Vaksin Dengvaxia, si penawar DBD yang sayangnya belum 'tiba' di Indonesia

Vaksin Dengvaxia telah berhasil diciptakan untuk melindungi masyarakat dari komplikasi berat DBD yang mengancam nyawa. Namun vaksin ini belum masuk ke Indonesia, sehingga perlu langka nyata kita untuk mencegah DBD.

913 views   |   3 shares
  • Pada bulan Januari 2016 Direktorat Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan RI mencatat terjadinya 3.298 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan jumlah kematian sebanyak 50 kasus di Indonesia. Hal ini menunjukan seakan tidak ada satu daerah pun di Indonesia yang luput dari penyakit yang mematikan ini untuk bulan - bulan berikutnya.

  • Namun, berita baik datang dari perusahaan farmasi Perancis, Sanofi Pasteur yang berhasil menciptakan vaksin yang bernama Dengvaxia® untuk mencegah DBD. Pada tanggal 9 desember 2015, vaksin ini telah mendapat izin edar dan pertama kali digunakan di Meksiko untuk penduduk berusia 9 - 45 tahun yang tinggal di daerah endemik DBD.

  • Walaupun pada tahun 2014, laporan organisasi kesehatan dunia (WHO) mengumumkan vaksin Dengvaxia® memiliki efektivitas yang kecil -hanya sekitar 60,8% dibandingan polio dan capak yang memiliki efektivitas lebih dari 95%-, namun Sanofi Pasteur melaporkan bahwa vaksin Dengvaxia® efektif untuk melindungi masyarakat dari komplikasi berat DBD yang mengancam nyawa, seperti perdarahan dalam, shock, dan kegagalan fungsi organ tubuh.

  • Rilis pers yang tertulis pada website resmi Sanofi Pasteur (www.sanofipasteur.com) pada tanggal 22 Februari 2016, mengumumkan jika vaksinasi Dengvaxia® telah dimulai di Filipina setelah sebelumnya disetujui oleh pemerintah Filipina pada tanggal 22 desember 2015.

  • "Ini benar - benar momen penting dalam sejarah vaksinologi. Dengvaxia® tersedia di tempat layanan kesehatan di Filipina dan menjadi program imunisasi publik sebagai langka pencegahan DBD secara global dan ini adah sebuah prestasi bagi warga Filipina" ujar Guillaume Leroy, Vice-President of Dengue Vaccine dari Sanofi Pasteur.

  • Setelah Meksiko, Brazil, El Salvador dan Filipina, proses kajian peraturan Dengvaxia® akan terus berlanjut di negara - negara lain untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

  • Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah, kapan Dengvaxia® akan masuk ke Indonesia. Hingga saat ini tetap diperlukan langkah nyata dari setiap individu untuk peduli terhadap bahaya DBD.

  • Pengasapan (fogging) yang mengandung insektisida, bukan lagi strategi utama dalam mencegah DBD karena hanya dilakukan jika sudah terjadi kasus atau telah timbul korban.

  • Menurut berita yang dikeluarkan Biro Komunikasi dan Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan Indonesia, Ibu Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K) mengimbau kepada masyarakat agar memulai kembali gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, dimana 1 rumah ada 1 orang menjadi juru pemantau jentik sebagai usaha preventif terhadap DB.

  • Advertisement
  • Pemerintah juga menghimbau agar kita melakukan pencegahan dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terutama pada musim penghujan dan pancaroba yang berpotensi meningkatkan tempat pengembangbiakan nyamuk.

  • PSN dilakukan dengan memberantas jentik - jentik (larva) nyamuk Aedes Aegypti, dengan beberapa langkah 3M PLUS berikut:

    • Menguras tempat yang bisa menampung air secara rutin, misal bak mandi, kaleng bekas, ember dan lain - lain.

    • Tutup rapat tempat penampungan air, seperti kendi air.

    • Jka Anda punya barang bekas yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak, Anda bisa membuang, mengubur atau mendaur ulang.

    • Taburkan bubuk larvasida pada tempat penampung air yang susah dibersihkan, seperti toren air.

    • Gunakan obat anti nyamuk, seperti obat nyamuk semprot, lotion atau gelang anti nyamuk dan sticker anti nyamuk yang dapat ditempel pada baju anak.

    • Gunakan kelambu pada kasur di tempat tidur Anda atau anak.

    • Pelihara ikan yang bisa memangsa jentik nyamuk, seperti ikan nila merah, ikan mas, ikan cere dan ikan cupang.

    • Tanamlah lavender, tapak dara, serai atau akar wangi di pot dan taruhlah di beberapa ruangan, karena ampuh untuk mengusir nyamuk.

    • Perhatikan cahaya dan ventilasi setiap ruangan di dalam rumah.

    • Jangan menggantung banyak pakaian karena berpotensi menjadi sarang nyamuk.

  • Sekecil apapun kepedulian kita terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, melakukan aksi nyata dalam melakukan pencegahan akan dapat membantu untuk mengurangi angka kematian DBD setiap tahunnya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Vaksin Dengvaxia, si penawar DBD yang sayangnya belum 'tiba' di Indonesia

Vaksin Dengvaxia telah berhasil diciptakan untuk melindungi masyarakat dari komplikasi berat DBD yang mengancam nyawa. Namun vaksin ini belum masuk ke Indonesia, sehingga perlu langka nyata kita untuk mencegah DBD.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr