Anak mulai jatuh cinta? Wah, bagaimana ya..

Setiap orang pasti mengalami saat jatuh cintanya untuk pertama kali. Namun, sebagai orangtua, pasti punya rasa khawatir. Jangan buru-buru galak dan membatasi, lebih baik posisikan diri sebagai teman.

1,483 views   |   6 shares
  • Usia berapa dulu Anda mulai merasakan jatuh cinta pada lawan jenis? Pertama kalinya merasakan debar jantung saat menatap mata orang yang Anda sukai, dan bahkan mulai menghabiskan hari-hari dengan memikirkannya. Jatuh cinta, adalah hal yang wajar dan pasti terjadi pada setiap orang. Sebab, dorongan untuk tertarik kepada lawan jenis, adalah sesuatu yang alami dan bahkan merupakan bagian dari pubertas.

  • Karena itu, tak ada standar baku di usia berapa, anak mulai merasakan jatuh hati sebab banyak faktor yang mendorong terjadinya pubertas, bahkan setiap orang pun berbeda. Namun, pada umumnya anak-anak mulai tertarik pada lawan jenis pada usia sekitar kelas 5 SD atau 10-11 tahun," ujar Diane Bloomfield, M.D., dokter anak di Children's Hospital, Montefiore NY, AS. Bahkan, menurutnya, taksir-taksiran mungkin saja sudah terjadi saat ia kelas 3 atau 4 SD. Itu merupakan bagian dari masa prapubertas, dan bagian dari mulai tumbuhnya kesadaran diri si kecil dan kesadaran akan orang lain.

  • Berita baiknya adalah Anda telah membesarkan seorang anak yang memiliki rasa kasih sayang terhadap orang lain. Tantangannya? Membantu ia menyalurkan emosinya dengan cara yang 'bisa diterima'. Maka, biasanya, ketika anak sudah mulai merasa jatuh cinta, orangtua sering kebingungan dan tidak tahu bagaimana cara menyingkapinya. Tak bisa dipungkiri, Anda pasti merasa cemas ketika anak terlihat 'berbunga' atau bahkan galau dan bersikap berlebihan saat ia sudah mulai jatuh cinta.

  • Untuk itu, sebagai orangtua, Anda harus sadar terlebih dahulu bahwa bersamaan dengan berjalannya waktu, anak akan tumbuh dewasa. Merasa tertarik (suka) pada lawan jenis adalah hal yang wajar. Toh dulu pun Anda pernah mengalaminya, oleh karena itu berilah ruang bebas tapi tetap pada kontrol Anda sebagai orangtua. Namun Anda bisa menyiasati hal yang berkaitan dengan asmara sang anak melalui pendekatan, dengan begitu anak bisa lebih terbuka dan Anda pun lebih mudah memberi masukan positif.

  • Melarang justru akan membuat anak Anda 'ngumpet'. Karena itu lakukan pendekatan dan beri dia tanggung jawab untuk merasakan indahnya 'cinta monyet'. Lakukan langkah-langkah berikut sebagai pendekatan orangtua kepada anak.

  • Jangan berlebihan

  • Saat Anda mengetahui anak Anda sedang jatuh cinta, cobalah untuk tidak bereaksi berlebihan. Anak Anda bisa merasa malu atau malah minder jika Anda memberikan reaksi yang berlebihan. Ajaklah anak untuk mengobrol ringan seperti tanyakan kepadanya apa yang ia sukai dari sosok yang ia sukai itu atau sejak kapan ia merasa jatuh cinta dengan temannya tersebut. Anda perlu memainkan peran seperti seorang sahabat untuk anak Anda agar anak Anda merasa nyaman dan terbuka untuk mengungkapkan semua perasaannya.

  • Advertisement
  • Beri tahu apa itu artinya cinta

  • Jatuh cinta tak selamanya indah dan menyenangkan. Terkadang rasa cinta juga menyisakan kekecewaan. Agar tidak galau berkepanjangan, Anda bisa memberi contoh pengalaman Anda sewaktu muda. Ingatkan pada anak untuk jangan mudah terlena jika tidak ingin terluka. Sampaikan rasa cinta juga dapat dirasakan oleh orangtua kepada anaknya.

  • Beri tahu batasan-batasannya

  • Seorang anak yang baru pertama kali merasa jatuh cinta pasti akan kesulitan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sebagai orangtua, Anda perlu memberi penjelasan tentang batasan-batasannya. Misalnya, tentang kontak fisik dan cara berinteraksi dengan orang yang disukai.

  • Luangkan waktu khusus

  • Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan bersama anak Anda, baik itu membaca buku ataupun menonton sebuah film bersama. Pilih buku atau film yang memiliki kesamaan topik dengan yang dialami oleh anak Anda. Setelah selesai membaca buku atau menonton film, ajaklah diskusi. Anda bisa mengambil contoh sikap dari yang dilakukan karakter dalam buku atau film tersebut. Kegiatan ini pun bisa menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat dan berkualitas karena bisa mendekatkan Anda dengan anak Anda.

  • Sampaikan nilai-nilai moral

  • Terbukalah kepada anak tentang nilai-nilai moral dan agama. Dengan begitu, Anda telah menyampaikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jangan memaksa anak untuk menceritakan semua tentang kisah cintanya, karena anak pun berhak memiliki rahasianya sendiri. Anda bisa berbagi pengalaman agar lebih dekat dengan anak, sampaikan hal-hal positif untuk diikuti anak, dan mengingatkan hal buruk yang nantinya justru merugikan masa depan si anak

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Anak mulai jatuh cinta? Wah, bagaimana ya..

Setiap orang pasti mengalami saat jatuh cintanya untuk pertama kali. Namun, sebagai orangtua, pasti punya rasa khawatir. Jangan buru-buru galak dan membatasi, lebih baik posisikan diri sebagai teman.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr