Anak saya sudah besar tetapi kenapa masih ngompol ya?

Mengatasi anak yang masih mengompol di usia yang bisa dikatakan bukan balita lagi memang bukan perkara yang mudah. Diperlukan kerja sama antara orangtua dan anak dalam membantu anak menghilangkan kebiasaan mengompolnya.

2,899 views   |   29 shares
  • Kebiasaan mengompol masih dianggap normal bila terjadi pada anak usia balita atau bayi. Umumnya, gejala mengompol terjadi pada anak berusia 3 sampai 5 tahun. Tetapi, pada usia pra sekolah dasar sekitar 5 sampai 7 tahun masih banyak juga ditemui anak yang masih susah melepas kebiasaan mengompolnya. Lalu yang menjadi permasalahannya, bila anak sudah berusia 7 tahun ke atas namun kebiasaan mengompolnya masih terjadi setiap hari. Sudah dibayangkan repotnya dan frustasinya orangtuanya. Hal ini perlu perhatian khusus dari orangtua dan anak. Selain orangtua merasa kerepotan dampaknya juga pada anak, secara tidak langsung anak menjadi minder, malu dan rasa percaya dirinya berkurang jika teman-temannya tahu bahwa ia masih ngompol sehingga hubungan sosialnya pun menjadi terganggu. Tak jarang anak akan merasa bersalah, gugup, bersedih dan takut kalau-kalau kita akan marah saat mengetahui dia ngompol. Selain itu, anak akan malu dan menolak ketika diajak untuk nginap di rumah teman atau saudara.

  • Mengatasi anak yang masih mengompol di usia yang bisa dikatakan bukan balita lagi memang bukan perkara yang mudah. Diperlukan kerja sama antara orangtua dan anak dalam membantu anak menghilangkan kebiasaan mengompolnya. Setiap orangtua pasti akan merasa khawatir bilamana kebiasaan mengompol ini akan berlanjut sampai mereka remaja nanti. Untuk itu, orangtua juga harus sabar dan bijaksana menghadapi situasi anak seperti itu. Tenang saja, mengompol biasanya akan berhenti sebelum anak kita pubertas. Tetapi alangkah baiknya jika kebiasaan mengompol pada anak dapat berhenti sedini mungkin.

  • Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak kita masih saja mengompol. Dengan mengetahui penyebabnya, mungkin kita sebagai orangtua dapat menemukan solusi agar kebiasaan anak mengompol bisa berhenti.

  • 1.Faktor keturunan dari orangtuanya.

  • 2.Faktor psikologis

  • 3. Faktor horman vasopresin dan produksi air kemih

  • 4. Kesulitan tidur nyenyak

  • 5. Proses pematangan sistem saraf mengalami keterlambatan

  • 6. Gejala penyakit misalnya infeksi pada saluran kencing

  • 7. Anak belum mampu menahan air kencing di kandung kemih

  • 8. Anak belum terbiasa pergi ke toilet sendiri atau bisa jadi anak malas untuk ke toilet karena merasa sangat mengantuk.

  • Melihat penyebabnya, ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu orangtua dan anak untuk mengatasi kebiasaan mengompol ini:

  • 1. Tidak perlu menghukum atau memarahi anak ketika anak kedapatan mengompol. Menunjukkan rasa marah dan jengkel hanya membuat anak panik, takut dan tidak menyelesaikan masalah. Sebaiknya berikan nasihat yang berisi arahan dan dukungan kepada anak untuk ke toilet dan buang air kecil sebelum ia pergi tidur. Setidaknya kebiasaan mengompolnya akan berkurang.

  • Advertisement
  • 2. Jangan mempermalukan anak dengan kebiasaan buruknya di depan orang lain terlebih lagi di depan teman temannya.

  • 3. Beri pujian, bila perlu beri hadiah ketika anak bisa melewati malamnya tanpa mengompol. Dengan begitu ia merasa termotivasi untuk tidak mengompol lagi

  • 4. Pastikan anak buang air kecil sebelum ia tidur agar kandung kemihnya dalam keadaan kosong.

  • 5.Selalu ingatkan kepada anak bahwa mengompol akan membuat keadaannya menjadi tidak nyaman karena celana dan bajunya menjadi basah dan jelaskan bahwa mengompol dapat menimbulkan bau pesing pada tempat tidurnya.

  • 6. Beri penjelasan kepada anak bahwa penggunaan popok hanya untuk anak bayi dan balita saja. Pemberian popok hanya membuat anak merasa kita memberi lampu hijau baginya untuk mengompol.

  • 7. Lakukan latihan pada anak untuk bisa menjaga celananya tetap kering saat tertidur.

  • 8. Mengajarkan pada anak untuk membiasakan pergi ke toilet seorang diri tanpa ditemani orangtua atau pengasuh pada saat malam hari.

  • 9. Kurangi atau batasi anak untuk minum pada malam hari terutama pada saat dua jam sebelum tidur.

  • 10. Saat anak sedang tidur, ada baiknya kita membangunkannya di jam-jam tertentu agar anak bisa dipaksa untuk buang air kecil. Langkah ini dinilai efektif untuk membantu anak untuk berhenti ngompol.

  • 11. Latihan untuk menahan keluarnya air kencing pada saat tidur.

  • 12. Ajar anak untuk bertanggung jawab untuk membantu kita membersihkan atau mengganti seprei yang basah.

  • Jangan lelah untuk terus melatih, memberi terapi, mengarahkan dan memberi dorongan pada anak kita dalam usahanya untuk berhenti mengompol. Mengopol bukan sepenuhnya salah anak, tetapi mengatasi anak yang masih mengompol adalah tanggung jawab orangtua dan anak.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Anak saya sudah besar tetapi kenapa masih ngompol ya?

Mengatasi anak yang masih mengompol di usia yang bisa dikatakan bukan balita lagi memang bukan perkara yang mudah. Diperlukan kerja sama antara orangtua dan anak dalam membantu anak menghilangkan kebiasaan mengompolnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr