6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan dalam Mengurus Bayi yang Baru Lahir

Bayi yang baru lahir merupakan berkat yang istimewa serta tantangan yang besar.

14,645 views   |   12 shares
  • Kira-kira 16 tahun yang lalu, saya adalah ibu yang benar-benar baru. Bayi tercinta saya memiliki mata yang bersinar dengan bercak wajah dan tangisan yang tiada henti. Rasanya, bayi saya mustahil untuk bisa menyenangkan dan saya sangat kelelahan dan semrawut.

  • Yang lebih parah, suami saya berada di belahan negara bagian lain di akademi Angkatan Laut. Selama empat bulan pertama usia anak kami saya terbang sendiri.

  • Tiga bayi lagi dan banyak peristiwa “Aha” selanjutnya, saya telah banyak belajar untuk mengerti bagaimana menangani bayi yang baru lahir.

  • 1. Jangan biarkan bayi Anda lapar!

  • Secara alami saya adalah orang yang manut-manut saja. Ketika dokter anak saya menyuruh saya untuk menyusui anak saya tiap empat jam, saya memerhatikan jam saya dan saya mulai menyusuinya. Yang menjadi masalah adalah, produksi susu saya tidak mencukupi karena pemberian makan yang tidak biasa dan anak laki-laki saya selalu kelaparan. Ketika akhirnya saya menyadari bahwa anak yang baru lahir seharusnya diberi makan setiap kali dia meminta, berat badan anak saya mulai bertambah dan suasana hatinya mulai membaik. Saya merasa bersalah membiarkan dia kelaparan. Tidak heran sejak saat itu dia memakan apa pun yang ada di tangannya.

  • 2. Hanya karena Anda menyukai hobi Anda, jangan mengabaikan menggendong bayi Anda

  • Saya merasa sangat malu dan pantas mendapatkan ejekan dari semua orang untuk hal yang satu ini. Ketika bayi pertama saya lahir, pekerjaan membuat album foto baru saja mulai. Saya menyibukkan diri saya dengan gambar tempel yang lucu-lucu, mencetak bentuk karakter dari kertas, gunting-menggunting, dan foto. Ketika bayi saya rewel, saya kadang-kadang berlama-lama dalam mengurus hobi saya dan menunda untuk mengangkat bayi saya . Ayunan bayi sangat membantu, tetapi saya merasa bersalah membiarkan bayi saya menangis saat saya justru asyik dalam hobi saya.

  • 3. Jangan gugup

  • Ketegangan dan rasa lelah saya dan stres yang dialami bayi saya tidak betul-betul seimbang satu sama lain. Saya menyadari bahwa saya perlu mengendalikan situasi dan menenangkan diri saya. Sebuah ungkapan mengatakan, “Ketika ibu tidak bahagia, tidak seorang pun bahagia.” Bayi Anda akan merasakan situasi hati, emosi, dan reaksi Anda. Biarkan ayah mengambil alih sementara Anda sedang beristirahat. Dia juga perlu menjalin ikatan batin dengan bayi.

  • 4. Jangan bekerja memperbanyak jadwal Anda

  • Entah Anda sudah memiliki tanggal yang dipilih untuk melahirkan atau mengetahui secara garis besar kapan bayi akan lahir, bersihkan kalender Anda dari berbagai kegiatan. Jika Anda sedang cuti hamil dari tempat pekerjaan, dedikasikan setiap menit dari waktu Anda untuk bayi Anda, diri Anda sendiri, dan keluarga Anda. Jika dan ketika Anda merasa perlu dan aman untuk membawa bayi ke luar rumah, maka buatlah janji makan siang dengan seorang teman atau pergi ke salon. Kalau tidak, anggap santai dan gunakanlah kesempatan dari waktu Anda untuk bercengkerama dengan bayi Anda yang baru lahir.

  • Advertisement
  • 5. Jangan pernah menolak pertolongan!

  • Jika teman baik Anda menawarkan untuk membawakan makan malam, jangan menolak. Sambutlah apa pun tawaran yang datang, membersihkan lantai dapur atau menjaga anak-anak Anda yang lain. Orang-orang senang untuk menolong. Menolak tawaran pertolongan tidak hanya membuat kecewa orang lain, tetapi Anda kehilangan kesempatan yang berharga. Sekarang bukanlah waktunya untuk memainkan peran wanita santai yang mandiri—-Anda memiliki bayi yang baru lahir, yang menangis keras.

  • 6. Jangan meninggalkan bayi Anda yang baru lahir bersama anak kecil Anda tanpa pengawasan

  • Suatu pagi sekitar satu bulan setelah melahirkan anak kedua saya, saya meninggalkan bayi saya tidur di atas selimut di ruang keluarga. Ketika saya kembali beberapa menit kemudian, saudara laki-lakinya yang berumur 2 tahun sedang menarik kakinya mengelilingi ruangan. Dia sedang bermain bersama adik barunya dan berpikir menarik adiknya adalah perbuatan yang baik. Saya berteriak ketakutan. Untungnya, anak ke dua saya terhindar dari luka-luka dan anak pertama saya pergi dengan omelan lembut mama.

  • Untuk ibu-ibu baru, banyak hal-hal yang dapat terjadi dan keliru, tetapi lebih banyak hal yang akan terjadi dengan benar. Saya dulu sangat naif dan bodoh tentang banyak aspek mengenai seorang ibu yang baru. Saya telah belajar bahwa ketika Anda mengorbankan waktu dan pekerjaan Anda dan berminat untuk mengasihi dan membesarkan bayi Anda yang baru lahir, Anda akan memetik pahala yang lebih memuaskan, bayi yang merasa aman serta ikatan antara Anda akan diperkuat. Album foto pun akan selesai suatu saat nanti.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “Having a baby and terrified 6 ways NOT to care for a newborn” karya Megan Gladwell.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Megan Gladwell is an Indiana native and mother of four. She blogs at bookclub41.blogspot.com.

6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan dalam Mengurus Bayi yang Baru Lahir

Bayi yang baru lahir merupakan berkat yang istimewa serta tantangan yang besar.
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr