4 cara antisipasi bullying yang terjadi pada anak di sekolah

Bullying yang terjadi pada anak memang berdampak buruk pada perkembangan psikis anak, selain merusak karakter anak, bullying dapat mematikan rasa percaya diri dan mental anak, sehingga anak menjadi tidak nyaman berada di lingkungannya sendiri.

1,072 views   |   1 shares
  • Kejadian bullying yang terjadi pada anak saat ini sudah banyak diperbincangkan di kalangan masyarakat terutama di lingkungan sekolah. Bullying pada anak adalah perlakuan tidak menyenangkan berupa intimidasi, ejekan, olokan, hinaan atau tindakan kekerasan secara psikologis maupun fisik yang dilakukan oleh pelaku bullying kepada korban bullying.

  • Bullying yang terjadi pada anak memang berdampak buruk pada perkembangan psikis anak, selain merusak karakter anak, bullying dapat mematikan rasa percaya diri dan mental anak sehingga anak menjadi tidak nyaman, tidak tenang berada di lingkungan yang sering membullynya. Untuk itu sebelum semuanya terlambat, berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasinya:

  • 1.Jelaskan kepada anak apa itu bullying

  • Bicarakan tentang pengertian bullying, sebab akibatnya, cara mencegahnya dan cara mengatasinya kepada anak. Dengan begitu anak dapat mengerti dan dapat mencari pertahanan sebelum atau saat situasi tersebut terjadi.

  • 2. Ajarkan anak untuk selalu bercerita pengalaman atau kejadian yang terjadi selama berada di luar rumah__

  • Perhatikan perilaku anak ketika ia pulang dari sekolah atau sepulang dari bermain. Bila ia terlihat murung dan pendiam tanyakan sebabnya. Siapa tahu anak Anda mendapat perlakuan buruk dari teman-teman atau lingkungannya. Ajarkan anak untuk terbuka dan selalu menceritakan semua kejadian yang terjadi selama ia di sekolah agar Anda tahu apa yang terjadi selama anak tidak bersama Anda. Dengan demikan, anak juga akan merasa aman dan mendapat perlindungan dari orangtua.

  • 3. Ajari anak untuk dapat menjaga dirinya sendiri

  • Artinya bila bullying itu terjadi sebaiknya katakan pada anak untuk tetap tenang dan lebih baik menghindar ketimbang harus melawan atau meladeni si pelaku bullying. Jelaskan bahwa menghindar bukan berarti pengecut. Perlawanan seringkali memicu pertengkaran atau kekerasan terjadi. Kebanyakan pelaku bullying akan merasa lebih agresif dan emosional bila mendapat perlawanan dari sasaran bullynya.

  • 4. Ajari anak untuk segera melapor kepada guru atau orangtua bila merasa terancam dan mendapat ancaman dari pelaku bullying__

  • Saat sikap bully tersebut sudah menjadi ancaman yang mengganggu, ajari anak untuk segera melapor ke pihak sekolah atau orangtua. Namun saat ancaman itu sudah dalam bentuk kekerasan, anak harus berani melawannya secara positif dengan berani mengatakan kepada para pelaku bullying untuk menghentikannya, menolak dan katakan tidak suka terhadap sikap mereka.

  • Advertisement
  • 5. Peran dari semua pihak yang terkait sangat membantu mencegah terjadinya bullying terjadi__

  • Selain orangtua, seringkali pihak sekolah atau guru kurang memerhatikan keadaan yang terjadi di antara murid-muridnya. Setiap guru harus lebih peka terhadap isu-isu bullying yang bisa saja terjadi di dalam lingkungan sekolah. Ada baiknya bila pihak sekolah membuat peraturan dan menetapkan sangsi yang tegas terhadap pelaku bullying.

  • 6. Tumbuhkan dan tingkatkan rasa percaya diri anak

  • Komunikasi yang baik dan intensif dari orangtua sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Selalu beri motivasi, kekuatan atau pujian kepada anak, dan beri penjelasan bahwa anak mampu mengatasi situasi saat bullying itu terjadi. Saat anak merasa percaya diri, ia akan lebih kuat dan tidak mudah diganggu. Terkadang, dalam suatu komunitas, pihak yang lemah atau yang "berbeda" menjadi incaran korban bullying karena dianggap sangat mudah diperdaya.

  • 7. Dorong anak untuk mempunyai minat dalam aktivitas ekstrakurikuler di sekolah maupun di luar sekolah

  • Ikut serta dalam kegiatan akademis atau non akademis akan membantu anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Saat anak sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, ia akan lebih berani menghadapi situasi sehingga kemungkinan untuk dibully tidak terjadi.

  • 8. Sampaikan informasi bullying yang terjadi pada orangtua si pelaku

  • Bila anak atau pihak sekolah tidak bisa menghentikan sikap bullying yang di lakukan si pelaku, Anda bisa membicarakan kepada orangtua si pelaku bullying untuk memberi nasihat atau tindakan agar anaknya tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan anak-anak yang lain. Namun tetap sampaikan secara baik tanpa harus emosi agar orangtuanya mengerti dan dapat mencarikan solusi yang terbaik untuk sikap buruk anaknya.

  • 9. Mencari tahu penyebabnya

  • Tidak ada akibat jika tanpa sebab. Anda bisa menanyakan pada pelaku bullying mengapa anak Anda menjadi sasaran bully. Bisa saja anak Anda dibully karena melakukan kesalahan yang tidak disadari atau tidak disengaja. Bila memang demikian yang terjadi, Anda bisa mengantisipasi intimidasi itu menimpa anak Anda.

  • Stop bullying sekarang juga!

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

4 cara antisipasi bullying yang terjadi pada anak di sekolah

Bullying yang terjadi pada anak memang berdampak buruk pada perkembangan psikis anak, selain merusak karakter anak, bullying dapat mematikan rasa percaya diri dan mental anak, sehingga anak menjadi tidak nyaman berada di lingkungannya sendiri.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr