Kenali macam teknik sunat untuk anak dengan penis kecil atau tertutup

Sunat kini tidak lagi menjadi tindakan yang berhubungan dengan agama atau tradisi. Sunat kini sudah sangat berhubungan erat dengan isu kesehatan. Tapi, sunat memiliki teknik berbeda-beda untuk ciri penis yang juga berbeda-beda pada tiap anak.

2,719 views   |   5 shares
  • Sunat yang memiliki arti membuang sebagian atau seluruh kulit yang menutupi kepala penis, bukanlah hal yang tabu di Indonesia. Tindakan sunat ini dianggap sebagai bukti kedewasaan seorang pria. Dalam dunia sunat, ada sebuah kondisi di mana penis yang berbeda pada seorang anak. Keadaan ini dinamakan mikro penis dan burried penis. Kedua kondisi ini sekilas memang nampak sama tetapi sesungguhnya berbeda.

  • Mikro penis adalah kondisi di mana penis memiliki ukuran yang memang di bawah rata-rata atau lebih kecil, sedangkan burried penis, memiliki ukuran yang normal, hanya saja tertutup lapisan lemak di bawah perut.

  • Mikro penis dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya faktor hormonal semenjak anak masih dalam kandungan. Anak akan didiagnosa mengidap mikro penis jika ukuran penis bayi yang baru dilahirkan kurang dari 2 cm tanpa dibarengi oleh kelainan struktur penis. Jika faktor yang memengaruhi adalah hormonal maka akan terjadi penghambatan terhadap kerja androgen khususnya testoteron dan dihidrosteron. Hal ini akan bertanggung jawab pada perkembangan organ kelamin luar dan perkembangan karakteristik sekunder pria.

  • Pada kasus lain, tertimbunnya penis dapat disebabkan oleh pembengkakan akibat penyakit. Keadaan penis yang tertutup akan menyulitkan ketika hendak disunat. "Jika garis sunat terlalu jauh dari kepala penis, maka akan mengakibatkan kulit batang penis yang terpotong dan kulup akan tetap tertinggal. Maka dari itu, anak dengan kondisi tersebut tentunya harus mendapatkan penanganan tenaga ahli yang professional saat disunat," ungkap dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, pendiri Rumah Sunatan dalam seminar media beberapa waktu lalu.

  • Untuk mengatasi hal tersebut, para ahli umumnya memilih metode sunat gemuk atau terapi hormon. Namun, kedua teknik ini memiliki kelemahan masing-masing. Sunat gemuk memiliki tingkat kesulitan yang lebih ketimbang sunat biasa. Jika keliru dalam penanganan, maka risikonya adalah kulup akan menutup kembali sehingga pasien harus menjalani perbaikan sunat, dalam arti harus kembali melakukan sunat. Risiko trauma pun tentu akan membayangi si anak.

  • Sedangkan terapi hormone sendiri memiliki beberapa efek samping ringan, seperti sakit kepala, mual, sakit di bagian dada, hingga efek berat seperti gangguan pembekuan darah. Terapi hormon biasanya dilakukan dalam rentang waktu 2,5 bulan, dan menggunakan tablet hormon yang harus dikonsumsi setiap hari. Selain itu, terapi hormon juga memiliki biaya yang cukup mahal untuk sekali terapi.

  • Advertisement
Bagikan pada teman dan keluarga..

Kenali macam teknik sunat untuk anak dengan penis kecil atau tertutup

Sunat kini tidak lagi menjadi tindakan yang berhubungan dengan agama atau tradisi. Sunat kini sudah sangat berhubungan erat dengan isu kesehatan. Tapi, sunat memiliki teknik berbeda-beda untuk ciri penis yang juga berbeda-beda pada tiap anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr