Anak masih sering mengompol? Coba kiat-kiat berikut ini

Namun, mengonsumsi air putih terlalu banyak sebelum tidur juga tidak dianjurkan, bagi anak-anak hal ini justru akan membuatnya kerap ngompol karena kandung kemihnya belum mampu menampung cairan berlebihan.

1,127 views   |   5 shares
  • Bagi sebagian orangtua, anak ngompol ketika usianya sudah semakin besar memang sangat menjengkelkan. Namun, sebelum menyalahkan anak ada baiknya orangtua mencari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan anak ngompol dan bagaimana cara membantu ia mengatasinya.

  • Ngompol (enuresis) atau dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai bedwetting,adalah keadaan di mana anak belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan otot kandung kemihnya, sehingga tanpa disadari ia akan mengeluarkan air seni ketika tertidur lelap.

  • Di samping itu orangtua juga perlu mengetahui bahwa mengompol sebetulnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu ngompol primer dan ngompol sekunder. Enuresis primer, adalah keadaan yang umumnya terjadi pada bayi baru lahir sebagai akibat otak belum memiliki kemampuan menangkap sinyal yang dikirim oleh kandung kemih. Enuresis sekunder, seringkali terjadi pada anak dengan usia cukup tetapi ngompol kembali setelah 6 bulan dari hari terakhir ia ngompol. Ngompol sekunder umumnya disebabkan karena adanya infeksi pada saluran kemih, gangguan metabolisme tubuh, gangguan saraf, stres, gangguan psikologis, dan sebagainya.

  • Setelah mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan anak ngompol, kini orangtua bisa mulai membantu anak untuk menghentikan kebiasaan ngompolnya dengan melakukan beberapa tips berikut ini:

  • 1. Batasi konsumsi air putih menjelang tidur

  • Minum sebelum tidur memang sangat dianjurkan, sebab mampu membantu tubuh untuk mendetoksifikasi racun yang nantinya akan dikeluarkan melalui urin. Namun, mengonsumsi air putih terlalu banyak sebelum tidur juga tidak dianjurkan, bagi anak-anak hal ini justru akan membuatnya kerap ngompol karena kandung kemihnya belum mampu menampung cairan berlebihan.

  • 2. Buang air kecil sebelum tidur

  • Dalam bahasa Inggris membiasakan anak untuk pipis sebelum tidur disebut dengan istilah "Potty Train." Potty train bertujuan untuk memastikan kandung kemih anak kosong agar selama tertidur ia tidak ngompol.

  • 3. Memberikan obat

  • Jika hingga usia tertentu anak masih tetap saja ngompol, maka orangtua dianjurkan agar segera memberikan obat "anti ngompol" kepada anak. Dikutip dari laman Luvizhea.com, mengobati kebiasaan mengompol pada anak dengan Asetat Desmopressin dan Imipramine (Tofranila) sangat dianjurkan. Cara kerja dari kedua obat tersebut adalah memiliki efek anti-deuretik yang bekerja di ginjal untuk mengurangi produksi urine dalam semalam. Namun, sebelum terpaksa memberikan kedua obat kimia tersebut orangtua sangat disarankan agar melakukan langkah-langkah alami seperti mengobati kebiasaan mengompol pada anak dengan buah Duwet atau Juwet.

  • Advertisement
  • 4. Bawa segera ke dokter

  • Langkah terakhir adalah segera bawa anak ke dokter jika ngompol terjadi karena diakibatkan adanya masalah pada saluran kandung kemihnya. Selain itu, pola makan yang tepat dan menghindarkan anak dari stres berlebihan mampu mengurangi intesitas ngompol pada anak di malam hari.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Anak masih sering mengompol? Coba kiat-kiat berikut ini

Namun, mengonsumsi air putih terlalu banyak sebelum tidur juga tidak dianjurkan, bagi anak-anak hal ini justru akan membuatnya kerap ngompol karena kandung kemihnya belum mampu menampung cairan berlebihan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr