7 pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari 'Keluarga Cemara'

Mengetahui keadaan suaminya yang kini terpuruk, emak tetap menemani abah dengan setia. Tidak pernah terbersit sedikit pun dalam pikiran emak untuk meninggalkan abah seorang diri membesarkan anak-anak. Anda ingat serial televisi yang satu ini?

7,484 views   |   50 shares
  • "Harta yg paling berharga,

  • adalah keluarga...

  • istana yg paling indah,

  • adalah keluarga...

  • puisi yg paling bermakna,

  • adalah keluarga...

  • mutiara, tiada tara,

  • adalah keluarga.. "

  • Dari lirik lagu di atas masih ingatkah Anda dengan sinetron Keluarga Cemara? Bagi Anda yang sudah beranjak remaja di awal tahun 90-an pasti sudah tidak asing lagi dengan sinetron tersebut. Ya, sinetron yang diangkat dari buku karangan Arswendo Atmowiloto ini mengisahkan kesederhanaan sebuah keluarga, orangtua dan anak-anak yang dibumbui oleh adab dari masing-masing pemerannya.

  • Kini, meskipun sudah hampir dua dekade sinetron Keluarga Cemara berhenti tayang, tetapi pesan-pesan moral yang coba disampaikan hingga sekarang masih membekas di hati para penggemarnya. Bahkan, banyak di antara mereka berharap bisa memiliki keluarga seperti yang ada di dalam kisah sinetron tersebut.

  • Banyak hal positif bisa kita petik dari sinetron Keluarga Cemara. Sinetron ini mengajarkan kepada kita nilai-nilai dan prinsip kehidupan yang terpuji. Sebagai contoh, Abah sebagai kepala rumah tangga yang pantang menyerah dan sangat mengayomi keluarganya, Emak yang sangat pengertian dengan kondisi Abah (bekerja sebagai seorang penarik becak), Euis sebagai anak tertua yang sangat mengasihi adik-adiknya, Cemara (anak kedua) yang penuh antusias dan memiliki semanggat tinggi, Agil (anak terakhir) meskipun jahil ia tetap mengasihi saudara-saudaranya.

  • Sudah selayaknya, film-film sinetron saat ini yang membawa "tema keluarga" mampu menjadikan sinetron Keluarga Cemara sebagai acuan agar bisa menyajikan tayangan yang bermanfaat, tidak hanya mengejar keuntungan semata tetapi mengabaikan kualitas. Langsung saja berikut 7 pelajaran berharga yang bisa kita petik dari sinetron Keluarga Cemara dan semoga bisa menjadi hikmah.

  • Kesederhanaan

  • Abah yang dulu pernah menjadi seorang pengusaha kaya raya dan kemudian harus jatuh miskin akibat penipuan tidak menggoda dirinya untuk hidup dalam kesombongan. Bahkan, dikisahkan untuk menyambung hidup keluarganya ia terpaksa harus beralih profesi menjadi seorang tukang penarik becak. Meskipun kini hidup dalam serba kekurangan, Abah tetap menanamkan nilai-nilai hidup sederhana kepada seluruh anggota keluarganya.

  • Keikhlasan

  • Meskipun kini sudah jatuh miskin, Abah dan emak tetap mengajarkan kepada anak-anaknya arti keikhlasan. Bahwa balas dendam dan dengki tidak pernah menjadikan kehidupan mereka bahagia, bahkan dalam satu episode diceritakan Euis dinasihati oleh kedua orangtuanya harus tetap tabah menghadapi cacian dan hinaan dari orang lain.

  • Advertisement
  • Ketulusan

  • Hal ini ditunjukkan dari sikap emak dan anak-anak, mereka tidak pernah mengeluh kepada abah dengan keadaan yang saat ini mereka alami. Bahkan, untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga emak membantu abah dengan cara berjualan opak dan anak-anak membantu menjualanya dengan cara berkeliling di sekitar tempat tinggal.

  • Kesetiaan

  • Mengetahui keadaan suaminya yang kini terpuruk, emak tetap menemani abah dengan setia. Tidak pernah terbersit sedikit pun dalam pikiran emak untuk meninggalkan abah seorang diri membesarkan anak-anak.

  • Kejujuran

  • Diceritakan, abah pernah marah besar kepada Cemara ketika ketahuan mencuri barang milik tetangga. Abah menasihati Cemara bahwa sesuatu yang diperoleh secara tidak halal, tidak akan pernah mendatangkan berkah.

  • Kasih sayang dalam keluarga

  • Abah mengajarkan kepada seluruh anggota keluargannya bahwa kasih sayang di dalam keluarga adalah hal yang paling penting. Ia juga berpesan kepada anak-anaknya bahwa uang, harta serta kekuasaan tidak akan pernah bisa menggantikan posisi keluarga.

  • Kerja keras

  • Meskipun kini menjadi seorang tukang penarik becak, Abah tidak pernah sedikit pun menyesali bahkan mengeluh dengan apa yang dilakukannya. Baginya, rejeki yang diperoleh secara halal jauh lebih penting daripada apa yang pernah ia alami sebelumnya. Sikap abah inilah yang ditiru oleh Cemara yang akhirnya mampu tumbuh menjadi seorang gadis pintar dan penuh semangat.

Bantu kami menyebarkan

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

7 pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari 'Keluarga Cemara'

Mengetahui keadaan suaminya yang kini terpuruk, emak tetap menemani abah dengan setia. Tidak pernah terbersit sedikit pun dalam pikiran emak untuk meninggalkan abah seorang diri membesarkan anak-anak. Anda ingat serial televisi yang satu ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr