Kenali pola asuh dalam menciptakan karakter anak

Dengan banyaknya metode dalam pola asuh anak yang berkembang saat ini, Anda sebagai orang tua perlu mengetahui pola asuh dasar yang tepat sehingga dapat menciptakan karakter anak sebagai bekal saat ia dewasa nanti.

670 views   |   8 shares
  • Impian setiap orang tua adalah dapat mendidik anak – anak mereka dengan nilai positif, sebagai bekal kehidupan yang sukses dan bahagia saat mereka besar nanti. Namun tidak sedikit orang tua mengalami kesulitan mendidik anak mereka, karena apa yang dianggap 'ideal' bagi orang tua belum tentu cocok diterapkan untuk karakter kepribadian anak. Ujung-ujungnya, sikap dominan orang tua malah justru membuat anak menjadi produk 'fotokopi' orang tuanya.

  • Saat ini banyak metode pola asuh anak dengan berbagai istilah, seperti Tiger Parenting, Hyper Parenting, Hypno Parenting dan sebagainya. Tetapi ada beberapa pola asuh dasar yang perlu diketahui oleh para orang tua, antara lain:

  • POLA ASUH OTORITER

  • Pada pola asuh otoriter, orang tua berperan sebagai 'penguasa' dengan menerapkan banyak perintah dan aturan yang super ketat. Mereka jarang mendengarkan pendapat anak dan memaksa anak untuk menjadi 'pelaksana'.

  • Anak hanya boleh bertindak dan mengambil keputusan atas persetujuan atau aturan orang tua. Jika membantah, mereka akan melabel anak sebagai pembangkang dan seringkali mereka akan mengancam dengan hukuman.

  • Orang tua merasa dirinya selalu benar dengan memberikan banyak hal yang terbaik dari sisi pandang mereka, sehingga mereka patut dicontoh. Semua kegiatan anak sudah ditentukan sampai ke hal – hal kecil, misal menentukan siapa saja yang boleh menjadi teman anaknya, menentukan pakaian yang akan digunakan dan sebagainya.

  • Pola asuh otoriter memang akan menciptakan anak yang penurut, namun pada kenyataannya anak tumbuh dengan karakter yang pasif, tertekan, ragu dan takut dalam mengambil keputusan sendiri. Anak mudah dipengaruhi karena tidak berpendirian dan anak bisa menjadi lebih agresif saat di luar rumah karena merasa bebas dari kekangan orang tuanya.

  • POLA ASUH PERMISIF

  • Orang tua dengan pola asuh permisif, tidak peduli dengan perkembangan psikis anaknya. Mereka hanya memprioritaskan kepentingannya sendiri dan ingin memiliki hubungan dengan anak tanpa konfik dengan cara memberikan materi yang cukup bagi anak. Mereka dibiarkan berkembang sendiri tanpa adanya kepemimpinan dan bimbingan orang tua yang terlalu banyak.

  • Anak dibebaskan untuk melakukan apa pun yang ia sukai tanpa batas, dan selalu dianggap benar sehingga tidak perlu teguran saat melakukan hal yang negatif. Orang tua berpendapat dengan sejalannya waktu saat anak dewasa nanti, mereka akan mampu sendiri membedakan yang baik dan buruk.

  • Pola asuh ini memiliki dampak positif jika dilakukan saat anak sudah memasuki usia dewasa, tetapi tidak saat anak masih kecil hingga remaja, dimana periode ini sangat penting dalam menciptakan karakternya.

  • Advertisement
  • Jika anak tetap dibesarkan dengan pola asuh permisif, anak akan merasa kurang kasih sayang karena orang tua 'sibuk' dengan dunianya sendiri, tidak peduli (masa bodoh) dengan lingkungan sekitar dan sering menentang.

  • POLA ASUH DEMOKRATIS

  • Orang tua demokratis dalam membimbing, mengarahkan dan mendidik anak – anaknya secara aktif, dinamis dan terarah. Pola asuh ini diwujudkan dengan hubungan human relationship yang saling menghargai dan menghormati antara orang tua dan anak.

  • Walaupun ada pengawasan, aturan orang tua bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan keadaan dan mood anak. Anak juga berkesempatan memilih dan menentukan sikapnya dengan batasan tertentu dari orang tua, sehingga ia belajar untuk mandiri, percaya diri dan bertanggung jawab.

  • Orang tua memprioritaskan komunikasi dua arah lewat diskusi dan penjelasan yang menggunakan kata – kata mendidik. Sehingga saat anak berbuat kesalahan, orang tua tidak langsung menghukum tapi memberikan penjelasan dan nasehat mengapa ia tidak boleh melakukannya lagi.

  • Selain komunikasi, orang tua juga memprioritaskan pendidikan dengan mengembangkan bakat yang dimiliki masing – masing anak, memberi dukungan dan kebebasan dalam berkreasi, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif.

  • Banyak yang berpendapat bahwa pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang paling ideal. Tapi setiap orang tua pasti dapat menilai mana pola asuh yang sesuai dan terbaik dalam membentuk karakter anak mereka.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Kenali pola asuh dalam menciptakan karakter anak

Dengan banyaknya metode dalam pola asuh anak yang berkembang saat ini, Anda sebagai orang tua perlu mengetahui pola asuh dasar yang tepat sehingga dapat menciptakan karakter anak sebagai bekal saat ia dewasa nanti.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr