Mengembalikan Kepercayaan: Tinggalkan Masa Lampau

Masa lampau tidak dapat diubah lagi, oleh karena itu lebih baik tidak dibawa-bawa dalam hidup yang sudah jenuh dengan masalah di depan mata. Kalau ingin mengembalikan kepercayaan kita, maka sebaiknya masa lampau ini ditinggalkan.

1,522 views   |   shares
  • Begitu banyak orang (termasuk saya sendiri) kelihatan sulit sekali meninggalkan masa lampaunya. Kita telah menemukan kembali kepercayaan kita, tetapi ingin tetap membawa bagasi penuh kesalahan buruk masa lampau. Kita mengeluarkan kesalahan tersebut seperti baju usang dan mengenakannya dengan penuh kebanggaan untuk memperlihatkan betapa jauh kita telah melaju. Kita memperlihatkan kekurangan kami seolah-olah kekurangan tersebut memberi pengesahan kepada kesalahan masa lampau kita.

  • Sebuah langkah terakhir dalam menemukan kembali kepercayaan kita terletak pada meninggalkan bagasi tersebut. Meletakkannya. Berbalik dan meninggalkannya. Jangan menoleh ke belakang.

  • Ketika kita bertobat, sebagian dari proses bertobat adalah meninggalkannya. Kita dijanjikan bahwa apabila kita berbuat demikian, Allah pun akan melupakannya. Lalu kenapa kita masih kembali lagi, memunguti bagasi tak berguna itu dan mengeluarkan masa lampau dari dalamnya dan memamerkannya? Beberapa alasan yang masuk akal adalah:

  • Kita ingin orang lain melihat seberapa jauh kita telah melaju

  • Kadang-kadang kita kawatir orang lain tak melihat betapa besar perubahan baik telah terjadi pada kita, sehingga kita perlu mengeluarkan barang usang yang telah kita simpan dan memamerkannya. Ini tidak pernting! Apa salahnya kalau mereka mengira bahwa Anda selamanya adalah orang baik?

  • Kita ingin membuktikan kepada orang lain bahwa mereka pun dapat berubah dan menjadi baik seperti kita

  • Ini sebenarnya bukan motif yang buruk. Mungkin malahan sesuatu yang mulia karena ingin membuktikan bahwa orang lain pun dapat berubah. Namun demikian, Anda tidak harus menjelaskan kepada seseorang bahwa Anda telah jatuh dari sebuah gedung di masa lampau agar mereka percaya bahwa kejatuhan tersebut akan menyakiti mereka ketika mereka mendarat di jalan. Hiduplah seperti apa adanya sekarang sehingga mereka ingin mencontoh Anda.

  • Kita kadang-kadang merasa sok suci dan tidak tahu apa dunia itu sebenarnya

  • “Sungguh, saya tidak selalu saleh. Saya dulu melakukan kesalahan yang buruk sekali sehingga hampir merusak hidup saya dan orang-orang yang saya kasihi. Saya tidak selalu baik. Saya dulu juga jahat.” Sekali lagi, itu tidak penting. Orang lain ingin menjadi seperti Anda atau tidak [terserah pilihan mereka]. Saya sering melihat strategi ini dilakukan oleh orangtua terhadap anak-anak yang sering membuat masalah. Mereka ingin agar anak-anak tahu bahwa mereka sama seperti itu supaya mereka mau mendengarkan. Tetapi mereka tanpa sengaja memberitahu bahwa mereka dapat membuat kesalahan yang sama dan pada akhirnya tetap menjadi orang baik. Berilah mereka contoh [baik] untuk ditiru tanpa menyatakan kesalahan masa lampau.

  • Advertisement
  • Kita merasa perlu agar setiap orang tahu betapa hebatnya kita dapat mengatasi apa yang kita alami

  • Ding, ding, ding. Ini milik saya. “Tahukah Anda bahwa saya telah menikah dengan dua lelaki yang merundung saya? Tahukah Anda bahwa saya pernah menjadi gelandangan selama 15 bulan, selama waktu itu sebenarnya saya buta? Tahukah Anda sebagian besar waktu saya, saya gunakan untuk membesarkan anak-anak yang bermasalah? Tahukah Anda bahwa saya hanya berpenghasilan Rp. 600.000 tahun lalu. Dan sekarang, lihatlah saya! Tidakkah saya hebat? Anda pun dapat menjadi sehebat saya!” Sesungguhnya cukuplah bila kita berada pada kedudukan yang baik dan menjadi orang yang sebaik mungkin tanpa memamerkan kemajuan dari keadaan kita yang tadinya di bawah.

  • Meninggalkan bagasi adalah langkah terakhir untuk melaju bersama kepercayaan yang Anda temukan kembali. Marilah. Angkatlah tangan Anda ke depan dan lambaikan tangan Anda dengan kuat seolah-olah mengusir sesuatu dari masa lampau. Saya harap Anda merasa seperti yang saya rasakan, perasaan ringan hidup di saat ini dan sekarang tanpa membawa bagasi sejarah usang. Wow! Bukankah Anda merasa lebih nyaman sekarang? Melajulah bersama kepercayaan baru Anda dan nikmatilah!

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Finding faith again: Letting go of the past” karya Rebecca Rickman.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Becky Lyn adalah orangtua tunggal, ia menghabiskan waktunya sebagai penulis profesional.

Situs: http://www.beckytheauthor.weebly.com

Mengembalikan Kepercayaan: Tinggalkan Masa Lampau

Masa lampau tidak dapat diubah lagi, oleh karena itu lebih baik tidak dibawa-bawa dalam hidup yang sudah jenuh dengan masalah di depan mata. Kalau ingin mengembalikan kepercayaan kita, maka sebaiknya masa lampau ini ditinggalkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr