Hiks, saya cemburu sama 'si mbak' di rumah

Keberadaan si "Mbak" di rumah sebenarnya memang sangat membantu, terutama bagi Anda yang bekerja kantoran setiap hari. Namun, pernahkah merasa cemburu saat melihat si buah hati lebih dekat pada mbaknya ketimbang Anda?

359 views   |   shares
  • Dengan banyaknya ibu yang bekerja kini, maka mau tak mau harus meninggalkan anak-anaknya. Biasanya alternatif yang dipilih adalah; menitipkan di daycare, menitipkan pada orangtua atau mertua atau pada "mbak" di rumah. Karena lain dengan di luar negeri, di Indonesia masih begitu banyak peluang untuk mendapatkan ART atau baby sitter yang siap sedia membantu di rumah. Maka banyak ibu yang memilih untuk menggunakan jasanya.

  • Memang terasa lebih mudah, karena orangtua tak perlu repot membawa-bawa anak dalam perjalanan ke kantor, kemudian menitipkan di daycare. Tidak perlu khawatir dengan jam lembur, dan perasaan tak nyaman karena merepotkan orangtua dan mertua. Dengan anak berada di rumah, orangtua juga kerap merasa aman. Namun, sayangnya, dengan pertemuan yang terbatasi waktu, biasanya attachment atau koneksi dalam diri anak jadi lebih banyak terbentuk dengan si "mbak" ketimbang dengan orangtua.

  • Karena itu hal yang banyak dirasakan oleh ibu bekerja adalah kecewa, tersaingi, dan cemburu pada pengasuh (mbak) karena anak terlihat lebih nyaman dengannya. Bahkan ketika ada ibunya, anak lebih memilih mencari persetujuan mbak ketimbang ibu. Hal ini sebetulnya dapat dimengerti. Sebab kan, si mbak lebih banyak bersama anak dan mengurusinya dari pagi hingga sore. Jadi tidak heran, kalau anak mendapat perhatian dan menjadi tergantung pada mbak.

  • Tetapi, kondisi ini seharusnya tak berarti ibu kehilangan peran dan 'pamor' bagi anak. Mbak adalah asisten dan partner Anda dalam mengasuh anak, namun semua kendali tetap seharusnya ada di tangan Anda. Selain itu, mbak belum tentu juga ngeh bahwa dia punya peran sebegitu besar, apalagi ingin mengambil alih peran Anda sebagai ibu. Dia hanya menjalankan peran dan pekerjaannya dengan baik, sesuai harapan Anda.

  • Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar peran ibu tetap kuat, sementara mbak bisa menjalankan tugasnya saat Anda menitipkan anak kepadanya:

  • Beri batasan peran dan tanggung jawab

  • Sejak awal, mbak harus tahu perannya membantu Anda. Semua aturan harus datang dari Anda, dia tinggal menjalankan. Dia boleh kreatif bermain dengan anak, tetapi tidak berlaku untuk membuat aturan-aturan baru, apalagi jadi berbeda dari yang Anda terapkan. Misal, urusan makanan anak, mbak harus ikut aturan Anda. Jika Anda tidak memberinya gula, maka dia tidak boleh mencampur susu anak dengan gula atau membelikannya permen jika menangis.

  • Tidak semua hal berkaitan dengan anak dikerjakan si mbak

  • Advertisement
  • Apalagi jika saat Anda berada di rumah, usahakan Anda yang 'memegang' anak. Dari memandikan, menyiapkan makan, membacakan buku, sampai membersihkan pup dan menemaninya pipis. Jangan setiap kali anak meminta pertolongan Anda, si mbak yang Anda panggil. Waktu berdua dengan anak ini bisa menjadi momen mama dan anak yang sangat berharga, lho.

  • Miliki waktu keluarga yang tidak melibatkan pengasuh anak

  • Misalnya jalan-jalan ke taman, bermain di playground, atau akhir pekan di luar kota. Saat itu, biarkan mbak juga menikmati me time-nya.

  • Tidak usah dibawa perasaan

  • Memang sih rasa cemburu dan merasa ada jarak dengan anak itu tidak enak. Namun, jangan jadi merasa bahwa anak lebih sayang pada mbak, ketimbang Anda. Tak perlu juga merasa tak becus mengurusi anak, hanya karena ia lebih memilih mandi, dan makan bersama mbak. Harus dipahami bahwa si buah hati, terutama mereka yang masih balita, memang menempel pada satu orang yang dia anggap terkoneksi dengannya. Justru di sinilah tugas Anda untuk membangun koneksi dengannya. Berikan waktu berkualitas minimal satu jam dengan anak, misalnya.

  • Selektif memilih koreksi pada anak

  • Ya, bekerja dan menghadapi kemacetan saja sudah cukup melelahkan. Hal ini pasti terjadi pada setiap orang. Lalu sampai di rumah menghadapi anak yang rewel dan menolak Anda, akhirnya menjadi pemicu untuk meledak, lalu mengoreksi semua yang dilakukan anak. Perlakuan semacam ini hanya akan membuat Anda tambah jauh dengan anak. Tak ada ibu yang tak lelah, dan itulah konsekuensinya. Maka, terima saja, dan jalankan peran dengan baik.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Hiks, saya cemburu sama 'si mbak' di rumah

Keberadaan si "Mbak" di rumah sebenarnya memang sangat membantu, terutama bagi Anda yang bekerja kantoran setiap hari. Namun, pernahkah merasa cemburu saat melihat si buah hati lebih dekat pada mbaknya ketimbang Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr