9 hal yang jangan dilakukan kaum pria yang sudah menikah

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk berikut yang merongrong pernikahan Anda?

5,235 views   |   67 shares
  • Dari beribu-ribu interaksi terhadap pasangan nikah secara langsung dan online, saya belajar bahwa beberapa kebiasaan buruk yang banyak dilakukan para suami merongrong pernikahan mereka. Ada banyak juga perilaku tidak sehat yang jelas yang dilakukan para istri, tetapi saya sedang fokus pada tulisan khusus tentang kebiasaan yang paling merusak dan umum yang dilakukan oleh kaum pria yang sudah menikah. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjelekkan sesama kaum lelaki. Saya juga ragu-ragu menerbitkan hal-hal ini. Tulisan ini bermaksud meminta perhatian dan tindakan kita dan membuat perubahan radikal demi pernikahan dan keluarga kita.

  • Tulisan ini tidak komprehensif, tetapi ini adalah beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan kaum pria yang sudah menikah. Jika beberapa di antaranya adalah faktor dalam pernikahan Anda, mohon segera mengambil langkah untuk memperbaikinya. Jika Anda adalah seorang istri dan sedang membacanya, saya juga mendorong Anda untuk membaca tulisan saya yang populer tentang "9 things your husband is always thinking about" ["9 hal yang selalu dipikirkan suami Anda"] untuk memahami jalan pikiran kaum pria lebih baik dan guna memperbaiki komunikasi dalam pernikahan Anda.

  • Daftar tersebut tidak perlu urut ...

  • 1. Lebih bersemangat tentang Fantasy Football daripada tentang istri dan anak-anak Anda

  • Ketika saya sedang menulis akan hal ini, di Amerika sedang musim sepak bola ala Amerika dan saya adalah salah seorang penggemarnya, tetapi saya terkejut dengan jumlah waktu, usaha, energi, uang dan semangat yang demikian banyak diberikan kaum pria ke dalam Fantasy Football. Bung, namanya 'Fantasy', berarti tidak nyata. Memang tidak apa-apa menjadi penggemar, tetapi jangan hanyut ke dalam dunia para atlet profesional sepanjang musim dan mengabaikan orang-orang yang kita kasihi. Marilah kita lebih bersemangat akan hal-hal yang nyata dalam kehidupan daripada statistik fantasi.

  • 2. Menonton pornografi

  • Yang satu ini akan menyakiti banyak orang, sebab berjuta-juta orang (sebagian besar daripadanya adalah kaum pria) menonton pornografi dan tidak merasa bersalah. Pada hakikatnya, pornografi menjauhkan kita dari hubungan intim yang sesungguhnya. Ini adalah bentuk ketidaksetiaan maya, dan ini adalah sejenis "narkoba" ke arah perilaku yang membunuh pernikahan. Pernikahan kita berbentuk monogami, dan monogami hendaknya diwujudkan secara mental dan fisik. Daripada hidup dalam dunia maya pornografi, usahkan membangun hubungan intim seksual yang lebih kuat dalam pernikahan Anda sendiri.

  • Advertisement
  • 3. Tidak berminat mendengarkan pembicaraan istri

  • Kaum pria dan wanita berbeda cara dalam memproses komunikasi, tetapi kedua pasangan nikah butuh membuat usaha secara sadar agar saling terkait. Kaum pria, kita cenderung untuk 'keluar dari wilayah' selama pembicaraan, tetapi istri kita butuh dan pantas mendapatkan perhatian penuh dan tidak terpecah. Marilah kita tidak menjadi 'zombie' atau 'mayat hidup' ketika mendengarkan pembicaraan mereka. Marilah kita benar-benar berada di sana. Ingatlah, kebutuhan istri Anda akan komunikasi yang berarti adalah sama kuatnya seperti kebutuhan Anda akan seks. Semuanya itu hendaknya ditempatkan dalam perspektif yang benar.

  • 4. Marah kepada anak-anak untuk perbuatan yang Anda sendiri lakukan

  • Saya sering berbuat seperti itu. Kita sering terlalu mudah bermental "lakukan yang saya katakan" daripada "lakukan yang saya kerjakan", tetapi anak-anak kita butuh contoh kita lebih banyak daripada instruksi kita. Kita tidak dapat meminta mereka agar tidak menyumpahi orang lain kalau kita sendiri masih melakukannya di depan mereka. Kita tidak dapat meminta mereka mengendalikan kemarahan mereka sementara kita sendiri mudah marah. Kita wajib menjalankan apa yang kita kotbahkan jika kita mengharapkan kredibilitas jangka panjang.

  • 5. Melirik wanita lain

  • Yang satu ini memiliki banyak kesamaan dengan nomor 2 di atas (menonton pornografi), tetapi ada tambahan lain. Ketika kita melirik wanita lain di tempat umum, kita tidak menghargai istri kita secara terbuka dan sekaligus membuat wanita lain sebagai objek kita secara terbuka. Kendalikan ke mana mata Anda memandang. Jangan menoleh setiap kali melihat wanita mengenakan celana yoga. Hargailah istri Anda lebih banyak.

  • 6. Tidak mengenakan cincin kawin

  • Yang satu ini kontroversial, tetapi saya adalah orang yang percaya dalam hal mengenakan cincin kawin. Apakah Anda mengenakan cincin kawin atau tidak adalah yang pertama-tama diperhatian wanita tentang Anda dan mereka akan membuat asumsi tentang status nikah Anda dan bahkan komitmen Anda kepada pernikahan Anda berdasarkan pada adanya atau tidaknya sebuah cincin. Kenakan cicin Anda sesering mungkin.

  • 7. Memusatkan perhatian sepenuhnya pada karier dan hobi dan sisanya untuk istri Anda

  • Kita semua telah bersalah (pada suatu saat) karena lebih memusatkan perhatian sepenuhnya untuk orang lain dan apa yang kita kejar dan kemudian memberi sisa perhatian yang ada untuk seseorang yang seharusnya yang paling penting. Marilah kita membuat setiap usaha dan energi terbaik kita untuk keluarga kita.

  • Advertisement
  • 8. Memandangi telepon Anda daripada mengarahkan pandangan Anda untuk keluarga Anda

  • Saya tidak ingin kenangan anak-anak untuk saya hanya ujung kepala saya sementara saya memandangi telepon atau laptop saya. Ini adalah pergulatan untuk banyak kaum pria (termasuk saya), sebab kita merasa desakan untuk tetap terhubung dengan dunia, dan kadang-kadang, bahkan merasa seperti suatu kebutuhan memberi nafkah untuk keluarga kita. Kita tetap perlu menetapkan aturan mematikan perangkat elektronik sesering mungkin sehingga kita dapat sepenuhnya hadir dan terlibat di rumah.

  • 9. Mengharapkan istri Anda mengerjakan segalanya di sekitar rumah

  • Statistik memperlihatkan bahwa bahkan dalam keluarga di mana baik suami maupun istri kerja penuh waktu di luar rumah, istri masih tetap melakukan sebagian besar urusan rumah tangga. Bung, kita perlu sadar (saya mengingatkan diri saya juga). Istri Anda bukan pembantu rumah Anda. Beri dia hormat dan dukungan yang pantas untuknya dengan membantu dia di sekitar rumah (dan di bidang lain pula).

  • Kaum pria, apakah masalah khusus ini berlaku buat Anda atau tidak, marilah kita mengatasinya bersama untuk menjadi suami dan ayah yang pantas untuk keluarga kita. Marilah kita mengasihi, melindungi, menyediakan dan melayani mereka sebaik kemampuan kita. Marilah kita memastikan bahwa tindakan kita dan kata-kata kita mencerminkan komitmen dan kasih kita yang tidak sedang sekarat. Mereka butuh dan pantas mendapatkan yang terbaik dari kita.

  • Artikel ini aslinya diterbitkan di Patheos. Ini diterbitkan di sini dengan seizinnya.

  • Diterjemahkan dan disadur oleh Effian Kadarusman dari "9 things married men need to stop doing" karya Dave Willis.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Dave is a husband, father and pastor. He blogs to help strengthen marriage and families.

9 hal yang jangan dilakukan kaum pria yang sudah menikah

Apakah Anda memiliki kebiasaan buruk berikut yang merongrong pernikahan Anda?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr