Gigi dan mulut sehat dapat ternyata mampu mencegah kelahiran prematur dan pre-eklamsia

Nyeri pada gigi dan gusi akan membuat Ibu hamil mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan dan menyebabkan kurangnya asupan nutrisi bagi janin. Sebelum Anda merencanakan kehamilan, pastikan gigi dan mulut dalam keadaan sehat.

330 views   |   1 shares
  • Jangan sepelekan setiap masalah kesehatan pada tubuh Anda. Sering kali orang berasumsi datang ke dokter saat sudah benar - benar sakit. Begitu juga dengan kesehatan mulut dan gigi seperti karies dan gigi berlubang. Masalah gigi berlubang mungkin terdengar sederhana. Hanya dengan menambalnya, beres!

  • Tapi pada kenyataanya permasalahan ini membutuhkan penanganan yang lebih detail lagi. Dimulai dengan perawatan saluran akar apabila lubang sudah mencapai syaraf, baru kemudian dengan penambalanrestoratif.Penanganan pun akan semakin panjang apabila ada pemasalahan pada gusi (gingivitis) yang disebabkan akumulasi plak dan kalkulus gigi dan membuat gusi mudah berdarah.

  • Beberapa permasalahan di atas tentunya akan membuat gigi dan gusi terasa nyeri. Anda tentu bisa kapan saja pergi ke dokter agar segera mendapat penanganan. Namun tidak semudah itu bagi wanita yang sedang hamil.

  • Gigi dan gusi nyeri akan membuat Ibu hamil mengalami kesulitan mengunyah makanan dan menyebabkan kurangnya asupan nutrisi bagi janin. Tentu hal ini bisa menggangu perkembangannya janin dan dapat menyebabkan bayi lahir prematur dengan berat badan rendah serta preeklamsia.

  • Menurut drg. Diego Dimas .,M.M ,dokter gigi dari Inter Dental Clinic, "Saat hamil, seorang ibu pasti akan mengalami perubahan fisik dan hormonal. Sangat tidak disarankan bagi Ibu hamil untuk menjalani perawatan dental yang invasive.

  • LAKUKAN SEGERA PERAWATAN GIGI DAN MULUT

  • "Semua tindakan dental seperti penambalan gigi berlubang, operasi gigi molar belakang, dan b

  • leaching, memiliki resiko jika dilakukan pada ibu hamil, bukan hanya rasa sakit yang ditimbulkan, tetapi juga karena ada bahan dental yang digunakan bersifat toksis yang sangat beresiko bila menimbulkan alergi pada Ibu hamil." tambahnya.

  • Keadaan gigi dan mulut ibu hamil lebih sensitif dan dapat mengalami pregnancy gingivitisseperti gusi lebih mudah berdarah saat sikat gigi. Keadaan pun dapat bertambah parah saat gusi mengalami pembengkakan. Untuk menghindari semua gangguan ini, berikut beberapa hal yang data dilakukan sebelum dan selama kehamilan:

    • Saat merencanakan kehamilan, berkonsultasilah dengan dokter gigi untuk melakukan pembersihan dan perawatan yang diperlukan.

    • Menyikat gigi secara benar sebanyak dua kali sehari.

  • Gunakan sikat gigi yang memiliki bulu bertekstur halus untuk mencegah abrasi pada gigi. Gunakan pasta gigi pilihan Anda, tidak perlu berlebihan, hanya sebesar biji jagung.

  • Advertisement
  • Sikatlah setiap sisi gigi dengan gerakan memutar dan jangan terburu - buru saat menyikat gigi, "Gigi orang dewasa berjumlah 32 dengan 3 bagian mulut. Do your math! Sikat tiap bagian gigi minimal 2 detik. Jadi estimasinya, 32 x 3 x 2 detik = 192 detik (3,2 menit). Coba Anda ingat berapa lama Anda mengikat gigi? Jangan lupa untuk selalu ingat langkah sederhana dalam menyikat gigi, yaitu ACD: Alat, Cara dan Durasi" ujar drg. Dimas.

    • Ibu hamil sering mengalami morning sickness dan ngidam makanan manis dan asam untuk mengurangi rasa mual. Sedangkan makanan manis memiliki resiko membuat gigi berlubang. Sebaiknya sikat gigi 1 jam setelahnya karena cairan yang Anda keluarkan (lewat muntah) bersifat asam yang dapat merusak email gigi.

    • Apabila mengalami pendarahan gusi saat menggosok gigi, berkumurlah dengan cairan kumur yang tidak mengandung alkohol. Pastikan pasta yang memiliki kandungan zinc nitrat. Berkumurlah secara rutin setiap sebelum tidur selama minimal 30 detik.

  • Lalu apakah yang harus Ibu hamil lakukan jika mengalami masalah gigi dan mulut yang menyakitkan? Apakah ibu hamil harus menahannya hingga melahirkan? Menurut drg. Dimas, "Pada dasarnya perawatan gigi pada ibu hamil tidak berbahaya jika dilakukan pada masa trisemester kedua dan dapat dilakukan tindakan minimal invasive seperti penambalan gigi dan pembersihan karang gigi untuk mengatasi gusi berdarah. Anestesi gigi pada ibu hamil pun dilakukan dengan dosis yang sangat kecil dan agar mengurangi rasa sakit".

  • Jadi, lebih baik mencegah dari pada mengobati kan? Segeralah berkonsultasi ke dokter gigi. Pastikan gigi dan mulut dalam keadaan sehat sebelum Anda merencanakan kehamilan. Bebas karang gigi dan plak, bebas gigi berlubang dan tidak ada tanda peradangan pada gusi.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Gigi dan mulut sehat dapat ternyata mampu mencegah kelahiran prematur dan pre-eklamsia

Nyeri pada gigi dan gusi akan membuat Ibu hamil mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan dan menyebabkan kurangnya asupan nutrisi bagi janin. Sebelum Anda merencanakan kehamilan, pastikan gigi dan mulut dalam keadaan sehat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr