Sudah pas kah hati Anda untuk menikah?

Dari segala macam permasalahan yang membuat perasaan sedih serta bahagia dalam pernikahan ternyata membuat cinta kami semakin kuat dan semakin sempurna.

1,033 views   |   4 shares
  • Ketika hari pernikahan sudah hampir di depan mata, pernahkah Anda merasakan sebuah kebimbangan di dalam pikiran pada waktu itu? 3 hari sebelum saya menikah pada waktu itu, saya berpikir dan merasakan sebuah hal yang sangat berbeda dengan hal yang telah membuat saya memutuskan untuk menikahi wanita itu. Benar saja waktu itu saya merasa sangat mencintainya dan berpikir seolah saya akan mempunyai masa depan baik dalam percintaan maupun materi jika bersamanya, namun perasaan yang datang secara tiba-tiba pada detik-detik menjelang hari pernikahan itu ternyata membuat saya tidak percaya diri dengan keputusan yang saya buat.

  • Sepertinya tidak mungkin jika dalam waktu sedekat itu saya harus mengubah keputusan, dan tidak ada cara lain lagi selain harus mengambil keputusan itu. Saya mencoba mencari hal-hal yang bisa mengubah perasaan itu hingga hari pernikahan itu. Saya hampir tidak merasa bahwa hal tersebut ternyata hilang perlahan-lahan, dan semakin hari ternyata justru perasaan cinta dan kagum terhadap pasangan semakin tumbuh pada diri saya.

  • Tidak terlalu sulit sebenarnya mengatasi hal tersebut jika itu juga memang terjadi pada Anda. Lakukan dan benar-benar rasakan hal berikut untuk dapat membuat sebuah keteguhan serta siap dalam keputusan Anda untuk menikah.

  • Anda tidak akan memiliki sedikit cara untuk menyampaikan rasa cinta pada dirinya

  • Sebuah pendapat yang tiba-tiba muncul dalam diri saya yaitu "cinta yang terjadi setelah menikah semakin lama akan sulit untuk diungkapkan, sebab setiap hari akan selalu bertemu dalam satu ruangan bahkan setiap tempat di dalam rumah." Dan hasil dari pendapat saya waktu itu, saya merasa takut untuk mengungkapkan kata cinta dan perilaku-perilaku romantis padanya setelah menikah nanti. Setelah saya menikah, saya baru teradar bahwa mengapa saya harus takut untuk menghadapi hal itu.

  • Sekian banyak perselisihan yang telah saya lewati dalam hal perhatian dan pengertian bersamanya, membuat saya lebih mengerti bahwa dia sebenarya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Dia lebih menyukai hal yang sederhana namun dari sebuah keikhlasan dalam hati saya, daripada mendapatkan sesuatu dari hal yang berlebihan namun mengharapkan timbal balik yang lebih pula. Dari hal itu saya mendapatkan sebuah pendapat bahwa" mendapatkan sebuah pernikahan yang penuh cinta dan bahagia adalah menikahi orang yang tepat, dan cara mencintainya adalah sederhana namun penuh keikhlasan." Sedikit perhatian, pengertian dan sentuhan di setiap harinya akan mengandung arti cinta yang akan dia rasakan dari diri Anda, jadi tidak memerlukan sebuah periapan yang berarti dan berlebihan untuk dapat menunjukkan rasa cinta pada pasangan Anda sebelum Anda merasa terlalu lelah dan menjadi pamrih dalam perasaan Anda.

  • Advertisement
  • Dengan adanya kesedihan dan senyuman bahagia cinta akan terasa semakin kuat

  • Perjalanan pernikahan yang saya alami merupakan penuh kisah menurut saya. Pada saat pacaran dulu yang saya rasakan hanyalah senyuman, menurut saya itu sudah umum terjadi tidak jauh seperti yang pernah Anda alami. Namun ketika pernikahan terjadi pada saya dengannya ternyata bukan hanya kebahagiaan, melainkan juga kesedihan yang terkadang datang bertubi-tubi melukai perasaan saya. Saya mendapatkan banyak sekali pelajaran dalam hidup pernikahan. Dari segala macam permasalahan yang membuat kami sedih serta bahagia dalam pernikahan kami ternyata membuat cinta kami semakin kuat dan semakin sempurna. Dan saya pun sudah bisa dikatakan siap untuk membahagiakan pasangan hidup saya.

  • Ketika kedua hal ini masuk dalam kehidupan pribadi saya, saya pun telah menyadari bahwa saya seharusnya tidak perlu merasa takut hingga saya memiliki anggapan bahwa pernikahan merupakan hal yang mengerikan. Dengan adanya hubungan tersebut akan membuahkan buah cinta yaitu si buah hati yang merupakan sebuah karunia dari sang Pencipta untuk membuat kehidupan keluarga kami semakin tampak sempurna.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Saya adalah ayah dari seorang putra usia 2,5 tahun, saya saat ini bekerja di kantor pos. Di waktu luang saya memanfaatkan waktu untuk menulis dan bermain dengan putra saya. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi para pembaca.

Sudah pas kah hati Anda untuk menikah?

Dari segala macam permasalahan yang membuat perasaan sedih serta bahagia dalam pernikahan ternyata membuat cinta kami semakin kuat dan semakin sempurna.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr