Ketika aku jatuh cinta lagi pada suami

Saya jatuh cinta pada suami, dia pun jatuh cinta pada saya. Cinta ini hanya bertahan selama 6 tahun, namun kami tetap bertahan. Jatuh cinta itu mudah. Bagaimana jatuh cinta kembali, itu lain ceritanya.

5,927 views   |   64 shares
  • Tiga belas tahun yang lalu, saya menikahi seorang pria yang luar biasa. Dia kuat secara fisik, mental dan secara rohani. Ia mempunyai sifat humoris yang berhasil memikat saya sejak pertama kali kami bertemu. Saya tahu, bersamanya saya akan menjalani hari-hari penuh tawa sepanjang hidup. Dia lembut dan berhati besar, sabar dan bijaksana. Aku sangat mencintainya saat itu, dan masa depan kami berdua terlihat sangat cerah.

  • Saat menikah kami bersumpah dan berkomitmen untuk saling mencintai di hadapan Tuhan. Apakah kami paham dengan komitmen yang kami buat itu? Bagaimana setelah hidup bersama, melalui 5, 10, 30 tahun ke depan? Apakah kami benar-benar memahami penyesuaian dan perubahan yang akan diperlukan untuk tetap bersatu dalam pernikahan?

  • Pengalaman hidup dan cobaan telah membentuk kami menjadi orang yang berbeda. Dia belajar dari kesalahannya sendiri dan kesalahan orang lain, termasuk saya. Suami saya memiliki kebiasaan, sifat dan karakter yang berbeda sekarang, dibandingkan dengan dirinya bertahun-tahun yang lalu.

  • Kami selalu berselisih tentang hal-hal yang penting hingga yang tidak masuk di akal. Kami banyak melakukan kesalahan dan melewati rintangan bersama. Tantangan terbesar saya-yang mengubah diri saya sepenuhnya- adalah kehilangan ibu saya. Pada saat itu saya tidak dapat memberikan 100 persen kehidupan saya kepada pernikahan ini; Saya hampir tidak memberikan apa-apa. Setelah beberapa tahun yang melelahkan bagi suami, diapun ikut berubah.

  • Kami berjuang secara rohani, fisik, dan emosional. Kami merasakan rasa sakit secara individu dan duka yang telah menusuk, kami berdua merasakan kesengsaraan. Ada banyak kesempatan untuk menggunakan kesalahan dan kelemahan kondisi kami saat itu untuk mengucapkan kata berpisah, menyerah dan mengakhiri apa yang pada awalnya adalah cinta. Kami menghadapi pilihan untuk mengakhiri atau melanjutkan.

  • Suatu malam saat pembicaraan serius, ia berkata, "Apakah kamu masih mencintaiku? Apakah kamu masih ingin menikah denganku? Apakah kamu masih ingin membina keluarga ini?" Masing-masing dari kami, takut memberikan jawaban. Kami memikirkannya dalam hati dan tenang. Saya lalu berbisik, "Aku mencintaimu sebagai ayah dari dua anak kita, tetapi aku tidak jatuh cinta padamu." Dia juga merasakan hal yang sama. Walau tidak yakin hal ini dapat diperbaiki, kami berdua masih ingin mencoba.

  • Kami berjuang bagi pernikahan kami, juga untuk keluarga kami. Hal ini memakan waktu sampai bertahun-tahun untuk sampai kepada keadaan kami saat ini. Perjalanan untuk mencapainya adalah hal yang sangat menakjubkan dan memuaskan. Dia masih orang yang sama saat kami menikah, hanya dengan kualitas yang diubah dan ditambahkan. Kami memprioritaskan diri membela satu sama lain di depan keluarga dan teman-teman kami sendiri.

  • Advertisement
  • Impian berkarir telah lenyap, diganti dengan mimpi-mimpi lain untuk mengubah hidup menjadi lebih baik. Hal ini telah menjadi kenyataan dan telah membawanya ke tempat yang tidak pernah kami pikirkan sebelumnya. Dia menjadi orang yang lebih baik saat ini daripada saat kami menikah. Ia menjadi siapa dirinya hari ini karena pilihan dan keinginannya sendiri untuk berubah.

  • Bertahun-tahun setelah percakapan tersebut, saya telah membuat pilihan untuk menerima dan mencintai suami saya apa adanya setiap saat. Sayapun mulai berubah secara positif dan bertekat menjadikan saya lebih baik. Memang terkadang sulit dilakukan. Semakin saya berfokus pada kesalahan diri sendiri dan mengoreksi perilaku saya, semakin sulit melihat kesalahannya. Cinta saya semakin bertumbuh untuknya. Keinginan untuk melayaninya menjadi yang terutama dalam pikiran saya. Kebencian dan kemarahan telah diganti dengan pengabdian dan kasih sayang. Saya telah belajar untuk mencintai suami saya sekali lagi, bahkan lebih murni daripada yang saya miliki sebelumnya.

  • Perubahan terbesar yang kami berdua rasakan setelah perjalanan ini: Kami sangat menerima pribadi satu sama lain seperti dahulu. Kami menerima kelemahan masing-masing, kesalahan dan kebiasaan yang menjengkelkan, mendukung satu sama lain dengan pengorbanan, apapun situasinya tanpa menghakimi. Kondisi ini telah mengubah pernikahan kami. Ini adalah hadiah termanis, dari apa yang telah kami perjuangkan. Saya tidak dapat melakukan ini sendirian. Saya butuh bantuannya dan ia pun sebaliknya. Ini adalah perjuangan kami berdua.

  • Saat ini, kami memiliki cinta yang baru. Cinta yang berbeda karena telah diperkuat melalui sukacita dan kesulitan. Ini adalah cinta hanya saya dan dia yang dapat mengerti. Saya menjadi wanita yang lebih baik karenanya. Dia menjadi orang yang lebih baik untuk saya. Harapan saya adalah dapat membantunya untuk menjadi dirinya yang terbaik. Hanya dia yang tahu jiwa saya yang terdalam dan ia telah memenangkan hati saya sekali lagi.

  • _Artikel ini diterjemahkan dan diadaptasi langsung dari artikel asli yang berjudul"How I fell back in love with my husband"oleh Amanda Sparks

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Ketika aku jatuh cinta lagi pada suami

Saya jatuh cinta pada suami, dia pun jatuh cinta pada saya. Cinta ini hanya bertahan selama 6 tahun, namun kami tetap bertahan. Jatuh cinta itu mudah. Bagaimana jatuh cinta kembali, itu lain ceritanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr