Hal yang bisa bunda lakukan ketika kesabaran mengasuh si kecil semakin menipis

Kesabaran adalah kata kunci dalam pengasuhan anak. Namun, kadang kita kehabisan stok sabar saat menghadapi tingkah laku si buah hati. Nah, jika hal ini terjadi, maka yang terpenting adalah me-recharge dulu diri sendiri sebelum berhadapan dengan anak.

828 views   |   12 shares
  • Sabar. Adalah satu-satunya kata yang berlaku untuk pengasuhan anak. Apa pun teorinya, siapa pun pencetusnya, poin penting dari semua itu hanyalah sabar. Dan ini tidak mudah, ya kan?

  • Sebagai orangtua, kadang kesabaran kita sampai "habis" terkuras oleh si kecil. Dan benar-benar tidak mudah untuk konsisten terus berada pada mode sabar, apalagi jika anak sedang menunjukkan tantrumnya. Maka, menurut Laura Markham dalam bukunya Peaceful Parent, Happy Kids, dikatakan bahwa hanya ada satu kunci untuk terus membuat kita sabar dalam mengasuh anak: Jangan lupa merawat diri sendiri saat sedang membesarkan anak.

  • Ya, merawat diri dan kebahagiaan amat penting agar kita punya rasa senang dan kehadiran yang cukup untuk dibagikan kepada anak-anak. Merawat diri sendiri sangat penting, tak sekadar untuk memupuk rasa sabar, namun juga untuk merasakan kebahagiaan dan rasa nyaman dalam keseharian bersama anak-anak. Mereka menikmati kehadiran orangtua yang bahagia. Responsnya pasti juga akan dengan kegembiraan dan lebih kooperatif.

  • Jika sehari-hari kita harus terus memaksakan kesabaran, mudah marah pada anak, pikiran selalu bicara negatif tentang anak, kelelahan, dan bahkan memperlakukan anak seperti musuh, berhati-hatilah. Sebab itu mungkin menjadi tanda bahwa kita lupa memerhatikan diri sendiri.

  • Hal ini tentunya tidak baik dan bahkan mampu membunuh kesenangan yang secara alami ada dalam diri kita. Bayangkan jika anak memiliki orangtua yang seperti ini. Jadi, tugas utamanya adalah menjaga agar "gelas" kita tetap penuh, agar mampu mengatasi segala kekacauan yang disebabkan oleh si penggganggu cilik, dalam kehidupan sehari-hari.

  • Lalu apakah dengan ini berarti kita berhak melupakan tugas merawat anak-anak, karena kita lebih penting. Oh, bukan itu maksudnya. Menjadi orangtua artinya memiliki kewajiban merawat anak-anak, dengan mengetahui kebutuhan-kebutuhan mereka dan memastikan bahwa mereka mendapatkannya. Namun kita bisa merawat dengan baik jika kita pun mendapatkan perawatan.

  • Lalu bagaimana caranya?

    1. Biasakan setiap harinya ada momen untuk "tune in" dengan diri sendiri. Mengambil nafas dengan tenang, menghembuskannya juga dengan tenang untuk melepas stres. Bayangkan Anda bernafas untuk mengisi seluruh isi hati. Rasakan apa yang sedang kita rasakan.

    2. Setiap merasa marah atau mulai tak sabar, stop sejenak untuk berpikir; "Apa yang saya perlukan untuk bisa meredakannya?" Lalu berikan kebutuhan itu, meski anak sedang bersama Anda. Lima menit untuk duduk menyender dan mendengarkan suara burung? Minum segelas air? Jika tidak mungkin melakukannya sekarang juga, jadikan hadiah bagi diri Anda di waktu lain, misalnya berendam air hangat saat anak-anak sudah tidur.

    3. Kenali saat-saat "menantang" dalam keseharian, dengan itu Anda dapat menemukan cara untuk merawat diri sendiri melewatinya. Ini hidup Anda, dan merasa bahwa diri sebagai korban tak akan membantu anak-anak. Contohnya; apakah saat jelang tidur membuat Anda "gila"? Buat rencana agar dapat membuat rutinitas tersebut berjalan dengan lebih baik, misalnya berbagi tugas dengan pasangan, memulai waktu tidur lebih awal, atau menikmati secangkir teh saat Anda membacakan buku untuk anak-anak.

    4. Jadilah orangtua bagi diri sendiri. Tahukah Anda bahwa hal ini juga merupakan tugas Anda? Saat Anda sudah cukup dewasa untuk memiliki anak, orangtua Anda sudah pensiun. Maka ini menjadi tugas Anda kini. Bicara pada diri sendiri, seolah sedang bicara dengan seseorang yang Anda cintai. Rawat diri sendiri melewati segala masa sulit. Anda tidak sempurna, dan tak perlu sempurna. Maka Anda berhak mendapatkan segala kelembutan yang biasa ditumpahkan pada seorang bayi yang baru lahir.

    5. Berhentilah terburu-buru. Nikmati setiap momen kecil. Saat mencium wangi rambut anak, melihat mereka bisa melakukan hal baru. Ini akan menginspirasi anak-anak Anda untuk terkoneksi dan dapat berkooperasi. Hal ini akan menguatkan Anda, dan menyingkirkan segala kekesalan.

  • Advertisement
1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Hal yang bisa bunda lakukan ketika kesabaran mengasuh si kecil semakin menipis

Kesabaran adalah kata kunci dalam pengasuhan anak. Namun, kadang kita kehabisan stok sabar saat menghadapi tingkah laku si buah hati. Nah, jika hal ini terjadi, maka yang terpenting adalah me-recharge dulu diri sendiri sebelum berhadapan dengan anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr