Berhati-hati menimbang sebelum memutuskan. Ini langkah-langkahnya

Bila Anda ingin mengambil keputusan tetapi mengalami kesulitan karena terlalu banyak pertimbangan atau informasi, maka hari ini adalah hari baik Anda, karena saya akan membicarakan tentang itu.

595 views   |   2 shares
  • Setiap hari kita membuat keputusan, seperti keputusan untuk pindah pekerjaan, pindah rumah, beli mobil, pindah agama, pindah sekolah, menurunkan berat badan, menonton, menikahi seseorang dan lain-lain. Ada keputusan yang dapat diambil sendirian, ada yang harus dibicarakan dengan orang lain.

  • Beberapa hal yang perlu diingat dalam mengambil keputusan:

    • Biasanya kita membuat keputusan karena ingin memecahkan masalah. Tetapi membuat keputusan untuk memecahkan masalah yang tak bermasalah itu tidak ada. Anda tidak mungkin mengiris tempe sedemikian tipisnya sehingga tidak memiliki dua sisi. Setiap keputusan selalu membawa masalah dan tanggung jawab baru, seperti Anda mengangkat ujung sebuah tongkat, tidak mungkin meninggalkan ujung lain tongkat itu. Keputusan yang baik adalah keputusan yang masalahnya dapat Anda atasi.

    • Sebelum keputusan diambil, hendaknya dilakukan secara demokratis, tetapi setelahnya keputusan harus dijalankan secara absolut. Terutama bila keputusan tersebut melibatkan banyak individu, maka libatkan mereka semua untuk mengambil keputusan. Tetapi bila keputusan sudah diambil, maka semua wajib mematuhinya, tanpa ada perkecualian dan tidak harus ada tawar menawar lagi.

    • Belum tentu masalah disebabkan oleh sistem atau keadaan, mungkin juga individu yang terlibat menjadi sumber masalahnya. Makin banyak ivdividu yang terlibat makin sulit mengambil keputusan, tetapi jangan harap sebuah keputusan dapat memuaskan semuanya. Memang harus diusahakan mengurangi ketidakpuasan, tetapi tidak mungkin menyenangkan semua orang. Kalau Anda memaksa juga, maka orang yang pasti tidak bahagia adalah Anda sendiri.

  • Langkah-langkah dalam mengambil keputusan adalah sebagai berikut:

    • Masalah yang harus dipecahkan harus dibagi ke dalam pertanyaan sebagai berikut:

    • APA masalahnya. Misalnya makan pagi digeser ke pukul 7.00 pagi, karena anak-anak terlambat ke sekolah. Seandainya anak-anak susah bangun dan sering terlambat ke sekolah, maka keputusan itu hanya menyelesaikan sebagian masalah atau bahkan menambah masalah. Kalau yang menjadi masalah adalah susahnya anak-anak bangun pagi, maka seharusnya membuat keputusan membangunkan mereka lebih pagi atau menidurkan mereka lebih awal.

    • BAGAIMANA peristiwa tersebut menjadi masalah dan bagaimana kita akan mengatasinya. Masalah tidak akan muncul kecuali ada pelanggaran terhadap hukum alam atau peraturan buatan manusia. Misalnya, (hukum alam) adanya kehidupan mikro organisme yang membuat kita sakit dalam air yang kita minum. Oleh sebab itu diputuskan untuk merebus air sebelum meminumnya. (Hukum manusia) Kita ingin anak-anak remaja kita sudah ada di rumah sebelum pukul 11.00 malam, maka diputuskan bersama untuk membuat jam malam buat mereka.

    • DI MANA sumber masalahnya. Anak-anak tidak dapat fokus mengerjakan PR di rumah karena suara TV tetangga terlalu keras, maka diputuskan agar anak-anak dibelikan pengedap suara telinga murah untuk pekerja yang menggunakan peralatan yang berisik dan mengenakannya sewaktu mengerjakan PR.

    • NENGAPA ada masalah dan MENGAPA keputusan harus diambil. Misalnya, ayah baru sampai di rumah pukul 10.00 malam ketika anak-anak sudah tidur dan dia pergi kerja sebelum anak-anak bangun, maka diputuskan bahwa akhir pekan adalah waktu sepenuhnya untuk anak-anak dan tidak boleh ada gangguan apa pun.

    • KAPAN masalah itu muncul dan KAPAN keputusan itu dijalankan. Misalnya, setiap kali bulan Puasa tiba, sopir keluarga yang mengantar anak-anak ke sekolah selalu terlambat.

    • SIAPA yang menjadi penyebab masalah tersebut dan siapa yang harus menjalankan keputusan tersebut. Misalnya, keputusan jam malam untuk anak remaja, maka tidak berlaku untuk orang tua dan sanak keluarga dewasa lainnya.

    • Fokus pada satu hal yang penting yang harus dikerjakan (goal) daripada mengurusi segala sesuatu sekaligus. Mengerjakan beberapa hal untuk mendatangkan hasil lebih baik daripada mengerjakan semuanya sehingga kena dampak efek sampingnya.

    • Jangan mengambil keputusan secara emosional. Bila emosi sedang tinggi, jangan mengambil keputusan yang berkemungkinan besar akan Anda sesali di kemudian hari. Emosi sedang tinggi berarti tergesa-gesa karena tekanan atau dorongan orang lain.

    • Kalau masalahnya besar dan rumit serta butuh waktu lama untuk menyelesaikan, mungkin perlu dibagi menjadi beberapa bagian kecil yang segera dapat dikerjakan.

    • Kadang-kadang perlu mengikuti intuisi kita dalam mengambil keputusan. Ini adalah opsi terakhir. Tetapi tetap harus mempertimbangkan risikonya. Kalau risikonya tak sanggup Anda atasi, tetap bukan keputusan yang baik.

    • Pertimbangkan masalah yang akan ditimbulkan dari keputusan yang akan Anda ambil. Misalnya, mobil Anda ditabrak mobil yang dikemudikan oleh seorang pemabuk, Anda dapat memilih: (1) membunuh sopirnya; (2) memanggil polisi dan menyelesaikan masalahnya sesuai jalur hukum.

    • Membunuh sopirnya mungkin dapat Anda lakukan kalau Anda tahu cara mengatasi risikonya setelah melakukannya. Tetapi, di zaman sekarang, orang yang beradab mungkin tidak dapat mengatasi risiko suatu pembunuhan. Membunuh menciptakan masalah yang jauh lebih besar daripada risiko tidak memiliki kendaraan selama beberapa hari atau beberapa bulan.

    • Memanggil polisi dan menyelesaikan masalahnya dengan melewati jalur yang berlaku mungkin yang terbaik, karena risikonya dapat Anda tangani, misalnya, Anda dapat menyewa pengacara untuk membereskan masalah Anda dengan asuransi dan juga sopir yang mabuk tersebut.

    • Buat 'keputusan' jauh sebelum kejadian muncul. Misalnya kalau sedang membaca koran atau mendengar berita tentang suatu peristiwa, yang mungkin dapat terjadi pada siapa pun, maka bayangkan kalau itu terjadi pada diri Anda sendiri, apa yang akan Anda lakukan. Bicarakan hal tersebut dengan orang yang dekat dengan Anda, dan hati-hati, jangan sekali-kali bergagah-gagahan terutama dengan teman-teman, seperti menirukan film laga yang sering Anda tonton. Salah-salah Anda melakukannya dan menyesali perbuatan Anda seumur hidup. Biasanya seseorang akan melakukan sesuatu seperti yang dipikirkan. Oleh karena itu biasakan mencari asas dasar dalam hidup ini, misalnya, menghindari perkelahian fisik betapa pun rumitnya masalahnya dan menyakitkan hati.

  • Advertisement
Bagikan kepada teman-teman Anda!

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Berhati-hati menimbang sebelum memutuskan. Ini langkah-langkahnya

Bila Anda ingin mengambil keputusan tetapi mengalami kesulitan karena terlalu banyak pertimbangan atau informasi, maka hari ini adalah hari baik Anda, karena saya akan membicarakan tentang itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr