Berselisih pendapat dengan pasangan? Ada aturannya lho

Tidak ada yang lebih buruk daripada berteriak-teriak kepada pasangan Anda ketika sedang berselisih pendapat.

748 views   |   7 shares
  • Dua orang yang berlainan jenis suatu ketika pasti mempunyai masalah dalam hal tertentu. Yang satu ingin begini, yang satu lagi ingin begitu. Perbedaan pendapat ini bisa diselesaikan dengan baik, tetapi ada kalanya meruncing sehingga menimbulkan pertengkaran. Bagaimana menyelesaikan perselisihan pendapat tanpa harus berteriak-teriak?

  • Saling menghargai

  • Bila ada perasaan saling menghargai di antara dua sejoli, pasti mereka akan mampu menyelesaikan perbedaan pendapat tanpa memperuncing suasana. Katakanlah mereka sedang menempuh perjalanan panjang dan tersesat. Si istri mengusulkan agar mereka menginap karena hari sudah malam. Si suami ingin menyelesaikan perjalanan itu karena tidak lama lagi mereka seharusnya sampai ke tempat tujuan sehingga mereka dapat beristirahat dan tidak usah lagi capai-capai mengemudikan mobil besoknya. Skenario pertama: "Terserah Bapak sajalah karena Bapak yang menyetir dan tahu kesanggupan badan Bapak." Itu ucap istri yang bijaksana dan menghargai suaminya. Skenario kedua: "Aku sudah capai duduk seharian di mobil. Tadi aku sudah bilang supaya tanya, sekarang kita nyasar tak tahu kapan akan sampai, kita harus mencari penginapan!" Ujar si istri dengan nada tinggi menyalahkan suaminya. Tentu saja menghadapi istri yang seperti ini, suami yang juga sudah lelah dan lapar tidak mau disalah-salahkan. "Aku sudah bilang jangan ikut, di rumah saja, siapa yang lebih capek? Aku yang menyetir atau kamu yang dari tadi molor saja?" Ucapan si istri dalam skenario yang kedua memancing kemarahan dan pertengkaran. Dalam keadaan lelah, lapar dan ngantuk tentu saja mereka berdua tambah marah dan ini tidak akan menyelesaikan persoalan.

  • Menghindari rasa iri

  • Ada kalanya orang tua merasa iri atas perhatian pasangannya kepada anaknya sendiri sehingga menimbulkan perselisihan pendapat. Misalnya saja seorang ibu merasa kasihan kepada anaknya yang walaupun sudah berkeluarga sendiri namun hidupnya kekurangan. Sebagai ibu dia tentu saja ingin menolong anaknya. Dia mengusulkan kepada suaminya agar mereka membantu anak mereka setiap bulan. Skenario pertama: "Ibu sajalah yang mengatur karena Ibu kan yang mengelola anggaran belanja kita." Skenario kedua: "Bagaimana sih kamu, anak sudah dewasa masih dimanjakan saja, seharusnya dia yang menolong orang tua bukannya merongrong kita terus. Sudah cukup kita membiayai dia dari kecil sampai lulus kuliah." Dalam hati si ayah merasa iri karena merasa istrinya lebih memperhatikan anaknya daripada rumah tangganya sendiri.

  • Advertisement
  • Jangan ingin menang sendiri

  • Ini adalah kunci untuk menghindari pertengkaran. Bila kedua belah pihak ingin menang sendiri, tidak akan dicapai titik temu dalam perselisihan pendapat. Masing-masing menganggap pendapatnya benar dan pendapat yang lain salah. Padahal keduanya benar, namun satu sama lain melihatnya dari sudut yang berbeda. Katakanlah seorang istri ingin menghemat pengeluaran dengan membeli alat penyaring air. Tetapi menurut suaminya itu pemborosan karena mereka dapat merebus air supaya tidak usah membeli air botolan. Pendapat keduanya benar, tetapi dilihat dari sudut pandang setiap pihak yang lain salah. Si suami beranggapan membeli alat penyaring air memerlukan pengeluaran besar. Si istri berpendapat pada akhirnya mereka akan menghemat uang yang diperlukan untuk membeli minyak tanah bagi kompor mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk menghitung pengeluaran mereka setiap kali mereka membeli minyak tanah dan berapa kali mereka harus merebus air setiap harinya. Ketika mereka menemukan bahwa mereka dapat menghemat uang dari pembelian minyak tanah, mereka pergi ke toko untuk membeli penyaring air.

  • Mengatur giliran

  • Bila perselisihan pendapat terjadi hanya karena hal-hal kecil seperti ke mana mereka ingin pergi makan malam itu, mereka dapat mengatur giliran. Misalnya mereka dapat membuang undi, siapa yang menang boleh memilih akan makan di mana malam ini. Lain kali giliran pasangannya menentukan apakah mereka akan ke warung Padang atau ke McDonalds. Begitu pun untuk hal-hal yang lain, misalnya apabila suatu hari mereka ingin ke bioskop dan tidak dapat menentukan akan pergi menonton film yang diinginkan suami atau film favorit si istri.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Berselisih pendapat dengan pasangan? Ada aturannya lho

Tidak ada yang lebih buruk daripada berteriak-teriak kepada pasangan Anda ketika sedang berselisih pendapat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr