Jika cinta, apakah ia akan segera melamar?

Lamanya waktu berpacaran tidak selalu menjamin hubungan Anda dan dia akan berakhir di pelaminan.

1,516 views   |   10 shares
  • Memiliki kekasih yang dewasa, baik dan mapan tentu selalu menjadi dambaan setiap wanita. Namun akan ada waktu di mana Anda tidak lagi hanya mengharapkan kebaikan atau kemapanan kekasih Anda tersebut. Di usia yang sudah semakin dewasa, Anda akan mulai berharap sejauh mana keseriusnya menjalankan hubungan bersama Anda.

  • Lamanya waktu yang Anda lalui bersamanya tidak selalu menjamin hubungan tersebut sedang menuju ke arah yang lebih serius. Banyak pasangan di luar sana yang telah berpacaran selama bertahun-tahun, namun berakhir dengan perpisahan. Waktu bukanlah jaminan. Yang terutama adalah seberapa besar cinta Anda berdua untuk mau melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

  • Beberapa pengalaman orang-orang dibawah ini mungkin akan menginspirasi Anda untuk dapat mengambil tindakan yang tepat:

  • "Jangan terlalu terlena dengan hubungan yang baik-baik saja. Hal tersebut tidak selamanya menjamin bahwa hubungan Anda telah berjalan lancar. Jangan hanya menilai karena dia (pria) selalu baik, lantas dia serius dengan Anda. Sejak awal sebelum Anda ingin menjalin kasih dengan seseorang, sebaiknya sampaikan secara jelas visi dan misi Anda di masa depan. Jangan sampai Anda sudah bertahun-tahun menjalin hubungan dengannya, ternyata dia tidak memiliki visi atau misi yang sama dengan Anda. Jangan pernah terbawa perasaan dan pada akhirnya akan menyakiti Anda, jika ternyata dia tidak kunjung ingin menikahi Anda atau serius dengan Anda. " (Roby, 32 Tahun, Pegawai Swasta)

  • "Saya dulu pernah pacaran bertahun-tahun, namun hubungan yang saya anggap serius itu malah berakhir begitu saja. Kemudian, saya bertemu seorang teman lama. Hanya selang seminggu kami bertemu kembali, dia menyatakan cinta kepada saya. Awalnya saya trauma berpacaran kembali hingga saya pun menolaknya. Saya mengatakan padanya jika memang serius, sebaiknya ia langsung melamar saya. Jika tidak, lebih baik jadi teman baik saja. Dua hari berselang, dia menelepon dan bilang akan datang melamar saya bersama orang tuanya. Lima bulan kemudian kamipun menikah. Mungkin orang akan terkejut mendengar cerita saya ini. Tetapi dari pengalaman yang saya alami, saya tersadar bahwa ketika seseorang sungguh-sungguh mencintai dan nyaman berada bersama kita, dia tidak akan ragu untuk menikahi dan hidup bersama selamanya. Karena pernikahan bukan masalah siap, tetapi keberanian untuk menjalani proses tersebut. (Pathersia, 24 Tahun, Wiraswasta, Jakarta)

  • Lewat dua testimonial di atas, bisa kita simpulkan bahwa keseriusan seorang pria dapat dilihat dari keberaniannya. Jika dia sungguh-sungguh mencintaimu, ia tidak tidak akan menunggu waktu yang lama untuk siap. Oleh karenanya, sebagai wanita janganlah ragu menantang pasangan Anda untuk menikah. Jika seorang pria ditantang untuk melangkah kejenjang yang lebih serius oleh wanita yang dicintainya, tanpa ragu dia akan membuktikan cinta. Nah sekarang, siapkah Anda menantangnya?

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Jika cinta, apakah ia akan segera melamar?

Lamanya waktu berpacaran tidak selalu menjamin hubungan Anda dan dia akan berakhir di pelaminan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr