Yuk, kita latih si kecil menjadi penulis hebat

Lahirnya generasi baru sastra Indonesia kini di tangan Anda. Latih si kecil menjadi seorang penulis hebat, meskipun ia belum bisa membaca dan menulis huruf serta kata sekalipun. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

294 views   |   2 shares
  • Menjadi seorang penulis adalah salah satu profesi yang digemari kebanyakan orang. Menuangkan ide dan pikiran menjadi artikel, cerita, novel, atau blog yang menarik perhatian pembaca, tentu perlu teknik tertentu. Namun, tahukah Anda, kita bisa melatih si kecil menjadi seorang penulis handal sejak dini, meskipun ia belum bisa membaca dan menulis huruf serta kata sekalipun? Simak langkah-langkahnya berikut ini untuk mencetak calon generasi emas sastra Indonesia berikutnya!

  • Usia prasekolah

  • Masa usia prasekolah (3-6 tahun) adalah masa emas perkembangan otak anak, di mana ia dapat menyerap informasi secepat spons menyerap air. Di sinilah kita patut mengarahkan si kecil untuk bereksplorasi dengan lautan ide dan imajinasi. Caranya pun tak rumit. Mulailah dengan memperkenalkannya berbagai cerita menarik, melalui kebiasaan mendongeng. Bukankah seorang penulis yang baik adalah seorang pencerita ulung? Meskipun ia belum menguasai teknik membaca dan menulis, Anda dapat merangsang sel-sel otaknya dengan memberikan kesempatan pada si kecil untuk beropini. Tanyakan siapa tokoh favoritnya, karakter para tokoh dalam cerita, apa yang menarik dari cerita tersebut, atau biarkan ia membuat cerita dengan versinya sendiri. Penting bagi kita untuk membuka diri akan segala imajinasi tak terbatas dari si pendongeng cilik ini. Banyak novel hebat lahir dari khayalan masa kecil, bukan?

  • Usia sekolah dasar

  • Si Kecil kini sudah mulai dapat membaca, menulis, bahkan menggambarkan ilustrasi cerita sesuai keinginannya. Saatnya perkenalkan jejaring ide (mind map) untuk merancang sebuah cerita dengan kelengkapan yang lebih kompleks. Jejaring ide akan mempermudah lautan ide dalam benaknya menjadi kepingan-kepingan cerita yang lalu disatukan dengan alur yang teratur. Satu hal yang menjadi salah kaprah dalam pelajaran menulis secara formal, penulis lebih disorot pada tata bahasa, penggunaan tanda baca, huruf kapital, dan aneka hal teknis lainnya. Akibatnya, isi tulisan menjadi kaku. Benar secara teori kebahasaan, namun tak menarik pembaca untuk bertahan hingga kata terakhir.

  • Budayakan membaca sejak dini dengan jenis bacaan beragam, baik fiksi maupun non fiksi. Memberi asupan otak dengan berbagai sumber ide akan memperkaya isi tulisan mereka. Kala menginjak praremaja, anak sudah dapat memahami konsep idiom dan penggunaan bahasa pergaulan. Biarkan mereka mengulik lebih banyak, dengan pendampingan Anda untuk menyaring makna-makna yang tidak sesuai dengan norma atau usia mereka.

  • Advertisement
  • Tak ada salahnya pula jika si Kecil mulai mengikuti kompetisi atau mengirimkan karyanya ke berbagai media. Tanamkan pada dirinya, meskipun ia tidak menjadi yang terbaik, keberanian untuk menyebarkan karyanya adalah bukti percaya diri yang patut diapresiasi.

  • Usia remaja

  • Pada masa ini, minat si penulis cilik sudah mulai mengerucut. Ia sudah paham benar apa yang disukainya dan umumnya ia akan menulis dengan semangat mengenai topik favoritnya. Asah kemampuan lain untuk menunjang karyanya, seperti desain grafis sederhana, blogging, atau membuat video. Ajak ia untuk mengikuti pelatihan singkat menulis, menjadi reporter lepas, atau menerbitkan karyanya dalam blogmaupun penerbit online yang memberlakukan print on demand.

  • Bagi kalangan remaja, menjadi eksis adalah suatu prestasi tersendiri. Berikan keleluasaan baginya untuk mempromosikan karyanya melalui media sosial, dengan catatan Anda tetap mengawasinya dari segala hal yang tidak patut. Fasilitasi juga keinginannya untuk berkenalan dengan penulis favoritnya. Kata-kata sakti dari sang idola adalah senjata ampuh bagi motivasi menulisnya.

  • Beberapa orangtua mungkin masih memandang bahwa profesi menulis adalah sekedar hobi atau pekerjaan sampingan belaka. Berikan pandangan pada anak Anda dengan menyelami kemungkinan berkarier sebagai penulis dan jalan menuju pencapaiannya melalui jalur akademis serta lapangan kerja yang tersedia baginya di masa mendatang.

  • Hal penting yang perlu selalu ditunjukkan adalah dukungan tulus kita kepada si Kecil atas segala usaha dan karyanya. J.K. Rowling pun pernah mengalami masa kelam sebelum akhirnya melahirkan Harry Potter yang fenomenal. Dorongan tak henti saat kegagalan menghampiri, tentulah menjadi asa bagi lahirnya karya yang kelak selalu dikenang.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Yuk, kita latih si kecil menjadi penulis hebat

Lahirnya generasi baru sastra Indonesia kini di tangan Anda. Latih si kecil menjadi seorang penulis hebat, meskipun ia belum bisa membaca dan menulis huruf serta kata sekalipun. Ikuti langkah-langkahnya berikut ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr