Membesarkan anak berkarakter? Ini caranya

Nilai-nilai kebaikan sebagai pembentuk karakter seseorang belakangan ini sudah mulai terpinggirkan. Begitu banyak orang yang menjalani hidup dengan rasa kepedulian yang rendah. Lalu sebagai orangtua, apa yang harus dilakukan?

535 views   |   5 shares
  • Banyak sekali orangtua yang merasa gamang lalu mempertanyakan; bagaimana caranya mendidik dan membesarkan seorang anak dengan karakter dan nilai-nilai yang baik? Apalagi di zaman sekarang yang semakin membuat seseorang hidup masing-masing, cenderung cuek dan bahkan seenaknya. Bukan hal langka lagi melihat para pria muda duduk di dalam bus yang penuh, lalu pura-pura tidur saat melihat ibu-ibu yang kelelahan, bukan?

  • Aha! Parenting.com mengulas hal ini dengan sederhana. Anak, adalah tanggung jawab orangtua, dan akan meniru persis apa yang dicontohkan oleh kedua orangtuanya. Mereka belajar dari kehidupan sehari-harinya. Jadi, jika Anda membiasakan diri dan seluruh anggota keluarga untuk hidup dengan nilai-nilai kebaikan, itulah yang akan anak lakukan. Begitupun sebaliknya, ya.

  • Menceritakan dengan jelas dan tegas mengenai batasan-batasan nilai, juga amat baik untuk perkembangan anak. Terutama dalam menyikapi berbagai 'ajaran' dari media dan lingkungan sekitar yang mungkin berlawanan dengan nilai yang Anda anut. Menjadi konsisten dalam menerapkan batasan tersebut juga wajib dilakukan. Agar anak menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas perilaku mereka dan akan mendapat konsekuensi atas perilaku yang tidak sesuai.

  • Ini yang disebut memberi anak ruang untuk membuat keputusan berdasarkan konsekuensi yang telah mereka alami sendiri. Nah, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendorong anak agar tumbuh menjadi orang yang bijaksana, baik hati, bertanggung jawab dan berani mempertahankan prinsip yang sesuai dengan nilai dan karakter terbaik.

  • 1. Keberanian

  • Yang dimaksud dengan berani di sini, bukanlah tidak pernah merasa takut. Memiliki keberanian artinya justru merasa takut jika melanggar nilai dan berusaha untuk selalu melakukan hal yang baik.

  • 2. Kemurahan Hati

  • Ini salah satu kebaikan yang menjadi salah jika anak dipaksa untuk melakukannya. Di poin inilah orangtua harus mampu 'menyadarkan' anak atas konsekuensi baik dari berbagi dengan cara memberinya ruang untuk memilih tindakan yang akan dilakukan.

  • 3. Spiritualitas

  • Menanamkan nilai kebaikan dengan keyakinan pada ajaran agama, dan selalu mengajak anak untuk menjalankan rutinitas beribadah dengan cara menyenangkan akan sangat membantu perkembangan spiritual seorang anak, dan membuatnya punya batasan nilai sendiri.

  • 4. Nilai

  • Cara termudah untuk mengajarkan nilai adalah dengan mengobservasi sebuah kejadian dan tindakan yang Anda contohkan padanya. Ajak dia mengambil kesimpulan, dan contohkan segala nilai kebaikan padanya. Hal ini akan membuat anak dapat melihat dengan jelas, nilai apa yang dilakukan orangtuanya, dan akan tertanam dengan mantap dalam benaknya seumur hidup.

  • Advertisement
  • 5. Pertimbangan

  • Tak ada seorang pun yang terlahir dengan kemampuan untuk membuat keputusan paling bijak, begitu saja. Pertimbangan dan kemampuan membuat keputusan muncul dari pengalaman yang dikombinasikan dengan refleksi. Bahkan biasanya, pertimbangan baik tumbuh dari pengalaman buruk. Jadi, gol Anda adalah memberikan anak berbagai pengalaman dalam membuat keputusan, dan memastikan ia medapatkan kesempatan untuk melakukan refleksi sebagai pembelajaran.

  • 6. Bertanggungjawab

  • Semua orangtua ingin memiliki anak yang bertanggung jawab. Karena itu besarkanlah mereka dengan rasa tanggung jawab. Biarkan mereka 'membereskan' sendiri kekacauan yang telah dibuat, tahan diri untuk terus menyelamatkan anak dari konsekuensi perilakunya.

  • 7. Buku tentang nilai

  • Kebanyakan anak kecil menyukai buku yang bercerita mengenai nilai dan berbagai dilema terkait etika. Karena dalam hatinya, mereka mulai mempertanyakan mengenai arti kehidupan. Bacakan buku dengan nilai-nilai kebaikan, dan diskusikan isi buku tersebut dengan santai dan penuh kasih. Gambar-gambar dalam buku biasanya lebih mudah dimengerti anak.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Membesarkan anak berkarakter? Ini caranya

Nilai-nilai kebaikan sebagai pembentuk karakter seseorang belakangan ini sudah mulai terpinggirkan. Begitu banyak orang yang menjalani hidup dengan rasa kepedulian yang rendah. Lalu sebagai orangtua, apa yang harus dilakukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr