Janji Bukan untuk Diingkari

Apakah Anda mudah mengucapkan janji tanpa bermaksud menepatinya? Berpikirlah dua kali sebelum Anda mengucapkan suatu janji, baik kepada teman, keluarga, atau bahkan orang asing yang baru Anda kenal. Ingat, manusia dihargai melalui kata-katanya.

4,944 views   |   2 shares
  • Apakah Anda mudah mengucapkan janji tanpa bermaksud menepatinya? Berpikirlah dua kali sebelum Anda mengucapkan suatu janji, baik kepada teman, keluarga, atau bahkan orang asing yang baru Anda kenal. Ingat, manusia dihargai melalui kata-katanya. Seandainya Anda mudah berjanji tetapi tidak pernah menepatinya, terutama dalam soal hutang piutang dengan orang lain, Anda tidak akan dipercaya lagi. Bagaimana kita dapat menepati janji kita dengan baik? Ikuti saran-saran berikut.

  • Janji kepada anak-anak

  • Mungkin Anda menganggap karena mereka masih anak-anak mereka tidak akan ingat apa yang Anda ucapkan. Anda keliru, anak-anak memiliki ingatan yang kuat, apalagi bila hal itu menyangkut dirinya. Jangan menjadi teladan yang buruk bagi mereka. Sebelum Anda berkata, "Yuk, kita nonton bioskop Sabtu depan," pikirkan baik-baik apakah Anda harus lembur hari itu, atau apakah Anda harus membayar cicilan rumah sehingga tak ada sisa gaji untuk menonton bioskop. Lebih baik Anda ubah janji Anda menjadi "Yuk, kita jalan-jalan ke taman Sabtu depan, kalau Papa libur."

  • Janji kepada pasangan Anda

  • "Sayang, besok saya akan masak gule," kata Anda kepada suami sewaktu dia bercerita betapa harumnya bau gule di warung Bang Hasan ketika dia melewatinya. Ternyata besoknya Anda malas ke pasar pagi-pagi sehingga sesampai di sana jeroan dan usus sapi sudah habis. Bisa Anda bayangkan suami yang di kantor sudah bermimpi makan gule sampai menetes air liurnya, ternyata tidak menemukan masakan itu di rumah. Lebih baik Anda lari ke warung Bang Hasan sebelum suami pulang dari kantor.

  • Begitu pun sebaliknya. Bila istri Anda merengek ingin memiliki gelang baru seperti yang dipakai istri tetangga, janganlah menjawab "Kita beli habis bulan nanti, say," sekedar untuk menyenangkan hatinya dan terutama untuk menghentikan rengekannya yang menyakitkan telinga Anda. Ternyata pada akhir bulan Anda tidak mempunyai cukup banyak uang untuk membeli gelang itu. Betapa kecewanya hati istri Anda dan malunya dia karena sudah bercerita ke tetangga kanan kiri bahwa Anda akan membelikan dia gelang itu. Lebih baik mengatakan "Say, kamu boleh membelinya dengan uang arisanmu, kalau masih kurang mungkin saya bisa menambahinya."

  • Janji kepada teman

  • Janganlah karena Anda sedang terjepit dalam bidang keuangan Anda mengeluarkan janji semau-maunya supaya teman Anda rela memberi hutang. "Tolong dong, aku pinjam sepuluh juta, akhir bulan aku bayar kembali," kata Anda dengan manis, sedangkan Anda tahu hal itu mustahil. Dari mana Anda mempunyai sepuluh juta sedangkan Anda tahu banyak tagihan yang mesti dibayar? Listrik akan putus, sewa rumah tidak bisa diperbarui kalau Anda harus membayar hutang. Akibatnya ketika teman datang menagih, muka Anda tidak lagi manis, bahkan kecut, mungkin juga dilipat sambil mengomel, "Kamu tidak lihat aku lagi kelabakan mencari rumah sewa baru karena yang ini dinaikkan sewanya?" Teman Anda tentu heran melihat Anda marah, pikirnya "Lebih galak yang pinjam uang daripada yang menagih hutang nih." Kalau dia banyak duit dan dermawan mungkin dia akan berkata, "Yah, sudahlah, pakai saja dulu, kapan-kapan kamu bisa menyicilnya." Tetapi bagaimana kalau dia juga butuh uang dan pemarah? Tentu jawabnya, "Memangnya itu urusanku? Yang aku tahu kamu janji akan bayar hutangmu akhir bulan!" Masih untung kalau tidak diiringi sumpah serapah. Bisa-bisa persahabatan bertahun-tahun retak gara-gara Anda ingkar janji.

  • Advertisement
  • Janji kepada orang tua

  • "Mama jangan kuatir, saya akan datang Lebaran nanti buat menengok Mama." Ternyata Lebaran berakhir Anda tidak muncul karena Anda tidak ingin anak-anak menderita menempuh perjalanan jauh naik mobil dalam keadaan macet di mana-mana. Ibu Anda yang sudah tua bersedih, kecewa anak cucunya tidak datang padahal selama berbulan-bulan beliau sudah mengharapkan kunjungan itu.

  • Berpikirlah dua kali, kalau perlu seribu kali sebelum Anda mengucapkan janji Anda. Bila Anda merasa Anda tidak dapat menepati janji itu, sebaiknya jangan Anda buat.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Janji Bukan untuk Diingkari

Apakah Anda mudah mengucapkan janji tanpa bermaksud menepatinya? Berpikirlah dua kali sebelum Anda mengucapkan suatu janji, baik kepada teman, keluarga, atau bahkan orang asing yang baru Anda kenal. Ingat, manusia dihargai melalui kata-katanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr