Menjalani rumah tangga jarak jauh. Mungkinkah?

Menikah, bisa diartikan berbagi hidup bersama. Menjalani hari-hari dalam satu rumah, dan menghabiskan banyak waktu bersama. Lalu bagaimana jika pekerjaan memaksa pasangan tak bisa tinggal di satu rumah?

1,328 views   |   6 shares
  • Hubungan pernikahan memang sebaiknya berlangsung dalam satu rumah, agar pasangan suami-istri bisa berkembang bersama. Namun, di era modern saat ini dengan tantangan hidup yang semakin besar, tak jarang pasangan suami-istri memutuskan untuk menjalani hubungan jarak jauh. Alasan terbanyak pasangan harus menjalani long distance relationship atau LDR karena tuntutan pekerjaan.

  • Menjalani pernikahan LDR memang tidak mudah. Di awal pernikahan pasti terasa berat dan mungkin akan kaget dengan situasi yang tidak biasa tersebut. Menurut psikolog lulusan Universitas Surabaya, Fini Rahmatika, M.Psi, Psikolog yang biasa disapa Fini ini banyak yang harus dilakukan agar pernikahan jarak jauh dapat berjalan seimbang hingga mencapai suatu keselarasan. Yakni kondisi saat kedua pasangan merasa nyaman, bahagia dan sehat lahir batin dengan keadaan tersebut.

  • "Menjalani LDM itu memang bukan hal yang mudah," ujar ibu dari dua anak ini. "Perlu kesiapan mental, kemampuan berpikir positif, mengatur emosi, mengambil keputusan dan lain-lain untuk menghadapi tekanan-tekanan yang ada baik dari dalam maupun dari luar diri kita," tambahnya.

  • Bagaimana kita tahu bahwa kita telah mencapai kondisi keselarasan psikologi sebagai landasan mengarungi pernikahan jarak jauh? Fini yang juga menjalani pernikahan jarak jauh sejak awal menikah menjelaskan bahwa berdasarkan teori Ryff, seseorang telah memiliki keselarasan yang baik mampu merealisasikan potensi dirinya secara terus menerus, dapat menerima dirinya apa adanya, sanggup membentuk hubungan yang hangat dengan orang lain, memiliki kemandirian terhadap tekanan sosial, memiliki arti diri serta mampu mengontrol lingkungan eksternalnya.

  • Jika kita telah mampu menjalani landasan keselarasan tersebut, berikut tips dari Psikolog Ratih Ibrahim agar pernikahan tetap harmonis.

  • 1. Manfaatkan teknologi

  • Di era teknologi yang sudah canggih saat ini, hubungan pernikahan yang berbeda jarak semestinya bisa semakin lebih baik karena mudahnya melakukan video call. Meski berbeda pulau, bahkan berbeda benua, Anda dan pasangan masih bisa saling terkoneksi dan membangun keharmonisan. Pada waktu mengobrol lewat telepon, pesan singkat atau video call tersebut alangkah baiknya membahas hal-hal positif yang membuat Anda dan pasangan semakin dekat.

  • "Di waktu seperti itu, kita bisa menceritakan sesuatu yang menimbulkan kenangan indah. Kita bisa ceritakan perkembangan anak dan hal-hal yang membangkitkan kenangan. Itu kan manivestasi dari cinta dan perhatian juga terhadap pasangan," katanya.

  • Advertisement
  • Psikolog Ratih Ibrahim menegaskan bahwa hal utama yang penting saat LDR adalah kepercayaan terhadap pasangan. Ketika bisa saling percaya, maka perasaan cinta dan perhatian bisa semakin lebih dalam. "Kalau kita trust (percaya), kita tidak mengulik-ngulik pasangan dengan isu yang menggelisahkan kita. Lalu ketika kita menunjukan love (cinta) dan caring (perhatian), maka kita jadi lebih ikhlas," tuturnya.

  • 2. Pertemuan

  • Setiap pasangan yang menikah pasti ingin setiap hari bisa bertemu. Tapi, bila kenyataannya saat ini Anda dan pasangan harus menjalani hubungan jarak jauh, maka perlu adanya negosiasi tentang waktu pertemuan. Dalam negosiasi ini keduanya juga harus realistis. Jika memang tinggal di luar negeri, mungkin baru bisa bertemu setahun dua kali, atau bahkan hanya sekali. Namun jika sudah saling percaya dan ikhlas dalam menjalaninya, maka masing-masing pasangan pasti akan lebih mengerti, meski pertemuan sangat minim.

  • 3. Tentukan Kapan Berakhirnya LDR

  • Meski komunikasi saat ini semakin mudah karena adanya teknologi, namun tetap saja LDR sebaiknya ditentukan batas waktunya. Jangan sampai pernikahan menjadi 'dingin' karena terlalu lama menjalani hubungan jarak jauh.

  • Ratih menuturkan, agar hubungan pernikahan semakin maksimal, sebaiknya memang suami-istri tinggal bersama agar ikatan emosionalnya semakin kuat. "Dengan begitu, masing-masing anggota keluarga dapat menjalankan fungsi perannya secara maksimal, sebagai istri, suami dan anak," kata ibu dua anak itu.

  • 4. Mendekatkan diri kepada Tuhan

  • Hubungan pernikahan yang baik sejak awal harus dilandasi dengan rasa takut dan taat pada aturan Tuhan. Hal ini yang akan membuat kita dan pasangan semakin kuat, meski terpisah jarak. Rajin berdoa dan meminta kepada Tuhan agar seluruh anggota keluarga diselamatkan dari mara bahaya maupun tindakan tak terpuji pun bisa membuat hati kita merasa lebih tenang.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menjalani rumah tangga jarak jauh. Mungkinkah?

Menikah, bisa diartikan berbagi hidup bersama. Menjalani hari-hari dalam satu rumah, dan menghabiskan banyak waktu bersama. Lalu bagaimana jika pekerjaan memaksa pasangan tak bisa tinggal di satu rumah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr