Kisah perjuangan pecandu rokok menyelamatkan dirinya dari ajal

Banyak orang tidak menyadari bahayanya merokok. Artikel ini menuturkan kisah nyata tentang seorang wanita yang nyaris terlambat berhenti merokok.

2,154 views   |   21 shares
  • Banyak orang tidak menyadari bahayanya merokok. Bahkan ada berita di negeri kita tentang seorang anak balita yang merokok. Bagaimana anak ini dapat kecanduan merokok? Kemungkinan dari melihat orang-orang di sekitarnya dan yang paling menyedihkan anak ini dibiarkan mencoba merokok sehingga kecanduan. Di bawah ini ada kisah nyata tentang seorang wanita yang nyaris terlambat berhenti merokok.

  • Mary Morgan mulai merokok ketika dia berusia 15 tahun. "Waktu itu semua orang merokok," katanya. "Seluruh keluarga saya merokok. Kedua orangtua saya dan juga saudara lelaki saya meninggal karena kanker paru-paru. Dari situ saya menyadari bahwa merokok itu buruk bagi saya."

  • Mary, yang sekarang berusia 66 tahun, sudah mencoba beberapa kali untuk berhenti merokok. Akhirnya dia berhasil untuk sama sekali tidak merokok di tahun 2013. Waktu itu dia dan suaminya pergi ke Disney World bersama beberapa sepupu mereka. "Sepupu kami tidak merokok, karena itu saya pikir inilah saat yang tepat untuk berhenti merokok," kenang Mary. "Saya membawa plester nikotin dan obat anti-gelisah. Saya tidak pernah merokok sebatang pun sejak itu—tapi makan waktu setahun sebelum saya sama sekali tidak ingin merokok."

  • Pada saat yang sama Mary mulai merasa sesak napas bila dia berjalan agak jauh atau agak cepat. "Saya terpaksa berhenti beberapa kali untuk melegakan napas sepanjang tamasya di Disneyland," kata Mary. Sesudah pulang dia pergi ke seorang spesialis paru-paru yang menyebutkan bahwa dia menderita chronic progressive disease (COPD). Gejalanya berkembang secara lambat selama bertahun-tahun dan mencakup batuk terus menerus dengan lendir dan sesak napas. Di AS COPD terdaftar sebagai penyakit nomor 3 yang membawa kematian. "Seandainya saya tidak berhenti merokok waktu itu, saya sekarang mungkin tidak bisa bangun dari ranjang paling tidak," kata Mary.

  • Mengikuti anjuran dokter, Mary mulai mengikuti program rehabilitasi pernapasan di rumah sakit setempat. Program ini mengajar pasien latihan pernapasan dan teknik bersantai, selain mendidik mereka dalam hal obat-obatan, diet, gerak badan, dan menggunakan alat pernapasan bila perlu. "Saya belajar begitu banyak hal untuk mengurus diri saya," kata Mary. "Misalnya, saya tahu saya perlu gerak badan secara teratur karena otot yang kencang tidak membutuhkan banyak oksigen. Saya juga makan sedikit tetapi lebih sering karena pencernaan membutuhkan oksigen, karena itu makan banyak lebih membuat saya gampang sesak napas.

  • Advertisement
  • Mary dan Lewis tetap senang bepergian dan melewatkan waktu bersama cucu-cucu mereka yang berusia 8, 13 dan 17 tahun. Mary pensiun dari kariernya di bidang perbankan dan jual beli rumah. Dia menjadi relawan bagi para remaja dan para anggota gerejanya untuk mengantar mereka ke dokter bila mereka tidak dapat pergi sendiri.

  • "Saya lebih banyak membantu orang-orang yang menderita penyakit kronis sekarang," kata Mary. "Saya sadar betapa cepatnya kemampuan fisik kita dapat berubah."

  • Belakangan ini Mary menyadari bahwa dia membutuhkan terapi oksigen di malam hari. Dia juga memerlukan kursi roda bermotor untuk berjalan jauh bila dia dan Lewis memutuskan untuk jalan-jalan. "Hidup dengan COPD adalah tantangan sehari-hari, kata Mary, yang bertekad untuk hidup seaktif mungkin. "Namun hanya karena menderita seperti ini tidak berarti hidup sudah berakhir."

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Kisah perjuangan pecandu rokok menyelamatkan dirinya dari ajal

Banyak orang tidak menyadari bahayanya merokok. Artikel ini menuturkan kisah nyata tentang seorang wanita yang nyaris terlambat berhenti merokok.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr