Bertengkar dengan pasangan juga ada aturannya, lho! Camkan 4 poin ini baik-baik

Pertengkaran tidak akan usai jika belum tercapai sebuah solusi. Jangan menunda-nunda untuk menyelesaikannya. Tidak baik membiarkan suatu masalah berlarut-larut dan tidak ada kejelasannya.

1,770 views   |   26 shares
  • Sebagai pasangan kita pernah berselisih paham dengan pasangan kita sehingga menimbulkan pertengkaran. Hal ini wajar terjadi sebagai pasangan suami istri, tetapi pada kenyataannya pertengkaran pasangan ini selalu berujung pada permusuhan. Buruknya, permusuhan tersebut kadang-kadang lama sekali untuk reda. Pernahkan kita bertanya mengapa pertengkaran yang terjadi selalu berakhir pada permusuhan yang lama? Hal ini yang perlu kita cermati dan teliti. Apakah ada yang salah dengan diri saya sendiri? Atau mungkin dengan diri pasangan saya? Mungkin juga bahwa pertengkaran yang terjadi itu karena pertengkaran tersebut "kurang cerdas" sehingga menimbulkan luka batin yang begitu dalam. Lantas bagaimana sikap yang kita ambil agar pertengkaran tersebut tidak meninggalkan luka batin untuk dirinya dan juga orang lain?

  • 1. Fokus dengan masalah

  • Agar pertengkaran cepat selesai jangan pernah mengembangkan masalah ke arah yang lebih rumit lagi. Tetaplah fokus dengan masalah yang terjadi, terkadang pertengkaran malah menjurus ke hal yang bukan dipermasalahkan jika terlalu luas membahasnya. Bukan malah menyelesaikan masalah tetapi malah memperburuk keadaan.

  • 2. Jangan ungkit - ungkit masa lalu

  • Mungkin hal ini masih dilakukan oleh sebagian pasangan, yaitu dengan mengungkit - ungkit masa lalu yang seharusnya telah selesai dibicarakan tapi kenyataannya sekarang muncul kembali. Sadar tidak sadar kita pasti pernah mengungkit kesalahan masa lalu pasangan saat terjadinya pertengkaran itu. Entah kita sudah tidak ada lagi kata - kata untuk membalas perkataan pasangan atau yang lainnya, sehingga menimbulkan kesakitan batin tersendiri. Masa lalu adalah sejarah yang sudah tidak perlu dibahas kembali, tetapi gunakan sebagai intropeksi diri.

  • 3. Jangan bertengkar di depan anak atau mungkin orang lain

  • Saat anak melihat ayah ibunya bertengkar pasti anak akan takut melihatnya dan dapat menimbulkan gangguan psikologis anak. Jika memang harus bertengkar dengan pasangan cobalah untuk bertengkar di ruangan tertutup dan hanya ada Anda dan pasangan saja.

  • 4, Coba untuk mendengar dan tidak menyela pasangan saat berbicara

  • Hal ini yang mungkin susah untuk dilakukan oleh setiap pasangan. Saat pasangan berada di titik puncak emosi, mereka ingin pasangan mereka untuk mendengarkannya lebih dan ingin menguasai debat tersebut dan tentunya pihak yang lain akan berusaha membantah dan menyela perkataan pasangan. Bukan hal yang tepat untuk melakukan ini karena untuk mencintakan pertengkaran yang cerdas maka dengarkan dahulu apa yang pasangan kita ingin bicarakan dan jangan berusaha untuk memotong pembicaraannya. Lalu, jika pasangan selesai berbicara, maka kita bisa berbicara kepadanya.

  • Advertisement
  • 5. Jika memang salah akui saja

  • Cara ini adalah cara bijak untuk menghadapi pertengkaran dengan pasangan. Jika memang kita melakukan kesalahan maka kita patut untuk mengakui kesalahan tersebut, walaupun terasa sakit. Hal itu justru mendidik kita menjadi lebih baik lagi. Jangan pernah melindungi diri dengan kebenaran yang kita tutup - tutupi karena justru hal itu akan berbalik menyerang kita.

  • 6. Saling menerima kritikan dengan lapang dada

  • Kita sudah cukup dewasa untuk dapat mengelola kritikan tersebut, walaupun terasa sakit untuk didengar. Kritikan yang baik akan dapat membangun diri kita untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Jika dirasa kritikan tersebut tidak pada tempatnya, maka berbicaralah dengan tenang tanpa harus dengan marah - marah.

  • 7. seberapa marahnya Anda jangan sampai menyakiti hatinya

  • Emosi yang tidak terkontrol dapat membuat kita berkata - kata di luar kehendak kita, karena kita sudah dibutakan oleh kebencian dan marah tersebut. Cobalah untuk tetap mengendalikan marah Anda, sehinggga perkataan yang tidak perlu untuk dikeluarkan bisa tertahan dan tidak menyakiti hati pasangan kita.

  • 8. Cepat ambil solusi

  • Pertengkaran tidak akan usai jika belum tercapai sebuah solusi. Jangan menunda-nunda untuk menyelesaikannya. Tidak baik membiarkan suatu masalah berlarut-larut dan tidak ada kejelasannya.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya tidak dapat melakukan apa yang dapat kamu lakukan, tetapi saya dapat melakukan apa yang kamu tidak dapat lakukan, bersama - sama kita bisa melakukan hal yang besar - Bunda Theresia

Bertengkar dengan pasangan juga ada aturannya, lho! Camkan 4 poin ini baik-baik

Pertengkaran tidak akan usai jika belum tercapai sebuah solusi. Jangan menunda-nunda untuk menyelesaikannya. Tidak baik membiarkan suatu masalah berlarut-larut dan tidak ada kejelasannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr