Jatuh cinta pada si dia yang duda, salahkah?

Jatuh cinta bisa terjadi pada setiap orang, dan kepada siapa pun. Termasuk kepada mereka yang sudah pernah menikah, namun ditinggalkan oleh pasangannya. Lalu jika kita yang berada dalam posisi tersebut, bagaimana menghadapinya?

3,106 views   |   9 shares
  • Jatuh cinta memang tak bisa disangka-sangka. Tidak ada yang tahu kapan dan dengan siapa. Tidak salah pula jika Anda jatuh cinta kepada seorang laki-laki yang berstatus duda. Namun, yang menjadi kendala adalah saat Anda harus memasuki kehidupannya (apalagi jika si dia sudah mempunyai anak) dan bagaimana pula Anda memperkenalkannya kepada keluarga.

  • Seorang duda jelas punya pengalaman sebagai suami. la pernah menjalin hubungan pernikahan dengan seorang istri dan kadang kala pengalaman tersebut memiliki sisi positif. Jika suatu saat mengahadapi permasalahan ia sudah memilki pengetahuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Anda pun sebenarnya beruntung, karena ia pasti belajar dari kegagalannya sehingga kemungkinan Anda akan mendapatkan pria yang lebih baik lagi.

  • Biasanya duda lebih berumur, kemungkinan besar juga mapan. Jika Anda memang ingin keseriusan, boleh jadi merekalah orangnya. Namun jangan senang dulu. Ia pun manusia yang punya kekurangan. Bila ia cerai karena istrinya meninggal, jangan salahkan ia jika menuntut Anda untuk bersikap seperti mendiang istrinya. Atau paling tidak di saat-saat tertentu, ia lupa memanggil nama Anda dengan nama istrinya dulu. Jangan keburu tersinggung pahamilah itu sebagai lupa.

  • Apalagi ia punya anak, biasanya anak-anak tidak menyukai orang baru yang akan menjadi ibunya. Anda harus pahami hal tersebut. Anda dituntut untuk bisa mencintai mereka seperti anak kandung Anda sendiri. Sama seprti menikah dengan pria bujangan, Anda akan memasuki keluarga baru. Akan selalu ada yang pro dan kontra. Tinggal bagaimana Anda membawa diri dan mengambil hati keluarganya. Menjalin asmara dengan seorang duda, sebenarnya tidak begitu masalah. Tetapi jika kekasih kerap membandingkan Anda dengan almarhumah istrinya, jadinya melelahkan sekali, ya?

  • Menurut Irma Makarim, jika kekasih sering melakukan hal tersebut, ini menunjukkan ikatan yang kuat antara dia dan almarhumah. Mungkin ia butuh waktu lama mengobati duka kehilangan istri dan kenangan manisnya bersama almarhumah. Namun tidak etis jika kekasih membandingkan Anda dengan almarhumah istrinya. Ini menunjukkan ia kurang menghargai Anda. Bila ia melakukannya kini, bisa jadi terus dilakukannya setelah menikah. Sebaliknya, jangan meremehkan diri sendiri.

  • Tunjukkan kepada mereka bahwa Anda jauh lebih baik dalam segala hal daripada istri sebelumnya. Bukan berarti mengolok-olok citra istri lama di keluarganya. Misalnya istri lama kurang pandai memasak, jadikan itu sebagi pijakan untuk "menjual diri" Anda. Toh untungnya juga untuk Anda, selain disayang keluarga suami juga disayang suami tentunya.

  • Advertisement
  • Jangan lupakan hubungan si anak dengan keluarga mantan istrinya. Anda dituntut untuk bisa berbaur di sana. Pada posisi ini pasti akan ada tekanan yang kuat. Tapi percayalah bahwa semua itu pasti akan Anda lewati dengan keteguhan cinta Anda dan pasangan.

  • Sedangkan menurut Psikolog Monty Satiadarma, terkadang kita sulit mengakui kelebihan orang lain, apalagi jika dibandingkan dengan Anda. Tetapi, mungkin Anda belum menyadari, bahwa Anda telah berbuat mulia. Kesediaan Anda mendengarkan keluh kesahnya adalah perbuatan baik baginya. Tanpa itu, mungkin kekasih merasa hampa. Dan, Anda telah mengisi kehidupannya saat ini.

  • Mungkin masa yang Anda berdua habiskan belum cukup lama dan layak jadi tolok ukur untuk saling mengerti. Ada kalanya, pasangan butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri. Kesabaran adalah kuncinya. Tidak ada salahnya sesekali Anda bertanya padanya sisi positif Anda. Mungkin ini akan menyadarkannya bahwa ia memilih Anda karena kualitas dan keunggulan tertentu.

  • Anda memang harus berpikir berkali-kali sebelum menikahinya. Meski sekarang zaman sudah semakin maju, masih banyak orang yang melihat wanita yang menikah dengan duda dengan tatapan negatif. Jangan ambil pusing dengan pikiran orang lain, asalkan Anda yakin ia orang yang bertangung jawab dan baik, just go ahead. Tunjukkan pula kalau apa yang mereka pikirkan itu salah. Tunjukkan kepada mereka kalau Anda juga bisa bahagia menikah dengan duda.

  • Mungkin hal ini yang akan menjadi masalah dalam keluarga besar Anda. Orangtua pasti menginginkan calon suami yang setara dengan Anda salah satunya dalam status. Mereka pasti khawatir jika hal-hal di atas akan terjadi pada Anda. Bagaimana jika Anda tidak disukai oleh anak dari calom suami Anda, bagaimana Anda bisa menjalin hubungan yang baik dengan mantan istri dan keluarganya. Semua itu harus Anda jelaskan dan buktikan kepada keluarga bahwa Anda benar-benar yakin dengan pilihan Anda dan siap dengan semua risikonya.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jatuh cinta pada si dia yang duda, salahkah?

Jatuh cinta bisa terjadi pada setiap orang, dan kepada siapa pun. Termasuk kepada mereka yang sudah pernah menikah, namun ditinggalkan oleh pasangannya. Lalu jika kita yang berada dalam posisi tersebut, bagaimana menghadapinya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr