Cara untuk Menjalin Ikatan Kasih dengan Cucu Anda

Saran-saran untuk membangun ikatan yang kuat antara kakek-nenek dan cucu-cucu. Kita tidak perlu memiliki perangkat komputer tablet yang sama untuk mencari kesamaan.

710 views   |   2 shares
  • Walaupun kami memiliki sedikit kesamaan, saya senang menghabiskan waktu bersama kakek saya. Saya tinggal di pinggiran kota Ohio. Kakek saya tinggal di Paris —- Idaho. Ada lebih banyak orang di sekolah saya bila dibandingkan dengan kota tempat tinggal kakek.

  • Saya menyukai musik pop, menonton televisi, membaca, dan olahraga. Dunianya kakek saya terdiri dari sapi, kuda, jerami, dan peralatan bertani. Kami tidak banyak menghabiskan waktu bersama. Tetapi, saya selalu mencari kesempatan yang ada.

  • Menurut www.helpguide.org, “Kakek nenek memperoleh manfaat dari interaksi pada taraf yang pernah hilang dari tanggung jawab orang tua sehari-hari. Ini akan mempermudah untuk membangun hubungan yang erat dengan cucu-cucu.”

  • Sebagai orang dewasa, saya tau orang tua saya tidak keren. Meskipun demikian, karena beberapa alasan tidak menjadi masalah apakah kakek keren. Jika orang tua saya meminta saya untuk bangun jam 7 pagi pada hari Sabtu dan mengerjakan tugas-tugas, saya mengeluh dan berteriak. Jika kakek saya membangunkan saya jam 5 pagi untuk membantu dia memerah susu di kandang yang dingin, saya pergi dengan senang hati.

  • Kakek dan saya tidak pernah bersenang-senang atau melakukan kegiatan rekreasi bersama-sama. Namun, pekerjaan apa pun yang dikerjakannya, dia akan membiarkan saya ikut mengerjakannya. Jika dia sedang memperbaiki traktor, saya dapat melihat dan menyodorkan perkakas kepadanya. Jika dia sedang mengobati ternak yang terluka, saya berada di sampingnya. Jika dia sedang memberikan jerami kepada sapi di ladang yang jauh, saya akan mendorong gulungan jerami di belakang kereta penarik ke arah sapi-sapi yang mengikuti dari belakang.

  • Melalui teladan kakek saya, saya belajar banyak hal sewaktu saya berusaha membangun hubungan yang kuat dengan cucu-cucu saya sendiri.

  • Kakek saya memperlakukan saya dengan hormat

  • Dia berbicara kepada saya layaknya kepada orang dewasa, bukan anak kecil. Jika saya bertanya, dia memberikan penjelasan yang nyata—-bukan hanya sekadar jawaban sederhana yang dikiranya saya akan terima.

  • Dia menunjukkan hal-hal baru kepada saya

  • Dunia kakek saya benar-benar berbeda dengan kehidupan normal saya. Memperkenalkan saya pada hal-hal baru dan berbeda tidak sulit. Sekarang, ketika cucu-cucu saya datang berkunjung, saya mencoba untuk memperkenalkan mereka pada pengalaman yang tidak mereka miliki di rumah. Kami mungkin pergi berenang di danau. Mungkin juga kami mencari kadal di tanah kosong. Mungkin juga kami menanam tanaman di bedengan kebun.

  • Advertisement
  • Kami masih melakukan hal-hal yang biasa mereka lakukan dan yang saya tahu mereka sukai. Tetapi, saya berusaha mengarahkan mereka untuk melakukan hal-hal baru.

  • Dia membiarkan saya mencoba

  • Kakek mengizinkan saya mengerjakan hal-hal yang tidak diizinkan orang tua saya. Dia mengajak saya untuk menembak. Dia menunjukkan kepada saya cara duduk di bangku kecil dan memerah susu. Saya ingin mengendarai truk bak terbukanya, kami pergi ke tanah lapang, dan menaruh saya di belakang kemudi. Saya segera tahu bahwa saya belum cukup tinggi untuk mencapai pedal gas, atau cukup kuat untuk memutar roda kemudi. Daripada memberi tahu saya bahwa saya masih terlalu kecil, dia membiarkan saya untuk menemukannya sendiri.

  • Dia bercerita kepada saya

  • Kakek saya dibesarkan tanpa tungku pemanas atau televisi. Dia mengenal ibu saya sewaktu dia masih gadis muda. Dia dapat mengajari saya hal-hal tentang keluarga saya yang tidak seorang pun dapat menceritakannya.

  • Patricia H. Holmes, dari layanan menulis bahwa kakek-nenek dapat bertindak sebagai sejarawan keluarga dengan cara membagikan cerita-cerita masa lalu. “Cerita-cerita ini mungkin saja tentang kerabat-kerabat, peristiwa penting, tradisi keluarga, kehidupan masa kecil kakek-nenek sendiri atau masa muda orang tua cucu. Sewaktu cerita-cerita tentang keluarga diteruskan, cucu mendapatkan gambaran positif tentang penuaan dan tempatnya di dalam keluarga. Kakek-nenek dan cerita-cerita mereka dapat menjadi “perekat” yang mempersatukan keluarga bersama-sama dan turut membangun identitas keluarga.”

  • Dia meluangkan waktu bersama saya

  • Karena kakek saya tinggal dengan jarak sejauh 3.200 km, biasanya setahun atau lebih jarak antara kunjungan. Selama kunjungan tersebut dia membiarkan saya bergabung dengan apa pun yang dikerjakannya. Kami mengumpulkan ternak sapi. Kami menggulung jerami. Kami memperbaiki pagar yang rusak. Saya yakin kehadiran dan bantuan dari saya sering kali berarti bahwa dia hanya menyelesaikan sebagian dari yang perlu dikerjakannya. Akan tetapi dia tidak pernah bertindak seolah-olah saya memperlambat pekerjaannya.

  • Dia murah hati

  • Kakek saya tidak berkepunyaan dalam hal kepemilikan materi. Namun setiap kali saya mengunjunginya dia membelikan saya sebuah topi koboi. Sewaktu saya menjadi dewasa, saya belajar bahwa saya harus berhati-hati. Jika saya menyatakan kekaguman akan tongkat pancing, pisau, atau ikat pinggangnya, dia menyodorkannya kepada saya dan mengatakan bahwa itu adalah milik saya.

  • Advertisement
  • Dia menyayangi saya

  • Kakek saya mungkin saja sedang kesal dan marah. Tetapi dia selalu senang melihat saya. Saat saya berusia 19 tahun dan pergi ke Islandia untuk melakukan pekerjaan misionaris untuk gereja saya, dia menulis banyak surat kepada saya. Dia hanya sempat bersekolah selama tiga tahun. Saya tahu itu adalah proses yang menyita waktu dan sulit baginya untuk duduk di meja dapurnya dan menggoreskan kata-kata tersebut di atas kertas. Saya tidak ingat apa yang dituliskannya, namun saya dapat membayangkan dia duduk di sana menulis surat kepada saya saat dia mungkin perlu bekerja di kandang.

  • Saat ini, saat saya berusaha untuk membangun ikatan keluarga dengan cucu-cucu saya, saya ingat pelajaran dari kakek saya. Saya tidak perlu mengetahui cara memainkan video game keluaran terbaru atau menyukai musik yang sama. Saya hanya perlu menyayangi cucu-cucu saya dan meluangkan waktu yang bermakna bersama mereka.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Indah Wajarsari dari artikel asli “How to relate to your grandchildren” karya Flint Stephens.

Baca, hidupkan, bagikan!

Flint Stephens has a master's degree in communications from Brigham Young University. He is author of "Mormon Parenting Secrets: Time-Tested Methods for Raising Exceptional Children." His blog is mormonparentingsecrets.com.

Cara untuk Menjalin Ikatan Kasih dengan Cucu Anda

Saran-saran untuk membangun ikatan yang kuat antara kakek-nenek dan cucu-cucu. Kita tidak perlu memiliki perangkat komputer tablet yang sama untuk mencari kesamaan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr