Rumah tangga berantakan? Jangan-jangan kita sendiri penyebabnya

Selalu ada dua sudut pandang dari satu hal yang terjadi. Namun tak menutup kemungkinan juga, kita menjadi satu-satunya pemegang peran antagonis dalam hubungan pernikahan yang hancur. Jika ya, apa yang harus dilakukan?

485 views   |   4 shares
  • Tak ada seorang pun yang sempurna, karena itu setiap kita punya kesempatan untuk memegang peran antagonis sebagai perusak keindahan hubungan pernikahan. Ya, meski akan selalu ada dua sisi dari satu cerita, namun di beberapa kejadian, ada satu orang yang paling bertanggung jawab bagi kerusakan hubungan.

  • Wajar saja, sebab semua orang pasti melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dan menyangkal suara hati yang penuh rasa bersalah, bukan pilihan yang bijak. Apalagi jika berujung pada menyalahkan pihak lain, baik pihak luar, maupun pasangan sendiri, demi membela diri. Akan lebih baik jika kita mengakui saja bahwa memang kita yang menjadi penyebab utama kesalahan. Dan hanya kitalah yang paling bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

  • Lalu bagaimana caranya?

  • Jadilah orang yang bertanggung jawab

  • Ini adalah langkah paling awal dan paling penting, untuk dilakukan, demi terciptanya solusi dalam kerusakan yang sudah terjadi. Tanyakan pada diri sendiri; apa peran saya dalam kerusakan yang kini terjadi? Apa yang seharusnya Saya lakukan sebelumnya, untuk mencegah terjadinya konflik ini? Apa yang Saya rasakan setelah melakukan tindakan salah? Apakah Saya menerima tanggung jawab untuk melakukan perbaikan?

  • Introspeksi seperti itu akan lebih baik lagi jika dilengkapi daftar lengkap di sebuah kertas tentang hal-hal yang pernah kita lakukan dan mengakibatkan kerusakan. Seperti misalnya "Saya lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-teman ketimbang bersama pasangan" atau "Saya terlalu sering mengkritik pasangan karena ia menjadi gemuk setelah menikah" jujurlah pada diri sendiri, dan buatlah daftar alasan mengapa kita kerap menyakiti hati pasangan.

  • Runutkan masalah hingga ke akarnya

  • Anda bisa memperbaiki hubungan dengan mencari masalah hingga ke akarnya. Analisa dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini: Apakah Anda menyadari akan adanya pola spesifik dalam tingkah laku Anda? artinya apakah Anda mudah marah pada pasangan atau teman yang tidak setuju dengan usulan Anda? Apakan Anda mudah cemburu jika pasangan berbincang dengan lawan jenis? Dan lain-lain. jika kebanyakan jawabannya "ya" mungkin sudah tiba waktunya Anda melakukan perubahan.

  • Pikirkan dengan matang, apakah Anda hendak menyelamatkan hubungan atau tidak. Jika tidak, lepaskan. Namun jika iya, perbaikilah. Sebab banyak orang yang bersikap buruk karena sebetulnya mereka sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan pasangannya, namun tak tahu cara menyampaikannya. Jika Anda salah satunya, berhentilah dan jujur pada diri sendiri, juga pasangan.

  • Advertisement
  • Bicara empat mata

  • Jika Anda benar-benar ingin menyelamatkan pernikahan, ajak ia bicara empat mata. sebelumnya, simpan dalam hati ekspektasi serendah mungkin karena mungkin pasangan Anda masih amat marah dan belum ingin bicara dengan Anda. Yang harus diingat jika dirinya bersedia bicara, adalah membeberkan introspeksi yang sudah Anda lakukan dan awali dengan meminta maaf.

  • Sikapi situasi dari sudut pandang pasangan

  • Memandang suatu masalah dari sisi lain, yakni sudut pandang pasangan, adalah hal yang amat penting untuk dilakukan. Letakkan diri Anda dalam posisinya, dan pikirkan apa yang kira-kira Anda rasa dan apakah Anda mampu memaafkan. Jauhi rasa egois, dan mulailah berempati dengan dia yang Anda sakiti. Lalu tanyakan padanya, bagaiamana caranya agar Anda bisa memerbaiki situasi?

  • Terbuka dan jujur

  • Terakhir, dan yang terpenting; terbuka dan jujur dengan pasangan. Jelaskan apa yang sedang terjadi, dan mengapa Anda melakukannya. Gunakanlah bahasa yang segamblang mungkin, dan tak perlu ada pembelaan pada diri sendiri. Jelaskan juga bagaimana Anda sudah merencanakan untuk mencegah kesalahan yang sama di masa depan, dan pastikan ia mengetahui bahwa Anda siap untuk memulai dari awal demi perbaikan hubungan.

  • Katakan juga, bahwa Anda bersedia untuk melakukan segala upaya demi memperoleh kembali rasa respek, dukungan, cinta dan kepercayaannya. Misalnya, Anda berselingkuh. Sediakan akses baginya ke ponsel Anda. Semua panggilan masuk dan keluar, surat elektronik dan pesan singkat. Segerakan pulang dari kantor untuk menemuinya. Kabari dirinya jika Anda memang harus pulang terlambat karena pekerjaan. Dan jangan berikan pasangan Anda alasan untuk meragukan Anda.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Rumah tangga berantakan? Jangan-jangan kita sendiri penyebabnya

Selalu ada dua sudut pandang dari satu hal yang terjadi. Namun tak menutup kemungkinan juga, kita menjadi satu-satunya pemegang peran antagonis dalam hubungan pernikahan yang hancur. Jika ya, apa yang harus dilakukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr