Bertengkar dengan ramah. Mungkinkah?

Setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Tak mengapa, sebab, ketidakcocokan memang harus dicarikan solusinya. Namun yang terpenting adalah; mengingat bahwa bertengkar harus tetap dilakukan dalam keramahan. Lho, bagaimana bisa?

1,091 views   |   31 shares
  • Bertengkar dengan ramah? Bagaimana mungkin? Bukankah biasanya bertengkar identik dengan marah, ya? Sebelumnya, mari kita sama-sama cerna terlebih dahulu. Menurut Anda, adakah hubungan suami istri yang tidak pernah bertengkar? Rasanya tidak ada ya?

  • Sebab, tidak ada hubungan yang – seromantis apa pun mereka- bebas dari argumen dan ketidaksetujuan antara satu sama lain. Pasangan harus bisa bernegosiasi dalam menghadapi perbedaan, karena tak ada dua kepala yang bisa benar-benar cocok, toh? Opini masing-masing harus keluar dan dihadapi dengan baik.

  • Karena itu, untuk memiliki hubungan yang sehat, setiap orang harus memiliki kemampuan untuk "bertengkar dengan ramah". Bentuknya tentu saja saling bekerja sama dengan baik, dan bertengkar demi solusi atas perbedaan pendapat yang terjadi, tanpa menyakiti kedua belah pihak. Yang dimaksud dengan ramah di sini artinya, membiarkan pertengkaran terjadi (ketimbang menghindarinya namun membiarkan perasaan menumpuk dan menyakiti diri sendiri), namun tetap menjadi rekan yang solid.

  • Untuk bisa mewujudkannya, berikut 10 aturan agar dapat bertengkar dengan ramah:

    1. Tidak menghindari konflik. Iya, tak perlu takut pada konflik. Karena itu normal, bahkan menyehatkan hubungan. Adanya perbedaan artinya Anda dan pasangan bisa saling belajar satu sama lain.

    2. Fokus pada masalah, bukan menyerang satu sama lain. bertengkar sehat artinya berdebat untuk menyelesaikan masalah. Tidak perlu berkembang jadi saling menyalahkan.

    3. Dengarkan dengan penuh respek. Kadang, pasangan hanya perlu didengarkan. Maka, jadilah pendengar yang baik, akui dulu perasaannya dengan penuh perhatian. Simpan dulu pendapat Anda, hingga pasangan selesai mengeluarkan unek-unek. Hingga ia merasa bahwa Anda sudah mengerti apa pendapatnya.

    4. Bicara dengan pelan. Semakin kencang seseorang berteriak, sebetulnya suaranya semakin tak terdengar. Jika pasangan Anda berteriak, tak perlu balas meneriakinya. Memelankan suara justru akan membantu Anda dan pasangan untuk fokus pada masalah.

    5. Bertanya lebih baik ketimbang bertahan. Sikap defensif biasanya malah akan membuat pertengkaran semakin sengit. Ketimbang terus menerus berusaha membela diri sendiri, lebih baik bersikap ingin tahu. Kumpulkan banyak informasi dari keluhannya, hal yang lebih detail dan contoh-contoh. Dengan begitu Anda akan lebih mengerti keinginan pasangan, dan solusi lebih mudah dicari.

    6. Minta keterangan spesifik. Pernyataan-pernyatan global yang di dalamnya ada kalimat "Selalu saja" atau "Tidak pernah sama sekali" biasanya tidak selalu benar dan tidak akan menyelesaikan masalah. Hadapi kemarahannya dengan meminta contoh spesifik, agar Anda juga bisa mengerti poin pentingnya. Begitu juga dengan Anda, sertakan keterangan spesifik setiap kali memprotes pasangan.

    7. Cari jalan tengah. Setiap konflik pasti ada jalan tengahnya. Cari dulu akar masalahnya, dan pecahkan masalah dengan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

    8. Tawarkan beberapa opsi solusi. Saat kooperasi antar kedua belah pihak dimulai, pertengkaran pasti selesai dengan baik. tanyakan pada pasangan, adakah saran atau masukan alternatif, agar kedua belah pihak merasa puas dengan hasilnya. Mempertimbangkan segala opsi menunjukkan rasa peduli Anda. Dan menawarkan opsi juga menunjukkan bahwa Anda siap melakukan perubahan.

    9. Berikan kelonggaran. Artinya sesekali mengalah. Dengan sedikit kelonggaran dari Anda, biasanya pasangan juga akan memberi kelonggaran bagi Anda. Sedikit mengalah akan menjadi jalan untuk kesepakatan. Saling sepakat pada hasil akhir memang tak selalu adil 50-50. Kadang 60-40 atau bahkan 80-20. Tapi ini kan bukan pertandingan, tidak perlu ada yang menang atau kalah. Ini tentang mencari solusi yang paling baik untuk Anda berdua.

    10. Berdamailah. Ingat pesan orangtua, jangan tidur dalam keadaan marah? Meski Anda dan pasangan harus pergi tidur sangat larut demi menyelesaikan masalah, ya jalankanlah pertengkaran sehat itu. Carilah solusi terbaik, mengalah lah jika diperlukan, dan hargailah pernikahan Anda dengan sepenuh jiwa dan raga.

  • Advertisement
Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bertengkar dengan ramah. Mungkinkah?

Setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Tak mengapa, sebab, ketidakcocokan memang harus dicarikan solusinya. Namun yang terpenting adalah; mengingat bahwa bertengkar harus tetap dilakukan dalam keramahan. Lho, bagaimana bisa?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr