Perhatian! Para Orang Dewasa, Hati-Hati dengan Ucapan Anda

Mungkin memang benar, sekolah mengajarkan anak-anak untuk berbicara dengan bahasa tertata, baik dan benar, tetapi kita, para orang tualah yang mendidik mereka tentang bagaimana menjaga perkataan mereka.

3,551 views   |   0 shares
  • Beberapa hari yang lalu adik saya yang mengelola usaha penyewaan PlayStation menceritakan sebuah kejadian yang membuat saya prihatin. Pengunjung penyewaan PlayStation adik saya hampir semuanya adalah anak-anak. Pada suatu kali ada seorang anak kecil yang baru duduk di kelas 1 SD bermain sebuah game dan yang mengagetkan adik saya adalah ketika dia memberi nama salah satu tokoh yang dia mainkan. Nama yang dia berikan adalah sebuah kata dalam bahasa jawa yang sangat tidak senonoh. Langsung saja adik saya menegur anak itu dan menyuruhnya mengganti nama yang dia pakai. Dan ketika adik saya bertanya apakah anak itu tahu arti kata yang dia pakai sebagai nama itu, jawabannya sungguh membuat prihatin. Anak tersebut mengatakan dia tidak tahu artinya, dia hanya sering mendengar ayahnya serta kakak laki-lakinya melontarkan kata-kata itu, baik ketika sedang bercanda maupun sedang marah.

  • Pada kesempatan lain, saya pernah pergi ke sebuah warnet, yang sekaligus menyediakan gamenet. Dan saya hanya bertahan selama 10 menit berada di sana. Mengapa? Karena selama sepuluh menit itu telinga saya sudah cukup panas mendengar kata-kata makian yang tidak senonoh dari para pengguna gamenet yang hampir semuanya adalah anak-anak. Ketika mereka menang mereka memaki, ketika kalah apalagi. Bahkan mereka saling berbicara satu sama lain dengan selingan beberapa kata makian. Pernah juga saya mempunyai murid les yang suka berteriak-teriak dengan kasar, terutama ketika keinginannya tidak dituruti. Selidik punya selidik, ternyata orang tuanya melakukan hal sama. Bahkan banyak anak kecil yang berpikir bahwa berani berkata-kata kotor adalah hal yang keren untuk dilakukan. Karena mereka melihat para orang dewasa melakukannya.

  • Mulut adalah suatu karunia yang luar biasa yang Tuhan berikan bagi kita. Tetapi jika kita tidak bijaksana mengendalikannya, itu bisa menjadi batu sandungan bahkan jurang bagi orang lain, terutama mereka, anak-anak , yang belum bisa menyaring dengan baik mana kata-kata yang baik mana kata-kata yang buruk. Terkadang tanpa kita sadari, sebagai orang dewasa kita lepas kendali terhadap mulut kita. apalagi ketika bertemu dengan sesama orang dewasa. Mungkin memang benar, sekolah mengajarkan anak-anak untuk berbicara dengan bahasa tertata, baik dan benar, tetapi kita, para orang tualah yang mendidik mereka tentang bagaimana menjaga perkataan mereka. Dan ajaran yang terbaik diberikan melalui teladan bukan hanya dari orang tua, tetapi para orang dewasa yang belum menjadi orang tua pun, memiliki tanggung jawab untuk menjaga perkataan mereka. Tanpa kita sadari, banyak anak-anak di sekitar kita yang melihat, dan kemungkinan besar akan mencontoh perkataan kita. Hal ini juga berlaku ketika kita menggunakan jejaring sosial di dunia maya. Saya baru tahu beberapa hari terakhir ini bahwa beberapa mantan murid bimbel yang dulu saya kelola ternyata mengikuti status saya di jejaring sosial facebook. Dan saya bersyukur karena selama ini saya tidak pernah menggunakan kata-kata kasar ataupun memaki dalam status saya.

  • Advertisement
  • Mari sebagai orang dewasa kita membiasakan untuk menggunakan perkataan yang baik, membangun, dan sopan baik itu dalam percakapan kita sehari- hari maupun ketika kita berjejaring sosial di dunia maya. Agar itu bisa menjadi teladan dan pengaruh yang baik bagi anak-anak di sekitar kita.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

It is my sincere desire and hope that my writing will positively influence readers, and help them be better and happier.

Perhatian! Para Orang Dewasa, Hati-Hati dengan Ucapan Anda

Mungkin memang benar, sekolah mengajarkan anak-anak untuk berbicara dengan bahasa tertata, baik dan benar, tetapi kita, para orang tualah yang mendidik mereka tentang bagaimana menjaga perkataan mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr