Biarkan Mereka Makan Debu: Jangan Sering-Sering Menggunakan Sanitasi Tangan

Terlalu bersih dan sering memakai sanitasi tangan ternyata lebih merugikan daripada menguntungkan. Dengan membaca artikel ini kita akan mengerti mengapa ada begitu banyak penyakit baru yang susah diatasi.

2,362 views   |   0 shares
  • Dalam memerangi kuman, ibu super dapat dikalahkan oleh kuman super yang diciptakan oleh orang-orang yang hidup dalam kepanikan. Anak perempuan saya menderita diare selama tiga minggu disebabkan oleh fenomena kuman super.

  • Pelakunya adalah kolitis clostridium difficile yang sering disebut c. diff. Dia mendapat c.diff karena dia harus menggunakan antibiotik super kuat untuk mengatasi infeksi staph sehingga merusak bakteri baik dalam ususnya. Karena tidak ada bakteri baik, bakteri buruk berkembang tak terkendali dan mengambil alih. Bakteri buruk ini merajalela sebab mereka sanggup.

  • Anak saya menjadi rentan sebab kuman, yang dengan susah payah kita cegah menghinggapi anak-anak kita dengan menggunakan anti bakteri untuk segala sesuatu dan menjaga semuanya super bersih, telah menjadi kuman super atau bermutasi menjadi lebih kebal terhadap usaha kita untuk mengendalikan kuman-kuman itu.

  • Menurut CDC (Pengendali Penyakit Menular), terdapat 337.000 kasus c.diff setiap tahun dengan 14.000 kematian. Itu berarti satu kematian dari 24 orang. Artikel ini tidak dimasudkan untuk menakut-nakuti Anda. Artikel ini bertujuan memberi Anda informasi.

  • Berikut ini adalah beberapa penyebab menjalarnya kuman super tersebut:

  • Penggunaan produk anti bakteri secara berlebihan

  • “Ketika populasi bakteri tertekan – seperti penggunaan kimiawi anti bakteri – sekelompok kecil sub populasi dapat memperlengkapi diri dengan mengembangkan mekanisme pertahanan. Keturunan bakteri demikian dapat bertahan hidup dan berkembang ketika warga mereka yang lebih lemah musnah. ‘Apa yang tidak membunuh Anda membuat Anda makin kuat,’ adalah hukum yang berlaku di sini, ketika kimiawi anti bakteri tidak berhasil membunuh bakteri yang bertahan terhadap kehadiran kimiawi tersebut, bakteri tersebut menjadi super kuat.”

  • Penggunaan antibiotik secara salah

  • Sebagian besar permasalaahnya, menurut adalah kecenderungan orang menggunakan antibiotik untuk memerangi virus, yang tidak dapat dilakukan oleh antibiotik. Antibiotik memerangi bakteri, bukan virus. Antibiotik tidak dapat menyembuhkan masuk angin, flu, bronkitis, pilek atau tenggorokan sakit yang bukan disebabkan oleh streptokokus. Meskipun demikian, seorang pakar berkata, “Lebih daripada 10 juta perawatan yang menggunakan antibiotik dilakukan setiap tahun untuk kondisi yang disebabkan oleh virus yang tidak mati oleh antibiotik.” Untuk menanganinya, sejumlah dokter, termasuk Dr. Randel Cardott, seorang internis, menganjurkan untuk menggunakan pendekatan “menunggu dan melihat” sebelum menulis resep antibiotik, terutama dalam kasus seperti infeksi telinga yang kadang-kadang disebabkan oleh virus dan bukan bakteri. Cardott mengatakan bahwa dokter di Eropa telah menggunakan pendekatan ini selama bertahun-tahun tanpa ada efek buruk.

  • Advertisement
  • Budidaya yang menggunakan antibiotik

  • Mengurangi penggunaan antibiotik untuk penyakit manusia tidak mengatasi seluruh permasalahan. Petani dan peternak menggunakan antibiotik secara berlebihan juga. Di Amerika utara, industri daging sapi, babi dan ayam adalah niaga raksasa yang tidak sanitasi, dan antibiotik digunakan secara ekstensif untuk mengatasi penyakit dan juga untuk alasan bukan medis lainnya, seperti meningkatkan pertumbuhan. Sebenarnya, the Union Concerned Scientist (UCS), sebuah badan peneliti nirlaba dan kelompok advokasi, memperkirakan sekitar 70 persen dari semua antibiotik digunakan sebagai aditif dalam pakan yang diberikan kepada babi, ayam dan ternak yang sehat. Obat-obatan ini meninggalkan tubuh hewan berupa kotoran dan terbawa sampai ke cadangan air lokal dan kembali ke mata rantai makanan.

  • Tidak membiarkan anak kotor

  • Studi telah memperlihatkan berulang kali bahwa ada pengaruh buruk terhadap anak-anak yang terlalu sanitasi dan pengaruh yang bermanfaat membiarkan mereka sedikit kotor. Kotoran meningkatkan sistem auto imun melawan penyakit, alergi, asma, dan penyakit lainnya.

  • Sekarang untuk beberapa berita baik. Berikut adalah apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu usaha memerangi kuman super:

  • Biarkan anak Anda kotor … sejak usia dini

  • Studi tersebut di atas memperlihatkan makin dini membiarkan anak sedikit kotor makin baik untuk membangun sistem imunisasi kesehatan anak.

  • Ketika anak sakit, tunggu laporan kultur, daripada menggunakan antibiotik spektrum luas

  • Jangan menerima antibiotik kecuali Anda tahu bahwa penyakit itu disebabkan oleh bakteri dan bukan virus. Antibiotik TIDAK BERGUNA mengatasi infeksi virus. Jangan menerima antibiotik spektrum luas. Kultur memperlihatkan dengan tepat antibiotik mana yang dibutuhkan untuk memerangi jenis bakteri khusus.

  • Jangan terlalu sering menggunakan sanitasi tangan dan sabun anti bakteri

  • Penggunaan bahan-bahan tersebut terlalu sering meningkatkan berkembangnya resistensi bakteri, atau kuman super. Sabun biasa dan air saja sudah efektif membersihkan tangan-tangan kecil yang kotor itu.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Let them eat dirt!: Why you should go easy on the hand sanitizer” karya Rebecca Rickman.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Becky Lyn adalah orangtua tunggal, ia menghabiskan waktunya sebagai penulis profesional.

Situs: http://www.beckytheauthor.weebly.com

Biarkan Mereka Makan Debu: Jangan Sering-Sering Menggunakan Sanitasi Tangan

Terlalu bersih dan sering memakai sanitasi tangan ternyata lebih merugikan daripada menguntungkan. Dengan membaca artikel ini kita akan mengerti mengapa ada begitu banyak penyakit baru yang susah diatasi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr