyawa putranya

Dokter mengatakan bahwa ia dan timnya telah melakukan segala hal untuk menyelamatkan si bayi, namun pada akhirnya, yang benar-benar membuatnya hidup adalah intuisi si ibu.

610 views   |   8 shares
  • Berhasil mengandung bayi kembar, setelah tiga tahun berusaha keras memiliki anak, dianggap sebagai keajaiban bagi pasangan Kate dan David Ogg. Mereka tak pernah tahu bahwa hal yang benar-benar ajaib, baru terjadi beberapa saat setelahnya.

  • Kate melahirkan anak kembarnya di usia kandungan 26 minggu, lebih cepat 14 minggu dari hari perkiraan lahirnya.

  • Meskipun pengalaman prematur ini cukup mengerikan bagi pasangan Ogg, kebahagiaan tetap menyambut mereka saat diberitahu bahwa bayi kembarnya adalah laki-laki dan perempuan.

  • Namun riuh rendah kebahagiaan di ruang bersalin tak berlangsung lama. Dokter menemukan kejanggalan dan mulai fokus memperhatikan si bayi lelaki.

  • "Sudahkah kalian memikirkan nama untuk anak lelakinya?" tanya dokter kandungan usai melakukan berbagai tindakan pada bayi itu selama 20 menit. "Jamie," Adalah respon yang diberikan orangtuanya. Dokter itu kemudian duduk di tepian tempat tidur, lalu dengan perlahan menyampaikan berita buruk yang terdengar seperti keruntuhan dunia, di telinga pasangan Ogg. "Jamie tidak berhasil. Kami kehilangan dia."

  • Tenggelam dalam duka, David pingsan di sebelah Kate yang langsung merebut putranya dari tangan dokter, dan meminta setiap orang pergi meninggalkan ruang bersalin.

  • "Saya minta David untuk segera membuka pakaiannya, lalu ikut naik ke atas ranjang bersama saya, karena tubuh bayi ini amat dingin, dan saya ingin menghangatkannya. Saya ingin ia, semaksimal mungkin, dikelilingi panas tubuh agar kembali hangat dan hidup lagi." ujar Kate Ogg dalam wawancara video.

  • Kejadian selanjutnya tak bisa dipercaya. Kedua orangtua baru ini terus menempelkan kulit si kecil Jamie pada kulit tubuh mereka, mereka terus menekan tubuh mungil itu, lalu mengatur agar kepala kecilnya bisa mendengar detak jantung Kate. Pasangan ini terus berusaha menghangatkan Jamie sambil menangis terisak, dan bercerirta pada Jamie mengenai saudara kembarnya, Emily, yang kini sebatang kara. Mereka berusaha menyampaikan pada Jamie bahwa Emily akan baik-baik saja, dan keduanya bahkan meminta Jamie untuk menjaga saudara perempuannya itu.

  • Di momen yang menyedihkan itu, Kate dan David menjelaskan rencana besar keduanya untuk Jamie di masa depan. Mereka menjelaskan dengan rinci mengenai seluruh anggota keluarga besarnya, dan membuat begitu banyak jani-janji jika Jamie mau tetap hidup.

  • Dua orang yang sedang berduka dan tenggelam dalam air mata itu mendadak merasakan sesuatu: gerakan kecil dari Jamie. Ia bergerak, dan bahkan bernafas! Pasangan Ogg terus mengencangkan pelukan, dan menjaga kulit jamie agar terus menempel dengan kulit tubuh keduanya, sepanjang waktu.

  • Advertisement
  • Kemudian, momen yang lebih menakjubkan pun terjadi, Jamie membuka kedua matanya dan tangan mungilnya meraih jemari David. Hal ini mungkin merupakan kejadian biasa, ya, hanya seorang bayi prematur amat mungil yang baru saja meraih ujung jemari tangan ayahnya. Namun untuk Kate dan David, gerakan kecil itu berarti seluruh dunia bagi keduanya. Jamie kemudian menyenderkan kepalanya di dada Kate dan memandangi ayahnya.

  • "Kejadian itu adalah sesuatu yang amat menakjubkan bukan kepalang yang pernah terjadi," menurut Kate.

  • Kate menjelaskan bahwa kejadian ajaib si bayi Jamie yang berhasil hidup kembali, disebabkan oleh sentuhan kulit bayi dengan kulit tubuh orangtuanya. Panas tubuh Kate dan David memberikan waktu yang dibutuhkan Jamie untuk berjuang mendapatkan hidupnya.

  • Pasangan Ogg kemudian meyakini untuk melanjutkan sentuhan kulit dengan bayi-bayinya saat mereka diperbolehkan keluar dari rumah sakit. "Kami tak pernah berhenti menyentuh mereka sejak momen pertama kami sampai di rumah," kata Kate. "Kami jadi memahami nilai penting dari kontak antar tubuh dan kulit, hal ini bahkan menyelamatkan nyawa Jamie."

  • Jamie dan Emily Ogg kini telah berusia 5 tahun, dan bahkan memiliki seorang adik bernama Charlie. Kate baru-baru ini menceritkan kisah ajaib kelahiran mereka, kepada si kembar. Mendengarnya, Emily menangis dan terus memeluk Jamie. Charlie, si bungsu, gemar menceritakan kisah itu dengan cara berbeda, kata Kate dalam wawancaranya dengan Daily Mail.

  • "Charlie selalu bilang: "Waktu aku lahir sih aku gemuk, tapi kakak kembarku sangat kurus. Jamie bahkan meninggal. Meski sekarang ia sudah hidup lagi."" Papar Kate.

  • Jamie mungkin adalah keajaiban terhebat bagi keluarga Ogg. Kini, si bayi yang pernah meninggal itu, tidak memiliki masalah kesehatan apapun dan hidup bahagia sampai sekarang usianya sudah lima tahun.

  • Kejadian ini kemudian menginspirasi keluarga Ogg untuk menjalankan komunitas online untuk mengumpulkan donasi bagi bayi baru lahir, yang premature juga mengidap penyakit. Sambil, tentunya, merawat ketiga putra putri mereka dengan keyakinan penuh, bahwa pelukan juga kasih sayang merupakan kunci utama orangtua dalam membesarkan anaknya.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Yasmina Hasni dari artikel asli berjudul Her baby died in birth but this mother"s powerful hug miraculously brought him back oleh Amberlee Lovell.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Amberlee is the English content manager for FamilyShare.com. She received her bachelor's degree in communication/journalism. Besides her family, there is almost nothing that makes her happier than baby foxes.

Kisah ajaib tentang pelukan seorang ibu yang mampu menyelamatkan nyawa putranya

Dokter mengatakan bahwa ia dan timnya telah melakukan segala hal untuk menyelamatkan si bayi, namun pada akhirnya, yang benar-benar membuatnya hidup adalah intuisi si ibu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr