Makanan praktis, ya atau tidak?

Gaya hidup sehat, merupakan pilihan terbaik untuk siapa pun. Sayangnya, hidup di tengah kota besar dan kesibukannya membuat kita sulit untuk bertahan dalam gaya hidup itu. Semua harus serba praktis, temasuk makanan di dalamnya.

208 views   |   2 shares
  • Belakangan ini, karena kita cenderung berada pada waktu yang sempit dari pekerjaan satu ke pekerjaan lain, jalanan yang macet, dan kebutuhan agar bisa cepat sampai di rumah, membuat kita sering mengonsumsi makanan yang praktis. Demi efisiensi waktu.

  • Namun, dengan gaya kerasnya, dr Tan Shot Yen dalam tulisan berjudul Hidup Simpel, bukan Makan Simpel, di bukunya, menekankan bahwa tidak ada makanan praktis di dunia ini. menurutnya, sekarang ini zaman serba terbalik. Hal-hal yang semestinya tidak ruwet dibuat sedemikian bertele-tele dan melelahkan. Misalnya perkara berdandan.

  • Banyak orang yang malu bila tak berdandan ke kantor, sehingga menyediakan waktu cukup lama untuk bersolek, ketimbang merasa bersalah terhadap tubuhnya karena tak sempat sarapan. Begitu pula pernikahan yang semestinya dimaksudkan sebagai sahnya penandatanganan resmi akta perkawinan yang sah dengan saksi cukup keluarga, akhirnya menjadi pesta pameran kekayaan dan membutuhkan uang banyak sekali dan persiapan berbulan-bulan.

  • Sebaliknya, merawat tubuh mulai dari memberi asupan makanan yang seharusnya, hingga memelihara ketenangan jiwa justru dianggap kewajiban yang membosankan. Hidangan dipilih yang praktis, dari yang berbumbu jadi, bahkan sering kali beli makanan jadi sekalian saja. Jangankan waktu mempersiapkan dan memasak yang kian singkat, waktu untuk makan pun kian sempit.

  • Anak-anak dan kelompok keluarga muda tak lagi memahami mengapa perut manusia butuh diberi alas sup sebelum makanan yang lebih berat masuk. Kini makanan berkuah dianggap merepotkan. Lambung didera kerja keras untuk mencerna dan memproduksi asam lambung lebih banyak tanpa adanya cairan dari makanan yang masuk. Itulah sebabnya mengapa keluhan paling populer belakangan ini justru kelebihan asam lambung.

  • Kenyataannya, menurut dr Tan, istilah praktis tak pernah bisa diterapkan pada tubuh manusia yang hidup. Tubuh tak diciptakan dengan kepraktisan. Sembilan bulan dua minggu manusia dikandung bukanlah hal sepele dan tak pernah bisa dipersingkat. Istilah efisien pun tidak mungkin terjadi pada kerja merawat tubuh.

  • Padahal, merawat kesehatan sebenarnya merupakan bentuk rasa hormat terhadap hidup dan Sang Pemberi Kehidupan. Juga wujud rasa syukur dan ungkapan terima kasih bagi yang telah menghidupkan manusia. Termasuk berani tidak simpel dalam memasak, menikmati makanan, dan merawat tubuh. Sama seperti betapa tidak simpelnya Tuhan menciptakan manusia, mulai dari variasi genetik yang membuat wajah hampir sempurna, kerja organ tubuh, hingga cara otak menghasilkan temuan memukau.

  • Advertisement
  • Lidah yang terbiasa dengan makanan sebenarnya, dengan sendirinya mampu membedakan rasa. inilah yang membuat rasa makanan menjadi nikmat. Tak banyak orang menyadari bahwa Tuhan menciptakan mata manusia yang dapat melihat warna juga sebagai cara bertahan hidup. Sebab semua kebaikan antioksidan yang terdapat dalam pelbagai sayur dan buah hadir dalam bentuk warna.

  • Sayangnya kini banyak warna-warna buatan, dan juga rasa-rasa buatan. Rasa manis sayur dan buah terkalahkan oleh berbagai pemanis buatan manusia. Lidah dirusak sehingga tak mampu lagi menikmati rasa alamiah yang sesungguhnya. Anak-anak sampai bisa menyebut rasa sayur pahit dan tidak enak, karena membandingkannya dengan kue dan biskuit. Sebab kini kotak bekal yang tadinya berisi pisang dan pepaya berganti mi instan dan biskuit kemasan. Ketika manusia merasa menemukan hal-hal hebat soal kepraktisan, sebenarnya ia sedang kehilangan banyak.

  • Lalu harus bagaimana? Dr Tan juga menjawab hal ini. Menurutnya, manajemen waktu menjadi kuncinya, dan bukan mengubah hak tubuh. Mulailah membuat menu, menyusun rencana yang ingin dimakan sepanjang satu minggu. Belanja semua bahan makanan pada akhir pekan. Begitu sampai di rumah jangan langsung menumpuk bahan di lemari pendingin.

  • Bersihkan dan mulai meracik sampai siap untuk dimasak. Pilah bahan makanan dalam kotak penyimpanan. Jika perlu beri tanda kotak untuk senin, selasa dan seterusnya. Kotak dari freezer bisa dipindahkan ke bawah, sehari sebelumnya. Jadi, ketika hari itu tiba, bahan tersebut sudah tidak beku dan siap naik kompor. Hal ini tentu akan menghemat banyak waktu.

  • Tips lainnya, tentu saja praktiskan gaya hidup. Hemat waktu untuk melakukan hal-hal yang tak terlalu penting, alokasikan waktu tersebut untuk menyiapkan gaya hidup sehat dan menenangkan hati bagi setiap keluarga. bermain bersama anak, mengobrol dengan suami, makan dengan tenang, dan tidur cukup.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Makanan praktis, ya atau tidak?

Gaya hidup sehat, merupakan pilihan terbaik untuk siapa pun. Sayangnya, hidup di tengah kota besar dan kesibukannya membuat kita sulit untuk bertahan dalam gaya hidup itu. Semua harus serba praktis, temasuk makanan di dalamnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr