Kisah nyata: Berharganya dukungan keluarga bagi pejuang Kanker

Karena kanker bukanlah penyakit bagi survivor saja, namun juga 'penyakit' bagi seluruh keluarga penderitanya.

1,255 views   |   6 shares
  • Tulisan ini terinspirasi dari kisah sahabat saya, sebut saja namanya T. Dia adalah seorang ibu dengan 3 anak, saat ini sedang menderita kanker tiroid stadium akhir. Ibu T dinyatakan positif kanker pada tahun 2013 dan selama 3 tahun belakangan, kondisi kesehatannya dapat dibilang fluktuatif.

  • Ia mengikuti semua proses penyembuhan secara medis seperti operasi pengangkatan kanker dan kemoterapi, namun rupanya sel kanker tersebut sudah menyebar hingga ke tulang belakang sehingga menyebabkan kondisi fisiknya saat ini hanya dapat terbaring di atas kasur.

  • Namun saya tidak bermaksud membahas kondisi ibu T saat ini. Lewat tulisan ini, saya ingin berbagi kisah inspiratif tentang ibu T. Sejak mengenalnya di tahun 2007, saya selalu melihatnya sebagai pribadi yang menyenangkan dan selalu memberikan semangat begitu besar pada orang-orang yang ia temui. Ibu T selalu berpikir positif dan meyakinkan orang-orang terdekatnya, bahwa setiap orang mampu melakukan apa yang diinginkannya selama ia mau mencoba dan tidak putus asa.

  • Ia bergabung dalam komunitas survivor kanker dan selalu memberi dukungan kepada sesama anggotanya untuk menerima dan menjalani kondisi mereka. Meski saat ini kondisi ibu T sudah tidak sesempurna dulu, semangatnya tidak pernah berkurang.

  • Iapun pernah berada dalam kondisi yang sama dengan para anggora lain. Ada kalanya dia merasa lemah, merasa hidup ini tak adil untuknya dan keluarganya. Namun ia selalu berpikir positif untuk dirinya dan untuk suami serta anak-anaknya. Kanker bukanlah penyakit bagi seorang survivor sendiri, namun juga bagi keluarganya. Di saat rasa sakit datang, hanya keluargalah yang akan saling menguatkan dan saling mendoakan.

  • Dukungan keluarga yang begitu besar saya rasakan pada ibu T. Tidak hanya suami dan orang tuanya, anak-anaknya yang masih cukup kecil pun seakan mengerti dengan kondisi kesehatan ibunya. Dukungan positif mereka terasa begitu luar biasa sehingga membuat ibu T juga menjalani hari-harinya dengan lebih bersemangat.

  • Contohnya seperti saaat putri kecilnya berulang tahun. Ibu T menanyakan hadiah yang diinginkan oleh putri semata wayangnya tersebut, dan jawabannya hanya sesederhana, "Aku hanya ingin mama sembuh dan operasinya berjalan dengan lancar." Permintaan sederhana tersebut menjadi motivasi dan semangat bagi ibu T berjuang melawan penyakitnya, demi anak-anaknya.

  • Menurut ahli Onkologi Liave & Rosa yang dikutip dari Tribun news, keluarga adalah pendamping terbaik bagi pasien kanker dalam menghadapi pertempuran dengan penyakitnya. Dukungan keluarga terhadap pasien kanker sangat dibutuhkan guna mengangkat mental dan semangat hidup pasien. Lebih lanjut, Rosa menyebutkan kanker adalah penyakit seluruh keluarga di mana pada setiap keluarga pasien kanker juga akan terasa dampak psikologis, emosional, finansial hingga fisik.

  • Advertisement
  • Contoh keluarga ibu T yang saya lihat, adalah contoh keluarga yang kuat dan solid. Dengan keluarga yang kompak, ibu T sebagai pejuang penyakit tersebut pun menjadi pribadi yang kuat dan tabah menjalani pengobatannya yang sangat panjang dan melelahkan tersebut. Dan di saat kondisi kesehatannya naik-turun, ia pun tidak berhenti untuk selalu menguatkan dan menginspirasi pejuang-pejuang kanker lain di sekitarnya.

  • Semoga keberkahan selalu melimpah kepada ibu T dan keluarganya. Saya berharap lebih banyak lagi pejuang kanker di luar sana yang memiliki semangat seperti ibu T, dan dukungan keluarga yang hebat seperti itu.

Baca, hidupkan, bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Kisah nyata: Berharganya dukungan keluarga bagi pejuang Kanker

Karena kanker bukanlah penyakit bagi survivor saja, namun juga 'penyakit' bagi seluruh keluarga penderitanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr